Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Di Tokyo Jepang


__ADS_3

Bandara Narita Tokyo Jepang


Para pasukan dari Solo tiba di Tokyo Jepang dan dijemput oleh pengawal keluarga Al Jordan yang membawa tiga mobil Van mewah. Rain langsung menelpon kedua orang tuanya, Ryu Reeves dan Giselle, mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di Tokyo. Dibandingkan dengan sepupunya yang lain, Rain memang paling kalem dan lembut. Kata Duncan, Savitri dibandingkan Rain bagaikan Ying and yang, bumi dan mars, api dan air.


Savitri sendiri manyun ketika mendapatkan pesan dari Anita yang tetap mengeyel minta dibawakan T.M Revolution atau Gackt atau Takuya Kimura.


Rain yang sudah selesai menelpon kedua orangtuanya, menatap wajah kakak sepupunya yang manyun. "Mbak Savitri kenapa?"


Savitri menunjukkan pesan dari Anita dan Rain tertawa kecil.


"Mbak, kita semua tahu mereka itu teman mas Eiji tapi kan tidak bisa segitunya bisa bawa kabur tiga pria itu.." kekeh Rain.


"Itu dia! Dasar memang kok si Anita itu!"


"Memang kenapa Anita ingin kamu bawa pulang tiga artis Jepang itu Sav?" Tanya Abian yang duduk di depan.


"Jadi gara-garanya si Nita nonton Kenshin sama keponakannya terus kepincut sama ost heart of sword. Terus cari tahu lah soal si T.M Revolution ketambahan dia juga nonton Gundam Seed Destiny, makin jadi lah. Katanya si TMR itu gemesin. Belum selesai, dia lihat Gackt sama Hyde pas aku lagi baca beritanya L'Arc en Ciel. Entah kenapa tipe-tipe Nita modelnya seperti itu" sungut Savitri.


"Terus Takuya Kimura?" Tanya Rain.


"Gara-gara aku nonton Hero, ketularan mbak Miki."


Abian dan Rain tertawa. "Nasibmu Sav punya teman sama absurdnya sama kamu" gelak Abian.


***


Mansion Al Jordan Tokyo Jepang


Reza Pratomo menatap putri bungsunya yang sudah lama tidak dilihatnya dengan tatapan sayang.


"Kamu baik-baik saja, princess?" Tanya Reza yang sudah mendengar putrinya dikejar-kejar oleh seorang pria yang kebetulan teman kerjanya.


"Aku bisa menghandle kok Pa. Lho mama kemana?" Savitri celingukan.


"Mamamu di apartemenbareng Panji dan Audrey. Biasa kangen Aditya. Papa masih ada urusan dengan Hiroshi disini. "


Savitri mengangguk lalu dirinya mencari Oom Hiroshi dan Tante Shanumnya. Rain dan Abian yang turun belakangan langsung mencium punggung tangan Reza.


"Rain, orang tuamu di apartemen. Kalau kamu mau, nanti ikut Oom saja kesana" tawar Reza.


"Iya Oom. Matur nuwun."


"Bian, kamu pulang ke rumah?" Tanya Reza.

__ADS_1


"Iyalah Oom, punya rumah disini kok" kekeh Abian.


***


Savitri bermanja-manja dengan opanya, Adrian Pratomo dan Omanya Niken. Shanum hanya menggelengkan kepalanya melihat keponakannya yang bar-barnya saingan dengan Yuna itu bisa sok manja dengan opa dan Omanya.


"Jadi kamu dibilang nggak priyayi karena cara makanmu yang rusuh?" Kekeh Adrian Pratomo yang sudah hapal kelakuan cucunya satu ini.


"Malah bagus kan opa, jadi dia mundur sak lawase! Jèléh aku rasain dikuntit macam aku maling jemuran!" Jawab Savitri asal membuat Hiroshi dan Shanum tertawa.


"Sav, mana ada maling jemuran pakai anting dan gelang dari Cartier?" Ejek Hiroshi.


"Ya kali dikira aku punya kelainan ala klepto tapi amit-amit deh! Kalaupun aku maling, sekalian aja ke gedung Bank Indonesia, rampok tumpukan uang pakai cloth nya Harry Potter yang invisible" sahut Savitri sambil mencomot sepotong sushi yang ada di meja makan.


"Kamu tuh!" Gelak Shanum.


"Terus soal kasih hukuman mau gundul murid-murid kamu. Gimana?" Tanya Niken.


Savitri melongo. "Seriously Opa! Berapa ninja Go yang opa kirim buat jadi mata-mata aku?" Savitri menoleh ke arah Adrian dengan wajah judes.


"Hei, opa kan tidak mau kamu kena panggil KPAI gara-gara melakukan kdrt ke muridmu" senyum Adrian.


"Gundulin rambut itu bukan kdrt tapi peringatan keras supaya nggak pada nakal! Lagian kalau mereka harus menghabiskan bakso yang dijual bang Adi, aku tidak yakin mereka nggak bakalan blokekan dan muntah-muntah ditambah bakalan trauma seumur hidup sama bakso. Kan aku kepotokan ( kena getahnya ) membuat seseorang trauma dari salah satu makanan terendes di muka bumi." Savitri menjawab dengan wajah yakin membuat semua orang melengos.


***


Acara pernikahan Eiji Adipramana Reeves dan Ayame Agasa berlangsung sedikit khidmat karena pianis Durjana itu tetap saja membuat semua orang sebal, sebab pernikahan mereka yang menggunakan adat Jawa itu tetap dikacaukan oleh pengantin pria untuk kesakralannya.


Savitri yang duduk bersama dengan para sepupu perempuannya yang masih jomblo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kakak sepupunya yang fisik paripurna tapi memiliki otak gesrek.


"Alamat Oom Alex bakalan ngamuk sama pianis durjana itu deh!" Bisik Savitri ke Rain yang hanya cekikikan.


"Mbak, lihat saja muka Oom Alex sudah ditekuk sepuluh tuh" balas Rain yang membuat Savitri menatap ke arah ayah Eiji itu.


"Modyar deh si reseh!" Kekeh Savitri.


"Kasihan ah kalau mas Eiji modyar sebelum ngapa-ngapain. Mbak Aya jadi janda tersingkat dong!" Celetuk Valora, adik Javier Arata yang membuat Savitri dan Rain menatap horor.


"Elu kok lebih durjana dari gue sih?" Ucap Savitri.


"Kan aku belajar dari mommy, Tante Yuna dan mbak Savitri" cengir gadis berambut coklat tua itu.


"Jangan ikutan gue, berat masa depan elu nanti" sahut Savitri.

__ADS_1


"Tapi mbak, yakinlah kita akan mendapatkan jodohnya yang menerima kebar-baran kita karena kita memang limited edition" seringai Valora.


"Iya sih..."


***


Usai acara ijab qobul, Savitri dan semua sepupu perempuannya berkumpul dalam satu meja dan mereka surprise saat mendengar Rhea Blair sudah hamil. Rhea sudah menikah dengan Duncan Blair, putra Edward Blair dan Yuna Pratomo.


"Wah, D tokcer juga ya. Sudah isi aja kamu Rhea" goda Miki.


"Gimana nggak isi, wong tiap malam ngadon..." Rhea menutup mulutnya dengan tangan gegara ucapannya yang tanpa filter.


"Masih ada jones disini Rheaaaa" omel Sabina dan Ajeng, istri Kenzo dan Keanu Reeves, kakak sepupu kandung Eiji Reeves.


"Assalamualaikum" sapa seorang gadis bule dengan hijab menyapa para wanita cantik disana.


"Wa'alaikum salam" balas semua para sepupu perempuan Eiji.


"Ingrid, ayo duduk. Kalian semua, perkenalkan ini Ingrid Van Dijk, calonnya Mamoru" ucap Miki memperkenalkan kekasih saudara kembarnya.


"Wah akhirnya aku bisa bertemu dengan sepupu perempuannya Mas Moru" senyum gadis berdarah Belanda itu.


"Mas Moru?" Savitri tergelak. "Ya ampun mbak Ingrid, lama-lama dirimu bakalan luwih njawani timbang aku!"


"Lho aku lagi belajar bahasa Jawa ini" senyum Ingrid.


"Sini, sini mbak. Butuh kosakata bahasa kasar model apa? Halus bin nampol, kasar atau super Kuasar?" Cengir Savitri yang langsung mendapatkan keplakan dari Ajeng.


"Kamu tuh lho! Ojo mbok kontaminasi sama bar-barnya kamu ah! Maaf ya Ingrid, Savitri tinggal di solo jadi logatnya medok ga jelas gitu dan paling fasih bahasa Ngoko dibandingkan kromo Inggil" senyum Ajeng tapi matanya melirik judes ke adiknya.


"Wah seru tuh! Boleh dong belajar" seru Ingrid.


"Hayuklah!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2