Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Konfrontasi Jaehyun dan Gozali


__ADS_3

*Ada revisi karena aku sudah lama tidak membuka generasi ketiga, jadi ada kesalahan. Gozali dan Maira disini sudah menikah ya. Maap salah timeline. Terimakasih atas koreksinya.*


Ballroom Hotel Mulia Senayan Jakarta


Jaehyun menatap ponselnya bingung. Kenapa Gozali mengumpat? Pria itu mencari-cari kekasihnya yang entah dimana karena sibuk berbaur dengan teman-temannya. Pria Korea itu lalu menelpon Gozali.


"Ada apa kamu mengumpat Goz?" tanya Jaehyun setelah Gozali mengangkat panggilannya.


"Kamu bisa keluar sebentar? Bertemu di coffee lounge?" pinta Gozali.


"Of course. Aku akan kesana sekarang." Jaehyun mematikan panggilannya dan mengirimkan pesan ke Savitri kalau dia menemui Gozali di coffee lounge.


Savitri membaca pesan di ponselnya yang selalu digenggamnya dan melihat ke arah Jaehyun yang memberikan kode mau out. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum lalu kembali berbaur dengan teman-teman seangkatannya.


***


Coffee Lounge Hotel Mulia Senayan Jakarta


Jaehyun menatap ke arah pria berumur dengan dandanan khas eksekutif dan menoleh ke arah Gozali yang memasang wajah judes.


"What's going on, Goz?" tanya Jaehyun.


"Apakah kamu tahu Rizki Damayanti?" Gozali balik bertanya ke kekasih sepupu angkatnya.


"Kami... eh Savitri sempat berseteru tadi. Apa hubungannya?"


"Pria ini adalah kekasih Rizki Damayanti."


Jaehyun melongo. "Bukankah dia terlalu tua?"


"Perkenalkan Bowo Saleh yang tidak Soleh sama sekali" ucap Gozali pedas. "Pak Bowo, ini adalah Kim Jaehyun, tunangan Savitri Pratomo yang juga ikut reuni SMP disini."


"Pratomo?" Bowo terkejut mendengar nama belakang yang terkenal sebagai pengusaha besar.


"Iya. Jae, kenapa bisa Savitri berseteru dengan Rizki Damayanti?" tanya Gozali.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan kamu, aku mau bertanya dengan Pak Bowo. Apakah anda bekerja di bank Artha Jaya yang komisaris utamanya adalah Kamal Hadiyanto?" Jaehyun menatap Bowo serius.


"I..iya. Pak Kamal adalah komisaris utama Bank Artha Jaya dan Pak Kresna, putranya adalah direktur utama." Bowo memandang pria berdarah Korea yang fasih berbahasa Indonesia itu bingung. "Anda siapa?"


"Bukankah tadi saya sudah diperkenalkan sebagai Kim Jaehyun. Apakah anda pernah mendengar Kim Corp di dunia bisnis? Kim Corp memiliki beberapa pabrik tekstil di Tangerang, Bekasi, Sukoharjo dan Sragen. Saya adalah putra Kim Young-ji."

__ADS_1


Bowo melongo. Bank kami memberikan pembiayaan ke pabrik Kim di Bekasi dan selalu menjadi debitur yang baik.


"Apakah pak Bowo tahu, bahwa Rizki Damayanti juga berusaha merayu pak Kamal Hadiyanto dan pak Kresna Hadiyanto?" Jaehyun menatap tajam ke Bowo Saleh. "Kalau anda tidak percaya, saya bisa meminta bukti rekaman CCTV di restauran RR's Meal saat Rizki datang kesana untuk menggoda pria Hadiyanto di saat yang berbeda." Jaehyun membuka rekaman CCTV yang diberikan oleh Savitri saat tadi dirinya cengo dan penasaran dengan musuh gadisnya.


Wajah Bowo memucat saat melihat bagaimana dengan tidak malunya Rizki mencoba merayu sang komisaris dan direktur utama. Kamal Hadiyanto tidak terpengaruh tapi Kresna terbawa rayuan Rizki.


"Astagaaa!" Bowo menutup mulutnya.


"Maka dari itu pak Bowo, saya menolak memberikan pelayanan pengawalan ke selingkuhan anda karena ini! Anda hanya dimanfaatkan! Paham kan?" Gozali menatap tajam ke Bowo.


"Apakah anda yang merekomendasikan Rizki menjadi manajer di bank Artha Jaya?" tanya Jaehyun.


Bowo hanya mengangguk.


"Putuskan hubungan anda dengan wanita murahan itu! Pikirkan karier Anda dan keluarga sah anda! Coba diingat lagi, siapa yang menemani anda dari awal karier Anda? Rizki hanya mendapatkan anda disaat anda sudah mendapatkan posisi tapi siapa yang berjuang bersama anda untuk mendapatkan posisi itu? Istri anda, pak Bowo! Di istri anda ada doa dan air mata agar anda bisa memiliki karier dan rejeki untuk kebahagiaan keluarga anda. Harus diingat itu!" Gozali mengambil sebuah map dari tas selempang Pradanya.


"Saya sudah menscreening anda sekeluarga. Sejujurnya saat anda meminta pengawal, saya kira untuk istri dan anak anda. Saya tidak mengira untuk gendakan anda! Saya bukan polisi moral tapi saya tidak suka dengan kehidupan anda!"


Bowo Saleh hanya terdiam mendengar ucapan Gozali, CEO Ramadhan Securitas. Semua orang di kalangan bisnis tahu, Gozali memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Pratomo, Blair, Reeves dan Giandra. Keluarga pengusaha yang dikenal lurus kehidupannya.


"Pak Bowo, asal anda tahu. Tunangan saya pernah di-bully oleh Rizki Damayanti saat SMP. Dan saya beritahukan, bahwa anda suatu saat akan didepak oleh wanita murahan itu jika anda sudah tidak berguna baginya dan dalam ini adalah uang. Buktinya dia berani merayu dua boss anda! Apa bukan b1tch itu?" sambung Jaehyun.


"Astaghfirullah..."


"Kembalilah ke keluarga anda, Pak Bowo. Tinggalkan j4l4ng itu. Dia tidak layak untuk dilindungi karena pasti akan mencari pria lain jika anda tidak bisa memenuhi keinginan dirinya." Gozali melunakkan nada suaranya.


***


Savitri menyantap hidangan yang disiapkan panitia dengan lahap. Dirinya mendapatkan info beberapa anggota gerombolan Rizki hidupnya ada yang baik, ada yang tidak baik. Savitri sengaja meminta Abian menyelidiki Rizki seminggu sebelum dirinya ke Jakarta agar memiliki bahan jika wanita murahan itu menyerang dirinya.


"Savitri..."


Gadis itu berbalik dan tampak Lusi, salah satu pengikut Rizki disana. Wanita yang dua tahun diatasnya itu tampak lebih tua dari usianya yang 26 tahun.


"Mbak Lusi, apa kabar?" sapa Savitri ramah.


"Alhamdulillah baik. Kamu tampak segar Sav."


"Hasil makan banyak jadi segar" kekeh Savitri.


"Beda ya anak orang kaya dengan orang biasa..." gumam Lusi.

__ADS_1


"Bedanya dimana tho mbak? Wong sama-sama masih makan nasi dan teh" ucap Savitri santai.


"Aku...mau minta maaf atas kesalahan aku dulu jaman SMP... Aku kemakan hasutan Rizki bahkan hingga aku dewasa..."


"Maksudnya gimana mbak?"


"Aku... mendapatkan banyak kesusahan selama berhubungan dengan Rizki. Aku selalu menjadi tameng semua perbuatannya..."


"Kenapa mbak Lusi tidak lepas pertemanan kalian? Itu pertemanan negatif, toxic mbak."


"Akhirnya aku melepaskan pertemanan kami, Sav, setelah suamiku sendiri direbut oleh Rizki."


Savitri terkejut hingga menutup mulutnya.


"Astaghfirullah Al Adzim... Jahatnya!"


"Iya, Sav. Aku baru menyadari betapa jahatnya dia setelah suamiku menalak aku dua tahun lalu. Dan sekarang, dia hidup dari uang mantan suamiku serta sudah mendapatkan pria lain yang lebih kaya, mantanku ditinggal dalam keadaan miskin..."


"Jangan bilang mantanmu minta kembali!"


Lusi mengangguk.


"Apakah mbak Lusi punya anak?"


Lusi menggelengkan kepalanya. "Saat mantanku menalak aku, aku dalam keadaan hamil empat Minggu. Dan akibat terkejut dengan keputusan sepihak, aku mengalami keguguran."


Savitri memeluk Lusi erat. "I'm so sorry mbak... Rizki memang jahat dan aku pastikan dia akan mendapatkan karmanya" bisik Savitri di sisi telinga Lusi.


"Rasanya ini karma untukku Sav, karena dulu aku jahat padamu padahal kamu tidak salah apa-apa" Isak Lusi.


Savitri hanya memeluk erat kakak kelasnya itu.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2