Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Eiji dan Mengantarkan Nyawa


__ADS_3

Rumah Triple M Al Jordan


Jaehyun dan Savitri melongo ketika mendengar cerita Duncan bahwa Eiji dengan beraninya mengkonfrontasi Yuna Blair yang dikenal singa betina keluarga Pratomo.


"Kowe kok kendel banget tho pianis durjana ( kamu kok berani banget pianis durjana )? Benar-benar nganterin nyawa ke Tante Yuna itu namanya cumi!" omel Savitri. "Wong bang Duncan yang badannya macam Hulk ini saja ga berani lawan mommynya, lha malah elu bambaaannggg!"


"Eh malu bertanya sesat di WC cumiiii!" balas Eiji.


"Itu mah elu kalau lagi sembelit!" balas Joshua sambil tertawa.


"Idiihhh! Gue mah kagak pernah sembelit saudara-saudaraku" ujar Eiji jumawa.


"Masaaaa?" ejek semua sepupunya.


"Cuma bebelan ( sembelit - Jawa )" sambung pianis itu kalem membuat sepupunya melongo.


"Sama ajaaaa bambaaannggg!" teriak Joshua, Ryoma dan Duncan kesal.


"Halah, beda bahasa saja kok. Sembelit atau konstipasi itu terlalu ilmiah, terlalu bau kedokteran. Enak bebelan. Tidak terlalu memusingkan kepala, singkat padat jelas!" cengir Eiji.


Jaehyun terbahak mendengar omongan iparnya yang ternyata semakin absurd. Terbiasa menjadi anak tunggal, kumpul dengan para sepupu Savitri yang tidak ada jaimnya, membuat pria berdarah Korea Indonesia itu nyaman dan merasa diterima oleh keluarga Sultan yang hilang wibawanya kalau sudah kumpul bersama keluarga besar.


"Oppa, jangan sampai kamu terkontaminasi dengan otak absurd nya pianis durjana ya. Aku mohon. Aku sudah cukup lelah kita sama-sama Membagongkan, jangan kau naikan levelmu" pinta Savitri memelas.


"Nggak sayangku. Tapi aku tidak menjamin..."


"Oppaaaa!"


***


Akhirnya dua hari ini pasukan huru hara, rombongan sirkus dan komplotan absurd kembali ke kota dan negara masing-masing. Savitri bisa bernafas lega dan bersantai sejenak dari kerusuhan yang seringnya unfaedah dan mengabsurdkan.


Dan pagi ini setelah seminggu menikah, keduanya masih pindah tidur sana sini belum mendapatkan kejelasan akan tinggal dimana.


"Ini sebenarnya kita nikah apa cuma diatas kertas saja tapi masih pacaran legal? Secara kita masih makan di rumahku tapi tidur di rumahmu. Apa-apaan ini Oppa?" omel Savitri pagi-pagi saat mereka sarapan di rumah Bu guru itu.


"Kayaknya lucu gitu deh Savitri-ya, makan disini tidur disana" cengir Jaehyun. "Setidaknya rumah tidak kosong dan mbok Mar tetap memasak buat kita."


"Astogeee demi semua makhluk di bikini bottom. Kok bisa bisanya Oppa mikir begono sih?"


"Sekarang gimana. Ini rumah kamu, milik kamu dan aku tidak akan utak Atik. Disana rumah aku, tapi kamu juga masih galau tinggal disana sama dengan aku galau tinggal disini."


"Masa kita pindah ke Seoul tinggal di rumah mas kawin nya?"


"Itu bukan solusi Savitri-ya."


"Ya sudah kita nikmati aja. Bosan disini, pindah ke depan begitu juga sebaliknya" putus Savitri.


"Yang penting kan selalu barengan. Gitu saja kok repot" senyum Jaehyun.


***


Tidak terasa sudah tiga bulan ini dua pasangan absurd menikah dan pagi ini Jaehyun terbangun dengan perutnya yang mual luar biasa. Buru - buru pria itu masuk ke dalam kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.


Savitri yang terbangun akibat gedubrakan suaminya pun turun dari tempat tidur menghampiri suaminya yang tampak lemas.


"Kenapa Oppa?" tanya Savitri bingung.

__ADS_1


"Nggak tahu. Kok tiba-tiba eneg pengen muntah..." Jaehyun menatap horor ke istrinya. "Kamu...kita... ke dokter yuk."


"Hah? Ngapain? Paling itu kamu kebanyakan makan seafood semalam. Minum obat sembuh. Atau mau aku buatkan jahe?"


"Savitri sayangku, siapa tahu kamu hamil."


"Heh?" Savitri langsung melongo. "Kok bisa?"


Jaehyun tertawa sambil menepuk jidatnya. "Ya bisa dong sayangku... Kan hampir tiap malam berbuat. Bu guru kok Lola ( Loading Lama ) sih?"


"Kalau aku hamil... terus gimana?" Jujur Savitri belum yakin dirinya hamil.


"Lha? Sayang, kamu hamil ada suaminya lagi! Kok malah bingung?"


"Iiiihhh bukan itu!" cebik Savitri.


"Terus apaan?"


"Kan aku cuti lagi bawa si saki..." keluh guru bar-bar itu yang sukses membuat suaminya bengong.


***


Mumpung hari ini hari Sabtu dan Savitri maupun Jaehyun tidak ada jadwal kerja, keduanya pun memilih untuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah untuk periksa ke dokter Obgyn rekomendasi dari Imelda.


Dan pagi ini, Imelda menyempatkan diri menemani sahabatnya yang sedang mengantri.


"Memangnya elu ada jadwal konsultasi hari Sabtu?" tanya Savitri.


"Kagak. Aku kan sekalian kepo apakah bakalan dapat keponakan atau belum plus mas Erik lagi ada tindakan hari ini jadi sekalian nunggu lah."


"Yooo jelas! Wis kamu pengen apa, aku beliin!"


"Aku pengen soto tri windu plus empalnya."


Kedua wanita cantik itu menatap Jaehyun yang nyelemong. "Yang ngidam elu Jae?"


"Kayaknya..." gumam Savitri tidak yakin.


"Bagus lah kalau laki lu yang ngidam. Jadi elu kagak kena morning sick" gelak Imelda yang mendapatkan pelototan Jaehyun.


"Nyonya Kim Jaehyun."


Savitri dan Jaehyun pun berdiri diikuti Imelda yang super kepo masuk ke dalam ruang praktek dokter Obgyn itu.


"Selamat pagi... Lho mbak Imelda kok ikutan?" senyum dokter Obgyn wanita itu saat melihat Imelda ikutan masuk.


"Aku H2C aka Harap harap cemas, apa mau dapat keponakan atau nggak" cengir Imelda.


"Owalaahhh. Selamat pagi bapak dan ibu Kim. Bapak Kim Jaehyun dan ibu Savitri Pratomo Kim?"


"Benar dok" jawab Jaehyun.


"Baik, saya dokter Ratna. Gimana nih pak Kim dan Bu Savitri?"


"Ini dok, suami saya tadi pagi muntah - muntah dan langsung mendiagnosis diri sendiri kalau dia hamil... eh salah, saya yang hamil" cengir Savitri yang mendapatkan pendelik Imelda dan Jaehyun.


"Enak saja aku hamil! Masih six pack ini belum sepack perut aku!" protes Jaehyun.

__ADS_1


"Lidahku belibet..." senyum Savitri manis membuat dokter Ratna tertawa.


"Ya ampun kalian itu lucu deh..."


"Dok, jangan kaget ya. Mereka itu pasangan Membagongkan" celetuk Imelda yang hanya memegang pangkal hidungnya.


"Eh nggak papa, mbak Imelda, malah seru. Biasanya kan suami istri pasti tegang mau anak pertama. Kok yang ini nggak ya?"


"Saking Membagongkan itu" timpal Imelda.


"Apa Bu Savitri sudah test pack?"


"Belum. Suami saya minta langsung periksa jadi saya minta tolong sahabat saya, Imelda buat daftarkan kemari."


"Baik kalau begitu. Kalian menikah sudah berapa lama?" Dokter Ratna mengajak Savitri dan Jaehyun ke ruang periksa. "Sus, ditimbang dulu Bu Savitri nya." perintah dokter Ratna ke suster yang bertugas bersamanya.


"Jalan tiga bulan" jawab Jaehyun.


"No alat kontrasepsi?"


"No dok. Kami memang ingin segera punya anak" jawab Jaehyun lagi.


"Bu Savitri beratnya 58 kg tinggi 168 cm" lapor suster itu.


"Oke. Yuk ke tempat tidur, kita USG. Apakah keponakan mbak Imelda sudah hadir atau belum." Dokter Ratna memberikan gel diatas perut Savitri yang sudah dibuka bajunya dan mulai menggerakkan alat transduser diatas perut Savitri yang tampak sedikit besar.


"Selamat, pak Kim, Bu Savitri... Ini calon keponakan kamu mbak Imelda dan usianya delapan Minggu."


Ketiga orang disana melihat dilayar monitor dan tampak sebuah titik berada di dinding rahim Savitri.


"Alhamdulillah..." ucap Jaehyun dan Savitri bersamaan sambil saling menggenggam tangan.


"Tapi...ini saya melihat ada kista kecil mbak Savitri."


"Apakah berbahaya?" tanya Jaehyun khawatir.


"Insyaallah tidak tapi saat melahirkan nanti, saya sarankan operasi karena sekalian membuang kistanya. Bu Savitri, harus rajin kontrol karena kista biasanya tidak berbahaya saat hamil tapi kita kan harus aware. Apakah Bu Savitri ada keluhan selama ini?"


"Nggak ada dok. Cuma saya kok gampang lapar ya?"


Imelda dan Jaehyun hanya melengos.


"Kamu mah memang tukang makan, Sav!" omel Imelda.


"Tapi kok ini jadi Beyond ya?"


Jaehyun hanya menggelengkan kepalanya gemas.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2