Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Di Alila


__ADS_3

"Kita mau kemana Oppa?" tanya Savitri ke Jaehyun, pacar depan rumahnya.


"Makan lah!"


"Lha mbok Mar kalau udah masak kan sayang..." ucap Savitri soalnya dia belum memberitahukan tidak akan makan di rumah.


"Aku tadi sudah telepon pak Dewo supaya mbok Mar nggak usah masak."


Savitri melongo. Demi Deni Manusia Ikan dan semua teman-temannya yang kalau ngomong saingan sama Mr Mxyzptlk musuhnya Superman yang namanya konsonan semua! Ini orang kok makin membagongkan sih!


"Kenapa Savitri-ya?"


"Kok Oppa makin seenaknya ya main telepon rumah bilang nggak usah masak ke mbok Mar."


"Lho aku nggak telpon ke rumahmu. Aku telepon pak Dewo."


Savitri menatap kesal. "Sama aja bambaaannggg!"


"Hah? Siapa Bambang?" Jaehyun menoleh bingung.


"Iiissshhh! Oppa telepon pak Dewo?"


"Iya."


"Pak Dewo dimana tinggalnya."


"Di rumahmu."


"Ya kan sama saja itu telepon ke rumah aku, Oppppaaaaa!" Savitri merasa gemas dengan pria Korea di sebelahnya itu.


"Oh gitu ya?" jawab Jaehyun santai.


"Allahuakbar!! Paringi sabar... paringi sabar ( kasih sabar )..." Savitri mengusap-usap dadanya merasa kesal sendiri. Ya benar aku minta pacar atau pasangan membagongkan tapi kok ya malah stress dan gemas sendiri! Makanya tho Sav, kalau nyebut dan doa itu jangan pas Maghrib dekat pintu, malaikat lewat itu nyatet doamu langsung pakai tinta emas tahu nggak!


"Mau makan dimana nih?" Jaehyun membuyarkan Omelan Savitri dalam hati.


"Terserah Oppa."


"Oom kamu masih di Alila?" tanya Jaehyun.


"Masih. Kenapa?"


"Kita makan di Alila saja yuk. Sekalian ngobrol dengan Oom Stephen mu."


"Aku hubungi Oom Stephen dulu." Savitri mengambil ponselnya dan menghubungi Stephen Blair.


Setelah janjian, Jaehyun lalu membawa mobil Mercedes itu ke hotel Alila.


***


Rumah Savitri Manahan Solo


Sebelumnya Savitri meminta mereka pulang dulu untuk mandi dan berganti pakaian. Dalam waktu setengah jam, keduanya sudah dalam mobil Jaehyun sendiri dan pria itu menoleh ke arah gadisnya.


"Kamu mandi nggak sih?" tanya Jaehyun.


"Oppa ganti baju nggak sih?" balas Savitri. "Soalnya bajunya kayak nggak ganti."


"Ganti kemeja doang. Kan aku kemeja hitam punya banyak" jawab Jaehyun. "Kamu sendiri?"


"Mandi lah! Nggak kecium apa wanginya?"


"Wanginya wangi Dior..."


"Iiissshhh Oppa nih! Mandi tahu!" omel Savitri sambil mengeplak bahu Jaehyun.

__ADS_1


"Ya Ampun Sav, jangan pukul gitu dong! Yang mesra gitu... Usap pipi aku kek, usap bahu, bukan ngeplak!" sungut Jaehyun sambil mengusap-usap bahunya. "Kamu tuh kalau mukul niat banget ya!"


"Baru tahu?" cengir Savitri. "Oppa..."


"Hhmmm."


"Jo Malone."


"Hah?"


"Parfum kamu. Jo Malone."


Jaehyun tersenyum. "Kok tahu?"


"Soalnya mas Panji, kakak aku, parfumnya itu."


"Ooohh. Pantas tahu." Jaehyun tersenyum ke arah Savitri.


***


Rooftop Lounge Alila Hotel Solo


Savitri dan Jaehyun menuju rooftop salah satu hotel yang memiliki restauran dan lounge rooftop di Solo. Sepanjang jalan, Jaehyun menggandeng tangan Savitri sambil mendengarkan cerita gadis itu tentang Ekadanta yang masih mengusiknya di sekolah.


"Nggak kapok-kapok ya orang itu? Apa perlu aku buang ke puncak Everest?" sungut Jaehyun.


"Jangan Oppa."


"Kenapa?"


"Nanti dimakan Yeti."


Jaehyun menoleh ke arah Savitri. "Yeti itu cuma ada di Tibet!"


"Tahulah!"


"Dari mana? Pasti dari web paranormal activity atau web supranatural" tebak Savitri.


Keduanya kini masuk lift yang sudah dibuka khsusu ke lantai rooftop oleh petugas hotel.


"Ngapain buka web seperti itu? Kurang kerjaan!" kekeh Jaehyun.


"Lha habis dari mana?"


"Tintin di Tibet. Kan Tintin sama Kapten Haddock ketemu Yeti kan pas nyelamatin temennya si Chang. Benar nggak?" cengir Jaehyun.


"Oh yang mau dijadikan karpet sama kapten Haddock itu?" timpal Savitri.


"Nah tahu juga!" gelak Jaehyun.


"Oppa, tahu lah Tintin. Trigan dan Storm aku juga tahu!" sungut Savitri.


"Wah kamu tahu juga?"


TING!


Suara lift sampai di lantai rooftop membuat keduanya berhenti mengobrol dan keluar mencari Stephen.


"Tuh Oom kamu." Jaehyun menunjuk ke arah pria yang mengenakan kaos turtle neck hitam, celana abu-abu sambil duduk dan menelpon seseorang.



Stephen Blair


"Iya sayang. Ini Savitri dan Jaehyun pacar depan rumahnya sudah datang." Stephen berbisik pada Savitri 'Tante Diana'.

__ADS_1


"Hai Tante!" seru Savitri cuek.


"Iya, nanti aku sampaikan. Iyaaa... " Stephen tertawa. "Simpan buat aku, okay? Bye. Love you." Stephen mematikan ponselnya. "Sorry Jae, istriku, Diana menelepon aku menanyakan kenapa suaminya masih menjadi bang Toyib di Solo."


Savitri dan Jaehyun tertawa. "Memang kasusnya sudah sampai mana Oom?" tanya Savitri.


"Sudah pelimpahan berkas ke kejaksaan. Dan menurut rencana Minggu depan sudah mulai sidang. Sengaja Oom minta cepat paling tidak dua kali seminggu biar para orang tua segera mendapatkan ketenangan dan pelaku dihukum seberat-beratnya."


Savitri merasa lega.


"Tapi kamu harus datang menjadi saksi lho Sav" senyum Stephen.


"Iya Oom. Savitri tahu."


Seorang pelayan datang dan ketiganya memesan makanan serta minuman.


"Oom, gimana jadi gabung ke keluarga Pratomo? Setahu aku, keluarga Pratomo itu keluarga lurus tapi dapat menantu Edward Blair yang notabene anak buah Duncan McGregor, mantan mafia Inggris... Aku ga paham." Jaehyun menatap Stephen bingung.


"Salahkan Tantenya Savitri pertama yang menikah dengan Mike Cahill. Nabila itu membuat seorang Duncan McGregor jatuh cinta dan ingin jadi menantu nya yang keturutan ke Mike. Oom Adrian Pratomo tidak masalah karena saat itu tuan McGregor memutuskan mundur setelah kena tembak.


Setelahnya Edward bertemu dengan Yuna dan keduanya nyaris tidak jadi menikah tahu ada taruhan disana. Lalu, Diana istriku adalah sahabat Abimanyu Giandra, suami Adara Utari yang juga orang tua Rhea yang menjadi istri Duncan Blair, anak Edward dan Yuna."


Jaehyun memegang pelipisnya. "Omo, jadi saling berkaitan..."


"Jangan lupa, Joshua Akandra ayah kandungnya mantan ketua mafia Korea Selatan, Silver Shinning" senyum Stephen.


"Sayang, benar-benar deh! Aku tidak habis pikir dengan kekacauan keluarga kamu" ucap Jaehyun sambil memegang pelipisnya.



Pusing bang ? Sama ...



Senyumnya cerah banget


"Gak usah pusing sekarang. Siapakan mental jika kamu berkumpul dengan para sepupu aku" senyum Savitri manis.


"What?! Apa yang akan terjadi?" Jaehyun menatap panik.


"Lebih durjana..." gelak Stephen.


"Really Oom?" Jaehyun menoleh ke pria bermata biru itu.


"Serius Jae. Nggak generasi Oom, nggak generasi Savitri, minus akhlak kalau kumpul! Tidak ada jaim-jaimnya padahal kamu tahu kan kami siapa saja kalau di dunia bisnis. Jika kumpul keluarga, seperti ada kode etik tersendiri untuk tidak membicarakan bisnis dan lebih mementingkan penistaan satu sama lain."


Savitri hanya menyesap minumannya yang baru saja datang.


"Pantesan Savitri-ya seperti ini, cuek, sebodo amat, Membagongkan... Ada komunitasnya rupanya" kekeh Jaehyun.


"Apa? Komunitas?" pendelik Savitri.


"Iya lah!"


Stephen hanya tertawa melihat keponakan dan pacar depan rumahnya ribut sendiri.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2