
RR's Meal Mega Kuningan Jakarta
Savitri menatap Jaehyun dengan tatapan tidak percaya, marah, jengkel, gemas dan merasa dibohongi! Wajah Jaehyun yang hanya menatap dirinya sambil tersenyum, membuat gadis itu langsung kalap.
"Kamu! Itu!" Savitri bangkit dari duduknya langsung mengeplak Jaehyun membabi buta membuat pria Korea Indonesia itu harus melindungi wajah dan kepalanya dari pukulan guru cantik itu. "Dasar Ahjussi! Jangan-jangan kamu umurnya 48! Bukan 28!" amuknya.
Duncan yang kebetulan duduk di sebelah Savitri, langsung menarik tubuh adiknya yang masih model trance.
"Lepasin bang! Aku masih harus menghajar Ahjussi brengsek itu!" Savitri meronta dalam pelukan Duncan.
"Sav! Benjol tar tuh si Jaehyun !" seru Eiji. Para sepupunya yang lain hanya tertawa melihat gadis Reza Pratomo mendapatkan pacar yang super Membagongkan sesuai keinginannya.
Biarin! Belum kena hajar bakiak aku!" Savitri masih berusaha melepaskan diri tapi tangan kekar Duncan lebih kuat.
"Kamu nggak pakai bakiak, Savitriii!" gelak Miki.
"Aku pakai wedges!" teriak Savitri kesal.
Jaehyun pun berdiri setelah melihat gadisnya tampak ngamuk. "Bang, udah nggak papa. Aku yang handle Savitri-ya" ucap pria berkulit putih itu ke arah Duncan.
"Apa kamu yakin Jae? Bisa-bisa kamu dibanting lho" seringai Duncan.
"Sudah tabah aku bang. Resiko aku..." Jaehyun menjawab dengan wajah memelas.
Sontak semua orang di ruangan itu terbahak.
"Astagaaa! Drama kalian lebih seru!" gelak Javier.
"Aku lepas lho ini?" kekeh Duncan sedangkan Savitri masih mode bertarung.
"Lepas aja bang. Nggak papa..."
Duncan melepaskan pelukannya di tubuh Savitri dan gadis itu berdiri dengan nafas memburu.
PLAK!
Jaehyun diam saja saat Savitri menamparnya.
"Kamu! Kamu..." Jaehyun langsung memeluk Savitri yang masih menolak tapi pria itu tetap memeluknya. Terasa tubuh Savitri bergetar menahan tangis. Jaehyun tahu kalau gadisnya sudah emosi tinggi, pasti akan keluar air mata mahalnya.
"Maaf kalau aku tidak jujur soal aku bisa bahasa Indonesia tapi soal umur, aku beneran 28 tahun. Kamu bisa periksa paspor, SIM dan id card aku kok..." ucap Jaehyun yang semakin membuat semua orang tertawa.
"Kamu nyebelin..." isak Savitri dalam pelukan Jaehyun.
"Tahu."
"Kamu Membagongkan!"
"Kan seperti yang kamu minta."
"Tapi aku sayang kamu!"
__ADS_1
"Itu pun aku juga tahu Savitri-ya..." Jaehyun melepaskan pelukannya lalu berlutut di hadapan Savitir membuat semua sepupu perempuannya langsung ber 'aaaahhh' ria.
"Savitri Putri Pratomo, will you marry me? Jujur aku gugup banget tapi mau gimana... Nekad lah!" Jaehyun mengeluarkan kotak beludru hitam dari saku celananya.
"Lamaran model apa tho ini? Ngomong itu cukup sampai will you marry me jangan ditambah kenapa?" omel Savitri sambil mengusap air matanya.
Jaehyun tersenyum. "So? Will you?"
"Will lah! Meskipun aku jek anyel Karo Kowe!" Savitri mengulurkan tangannya dan Jaehyun memasangkan cincin cantik itu di jari manis guru cantik itu.
"Aaaaaahhhh! So sweet!" seru para sepupu perempuannya.
Jaehyun berdiri lalu memegang wajah cantik Savitri lalu mencium nya lembut.
"Astagaaa! Tadi Jeremy sama Rain. Sekarang Jaehyun dan Savitri! Ada apa dengan pria berawalan huruf J. Bang Joshua jangan ikutan cium mbak Miki! Javier juga! Jangan cium-cium Agatha!" protes Eiji. "Diajeng Aya-aya, gimana kalau kita juga ci..."
"Nggak ya mas Eiji! Pokoknya nggak!" hardik Ayame membuat pianis itu manyun.
Para sepupu Savitri yang sudah memiliki pasangan tampak saling memegang tangan pasangannya, ikut terhanyut melihat keuwuan pasangan Membagongkan itu.
"Wah! Selamat kalian berdua!" ucap Kenzo setelah Jaehyun selesai mencium bibir Savitri. "Kapan kalian lamaran resmi?"
"Besok appa dan mommyku datang dari Seoul dan insyaallah lusa kami resmi lamaran ke Oom Reza dan Tante Andira. Kalian semua diundang kok" jawab Jaehyun. "Mumpung pada belum pulang ke negara masing-masing kan?"
"Aseeekk! Bikin kerusuhan lagi!" seru Eiji yang langsung mendapatkan pelototan dari semua orang.
"Kamu mau dihajar Opa Adrian?" hardik Duncan kesal sepupunya memang minus akhlak.
"Wooo kualat lu tar!" ledek Ryoma.
"Sudah, sudah" pisah Keanu. "Sekali lagi selamat atas pernikahannya Rain dan Jeremy, selamat atas pertunangannya Savitri dan Jaehyun. Jujur kami-kami sebagai kakak laki-lakinya khawatir jika adik perempuan kami tidak mendapatkan pasangan yang baik karena di keluarga kami, sangat menjunjung martabat wanita. Alhamdulillah, Rain mendapatkan Jeremy yang sampai harus nekad meskipun masih dalam hukuman, main kabur ke Jakarta."
Elang hanya tersenyum sambil mengangkat minumannya. "Demi Rain, aku akan melakukan apa saja, mas Keanu."
"Good. I'm so glad to hear that dan semoga tetap dijaga perasaan itu." Keanu mengangguk ke Elang.
"Jaehyun, terimakasih kamu mau menerima adik kami yang terkenal bar-bar. Dan mas Keanu harap, besok kalau kamu sudah menikah, jangan kamu hajar hidden gem nya ya dik, pokoknya jangan!" Keanu menatap Savitri dengan penuh perasaan dan memohon.
"Kalau Oppa celutak, nggak aku tendang kok mas, tapi aku cincang!" ucap Savitri penuh penekanan.
"Astaghfirullah! Savitriii!" seru para sepupunya.
"What?" Savitri menatap polos ke semua saudaranya sedangkan Jaehyun hanya memberikan sepiring mashed potatoes yang masih utuh ke gadisnya.
"Kamu lapar kan? Habis hajar aku?"
"Ah oppa memang paling pengertian. Kok tahu?" Savitri langsung melahap mashed potatoes nya.
"Perutmu tadi bunyi" jawab Jaehyun tanpa beban membuat semua orang terbahak.
Wajah Savitri langsung merah padam. "Kamu nyebeliiiinnnn!"
__ADS_1
***
Usai dari kumpul-kumpul, Duncan mengajak Savitri dan Jaehyun kumpul berempat bersama Rhea di sebuah coffee shop sedangkan para sepupunya yang lain memilih acara sendiri-sendiri.
"Sudah lama ya Jae, kita baru bertemu lagi" ucap ayah Kaia itu.
"Terakhir waktu di New York ya... atau Tokyo?" Jaehyun mencoba mengingat.
"Yah sudah lama lah." Duncan memeluk Rhea yang duduk di sebelahnya.
"Tahu nggak bang Jae, pas Savitri bilang pacarnya depan rumah di grup chat, aku nggak percaya. Tapi Rain, bang Neil dan mas Abian cerita baru aku percaya soalnya kan mereka yang sudah bertemu langsung dengan kalian."
"Aku sendiri juga tidak tahu kalau Savitri-ya menempati rumah depan rumah aku."
"Kamu bahagia Sav?" tanya Duncan.
"Hepi lah bang Duncan. Dapat pria yang sesuai dengan kriteria yang aku inginkan. Bisa Bagong, bisa Petruk, bisa Gareng dan bisa Semar" jawab Savitri asal.
"Kamu itu menganggap bang Jaehyun punakawan?" gelak Rhea. "Oh, gimana dengan pria yang dulu stalking kamu?"
"Si Ekadanta?"
"Iya. Gimana kabarnya. Katanya sudah menikah karena DP duluan?" tanya Rhea bersandar di bahu kekar Duncan.
"Sudah cerai" jawab Jaehyun.
"Haaaaahhh?" seru Duncan dan Rhea bersamaan. "Kok bisa?"
"Klasik reason. Pas Anaknya lahir kemarin, si Ekadanta mengajukan test DNA karena merasa si anak nggak mirip dia. Dan benar, bayi itu bukan anaknya!" ucap Savitri. "Langsung deh ditalak! Dasar Lanangan celutak! Pancen wedhus tenan!"
Rhea terbahak mendengar umpatan Savitri. "Kamu tuh kalau misuh, lucu!"
"Jangan ikutan ya Rey, cukup guru satu ini saja!" tegur Duncan sambil mencium pucuk kepala Rhea.
"Terus benar ditalak?" tanya Rhea.
"Yup!" jawab Jaehyun. "Kasihan anaknya yang nggak salah."
"Maka dari itu, bukan karena kami memegang ajaran old fashion yang harus menjaga kehormatan diri karena ya gitu. Kalau semuanya berawal dari yang tidak baik, kemungkinan besar akan berakhir tidak baik meskipun tidak semuanya" ucap Duncan.
"Insyaallah bang, di keluarga kita semuanya berawal dari yang baik meskipun memiliki dramanya sendiri hingga terus berlangsung dengan penuh kebaikan" sahut Savitri.
"Aamiin."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️