
Villa di Kasihan Bantul Yogyakarta
"Haaaattssyyiinnggg!" Savitri mengusap hidung mancungnya dengan kasar. Jaehyun memberikan secangkir wedang jahe panas dan diterima olehnya. Savitri merutuki kebagongan otaknya yang mulai rusuh, gara-gara pagi tadi dirinya berenang dan Jaehyun mengikutinya. Karena dirinya penasaran apakah bisa ber*cinta di kolam renang mumpung cuma berdua, dicobalah.
Suaminya pun hayuk-hayuk saja dan keduanya pun proses mengadon di dalam kolam renang. Sensasinya memang berbeda tapi efeknya sekarang dirinya harus bersin-bersin karena kelamaan di air.
"Kenapa sih kamu nggak papa?" omel Savitri yang memakai kimono dan selimut sambil menyesap wedang jahe buatan suaminya. Jaehyun sendiri dengan cueknya hanya memakai handuk dibawah pinggangnya dan menampilkan dada bidang serta perutnya yg kotak-kotak.
"Lha aku kan anak Seoul jadi biasa hawa dingin."
"Tapi kan kamu sudah jadi wong Solo dua tahun ini."
"Lha aku kan cetakan Seoul. Eh, Savitri-ya, kapan kamu dapat periodenya?" tanya Jaehyun serius.
"Seminggu sebelum nikah jadi sekarang bisa malam pertama eh pagi kedua ding. Kenapa memangnya?"
"Kalau bulan depan kamu hamil, berarti anak cetakan kolam renang dong?" gumam Jaehyun sambil duduk di sebelah Savitri yang menatap wajah suaminya dengan tatapan horor.
"Kok kesannya gimana gituuu... Beneran deh! Habis lepas jadi biksu, semakin Membagongkan!" sungut Savitri kesal. "Pakai baju gih! Tar enter wind lho!"
Jaehyun berjalan ke lemari tempat Savitri menyimpan semua baju-baju mereka dari koper. Savitri hanya menatap tubuh suaminya sambil sedikit ngiler. Udah, kagak usah diforsir, bambaaannggg! Seumur hidup itu body punya elu juga!
****Duh roti gembong****
Jaehyun pun mengambil kemeja dan celana jeans nya lalu memakainya. Setelah rapi,. dilihatnya istrinya sudah melepaskan selimut dan berjalan menuju lemari baju.
"Kamu udah mendingan?" tanya Jaehyun yang geli, gemas dan kasihan melihat hidung istrinya merah macam tomat.
"Udah! Yuk cari makanan. Aku lapar! Breakfast tadi pagi kurang."
Jaehyun terbahak. "Habis olah raga, lapar Bu?"
"Yang bikin saya lapar, siapa ya pak?"
"Tapi olah raganya asyik juga ya Bu?"
"Kalau mau kayak tadi agak siangan biar saya nggak kademen ( kedinginan )."
"Lho tapi kan malah panas di kolam?"
"Iyo panas tapi bar Kuwi efeknya aku gek sadar nek kademen. Ngunu pak ( iya panas tapi habis itu efeknya aku baru sadar kalau kedinginan. Gitu pak )" sahut Savitri kalem sambil memakai bajunya.
Jaehyun tersenyum smirk lalu mencium pelipis Savitri. "Kamu gemesin!"
"Baru tahu pak kalau istri bapak ini menggemaskan?" Savitri pun mulai berdandan dan Jaehyun dengan sabar menunggu istrinya selesai.
"Aku gini saja ya Oppa?" Savitri menampilkan bajunya.
"Iya, gitu ajah. Samaan santai."
__ADS_1
Biarpun flu tetap kuliner
Yang semakin Membagongkan
***
Jaehyun dan Savitri menikmati acara jalan-jalan di kota Jogjakarta. Meskipun keduanya bisa kabur honeymoon ke luar negeri, tapi Savitri lebih suka pilihan Jaehyun yang memilih menikmati malam pertama di Jogjakarta.
Selain kota itu tidak jauh dari Solo, Savitri suka dengan kulinernya yang banyak mekipun terkadang rasa lebih enak Solo.
Jaehyun mengajak Savitri sarapan kedua gudeg khas Jogja yang cenderung kering dibandingkan gudeg Solo ataupun Semarang yang basah. Usai sarapan, mereka memilih berjalan - jalan di Malioboro sambil menikmati suasana disana.
Karena hari ini hari Minggu, sudah pasti ramai dan Jaehyun menggandeng erat tangan istrinya tidak terlepas. Keduanya pun menuju Mirota dan membeli beberapa barang untuk orang rumah.
"Kamu nggak beli batik?" tanya Jaehyun yang mendapatkan pelototan dari Savitri.
"Aku wong Solo, ngapain beli batik disini? Wong sama saja dan kadang murah Solo kok!" jawab Savitri cuek.
"Kamu tuh uang banyak, punya suami kaya, masih cari yang murah?" tanya Jaehyun tidak percaya.
"Eh jangan salah! Cewek kalau dapat barang diskon, murah, kwalitas bagus, itu bahagia Oppa. Apalagi kalau sale barang yang kamu incer dan dapat, wuuuiiihhh laksana aku dapat sate buntel pak Manto dua porsi!"
Jaehyun terbahak. "Kamu tuh nggak jauh-jauh dari makanan!"
"Kamu mau seprainya?" tanya Jaehyun.
"Eh, kita belum menemukan kata mufakat. Kita tinggal dimana? Rumahku atau rumah Oppa?"
"Oh iya ya. Mentang-mentang rumah hadap-hadapan jadi belum berpikir... Oh No!"
"Apaan?"
"Kamarku cowok banget!" Jaehyun menatap melas ke Savitri.
"Gini nih! Punya pasangan Membagongkan terlalu santai karena rumah dekat, jadi kagak kepikiran membahas mau tinggal dimana?" omel Savitri.
"Apa tiga hari di rumahku terus empat hari di rumahmu?"
Savitri melongo lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi Jaehyun. "Oppa, kok anget?"
"Iyalah anget, kalau dingin aku zombie dong!"
Savitri terbahak. "Sek, kasurnya oppa ukuran berapa? Tebalnya seberapa?"
"180x200."
"Merk? Jangan bilang King Koil!"
__ADS_1
Jaehyun nyengir.
"Yaaahhh seprainya ga bisa bambaaannggg!"
"Gimana kalau di kasurmu?"
"Iya paling bisa ya di kasur aku... Soalnya bukan king koil."
"Memang merk kasurmu apa?"
"Elite."
"Ya udah dibeli saja tuh seprainya kalau kamu pengen" senyum Jaehyun.
Savitri pun mengangguk lalu mulai memilih motifnya dan Jaehyun hanya bisa melengos ketika guru cantik itu dengan cueknya main tawar padahal menurut Jaehyun itu sudah murah!
Akhirnya setelah melakukan acara tawar menawar dan berdebat kusir tidak jelas, akhirnya Savitri mendapatkan empat seprai yang diincarnya dengan harga cukup miring.
"Kamu tuh! Udah tahu itu harganya memang segitu, masih ditawar?" omel Jaehyun setelah mereka keluar dari pasar.
"Lha ngawur jualinnya! Gara-gara lihat kamu dikiranya aku nggak bisa bahasa Jawa! Tidak semudah itu férguso! Setidaknya uang kamu kan terselamatkan lumayan karena aku mendapatkan harga 80% dari harga yang ditawarkan setelah aku tekan!"
"Ya ampun, Savitri-ya... Next time jangan begitu. Apa kamu nggak mikir, mereka dapat untung seberapa? Belum biaya sewa dan listrik? Belum biaya lainnya. Kalau mau nawar, sewajarnya lah. Jangan sadis, karena kamu kan tidak tahu proses sampai ke tanganmu itu sudah habis biaya berapa." Jaehyun menatap istrinya lembut. "Oke sayang?"
Savitri tersenyum. "Oppa, ternyata aku nggak salah pilih suami! Meskipun kamu Membagongkan, tapi kamu itu dewasa banget!"
"Aku juga nggak salah pilih istri, yang galak judes tapi punya prinsip hidupnya lurus. Kamu bisa saja meleng dan celutak mengingat banyaknya uang yang kamu dapat tapi kamu memilih untuk hidup santai meskipun tunggangan kamu si Saki dan si papa itu semua limited edition."
Savitri tertawa. "Susah tahu dapatnya si saki sama si papa. Sampai harus pesan ke Jepang dan Italia."
"Aku tahu tapi kamu itu memang wanita tangguh, bukan wanita gembeng kecuali pas kamu nonton drama Korea..."
"Yeee aku tidak suka klemak klemek style. Gemes kok ya nggak wush ngunu!"
Jaehyun merangkul bahu istrinya. "Sekarang kamu mau kemana lagi?"
"Beli pempek Bu Kamto yuk! Mumpung dekat!"
"Makan lagi?"
"Oppa, menawar itu juga membutuhkan energi! Ayo!"
Jaehyun hanya meringis melihat wajah cantik istrinya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️