
RR's Meal Mega Kuningan Jakarta
Savitri tampak cemberut mendengar ucapan Ryoma yang lebih mirip ledekan. Rain dan Jaehyun hanya tersenyum melihat gegeran dua sepupu itu.
"Elu tuh ya cumi, biarpun aku bar-bar bukan berarti semua gegeran karena aku lah!" omel Savitri ke Ryoma yang usianya tidak terpaut jauh darinya.
"Lha kata bang Joshua sama Abian, kamu gegeran sama bocah itu di pinggir jalan" kekeh Ryoma sambil menunjuk Jaehyun.
"In English Ryoma. Jaehyun nggak paham bahasa Indonesia" ucap Savitri.
Ryoma melongo. "Tapi ... " Ryoma menghentikan ucapannya saat melihat Jaehyun meletakkan jari telunjuknya di bibirnya. Posisi pria itu memang berada di belakang Savitri hingga gadis itu tidak bisa melihat kode yang diberikan kekasihnya.
Ryoma pun paham kode yang diberikan oleh Jaehyun, begitu juga Rain. Dalam hati mereka berdua, Savitri menemukan lawan seimbang soal Membagongkan sesuai dengan permintaannya.
"So, Jae. Senang pacaran sama sepupuku yang selalu bangga menjadi anak yang Membagongkan?" goda Ryoma dengan bahasa Inggris.
"Senanglah! Ngapel nggak usah jauh - jauh, tinggal nyebrang. Makan tinggal minta depan rumah sekalian kencan. Nikmat mana yang kau dustakan?" cengir Jaehyun. "I'm sorry Rain" lanjutnya saat melihat wajah sendu gadis manis di hadapannya.
"Nggak apa-apa, Oppa. Memang jalannya aku sama Elang harus begini" jawab Rain dengan senyum getir.
"Masih belum ada kabar?" tanya Savitri yang prihatin dengan kisa asmara sepupunya yang paling kalem.
"Jeremy masih harus setahun lagi menjalani hukuman tahanan kota. Bahkan dia tidak boleh meninggalkan rumahnya meskipun hanya untuk ke kota London" jawab Ryoma.
"Hukuman tahanan rumah?" Jaehyun mendelik.
"Iya, dan Jeremy mengambil hukuman itu. Dan kekayaan McCloud hilang lebih dari separuhnya untuk membayar kompensasi akibat perbuatan saudara tirinya." Ryoma merangkul bahu adiknya yang tampak sendu.
"Don't worry, Rain. Selain Rhea, aku dan Oppa mendukung kamu dan Jeremy. Yakin kalau kalian berjodoh, apalagi Jeremy bucin banget sama kamu kan?" Savitri menatap Rain lembut. "Kalau Oom Ryu masih nggak ikhlas, aku sarankan kalian kawin lari di Senayan!" (Tahu kan darimana ide Rain kawin lari di Senayan ).
"Kamu tuh kalau kasih usul yang make sense gitu lah Sav! Mau kawin lari atau jogging? Nggak jelas banget!" omel Ryoma.
"Kebayang nggak sih Oom Ryu ngejar kalian yang sambil lari ucapin ijab qobul keliling Senayan?" gelak Savitri absurd.
"Astaghfirullah! Jae, elu udah kasih obat belum? Savitri kumat sedengnya!" Ryoma menatap judes ke Jaehyun.
__ADS_1
"Belum aku tebus, Ryoma."
Sontak Ryoma tertawa terbahak-bahak. "Astagaaa! Ternyata kamu sama sintingnya!"
Rain tertawa kecil melihat kerecehan Savitri dan Jaehyun.
***
Sejam kemudian Gozali datang bergabung tapi tanpa Maira yang katanya ingin istirahat, berhibernasi bagaikan beruang di musim dingin.
"Tumben Mai nggak ikut Goz?" tanya Ryoma.
"Kemarin dia cerita kalau harus mencari angka sampai nyureng dan memeras otaknya. Maklum sebagai accounting kan nggak boleh selisih satu sen pun jadi aku biarkan saja dia istirahat, mumpung libur long weekend" jawab Gozali.
"Iya sih. Kalau sudah selisih itu memang ngajak gelut rasanya" umpat Ryoma.
"Tadi terus gimana bang Goz? Katanya ketemu Oom Mangga ya?" Savitri menoleh ke arah sepupu angkatnya.
"Yaaa dibereskan lah. Kamal Hadiyanto langsung memberikan surat pemecatan tidak hormat ke Rizki, Bowo Saleh dicopot jabatannya menjadi manajer biasa dan Amira istrinya tidak memprotes keputusan Kamal karena posisi suaminya yang salah. Dan Oom Mangga meminta agar Rizki pergi meninggalkan Jakarta atau kalau perlu luar Jawa sekalian..."
"Ke Jayapura sana! Kan mereka nggak tahu sepak terjangnya si murahan itu!" potong Savitri kesal.
"Biarpun kelamaan sih... Tapi setidaknya bukan aku yang membuat dia dipermalukan seperti itu." Savitri menyesap orange juice nya.
"Yang penting itu mbak. Bukan mbak Sav yang membuat gegeran" timpal Rain.
"Tapi aku curiga dengan dua orang disini." Savitri menunjuk jarinya ke Jaehyun dan Gozali. "Kalian punya kode tersendiri. Ayo sekarang jelaskan, apa yang sudah kalian rencana kan kenapa bisa sampai Amira dan Kamal Hadiyanto datang ke acara reuni?"
Jaehyun dan Gozali saling berpandangan.
"Nah itu tuh! Tatapan saling kode-kodean macam agen rahasia tidak jelas" sambung Savitri.
"Susah kalau punya adik cerdas" gelak Gozali.
"Jadi tadi Gozali punya ide bagaimana membuat semua orang yang berkaitan dengan Rizki bisa membalas dendamnya karena selama ini mereka selalu diancam akan dibawa ke polisi. Rizki ini juga ada main dengan banyak orang termasuk beberapa oknum penegak hukum yang diajak menjadi nasabahnya. Jadi para korbannya, tidak berani melawan termasuk kakak kelasmu yang bernama Lusi."
"Aku menghubungi Amira dan Kamal Hadiyanto. Kamal aku kenal baik sebab dia memang memakai jasa pengawalan aku beberapa kali. So, singkat kata aku ceritakan semuanya dan mereka datang lalu terjadi lah kejadian tadi" sambung Gozali.
__ADS_1
"Lalu, apa oknum yang terlibat dengan Rizki membantunya di kantor polisi?" tanya Rain.
"Jelas balik badan semua. Apalagi ada Oom Mangga disana. Tahu sendiri Oom Mangga hidupnya lurus dan paling benci soal slengki dan zinah. Aku tidak tahu bakalan gimana para oknum itu meskipun itu urusan pribadi ya tapi kan menyeret instansi juga."
"Makanya kita itu sudah dididik dari kecil tentang hidup lurus. Aku awalnya menganggap aturan yang diterapkan oleh Eyang Arga Pratomo itu kuno tapi ternyata banyak faedahnya. Buktinya skandal nyaris tidak ada dan hidup kita jauh lebih nyaman dan barokah" ucap Ryoma.
"Eyang Kakung kan maunya anak cucu cicitnya hidup nya jauh dari dosa. Meskipun kita pasti akan memiliki dosa tapi setidaknya bukan dosa dari zinah atau pun berkhianat dari pasangan" sambung Savitri.
"Jae, kamu nggak kaget Savitri bisa ngomong benar?" Goda Ryoma.
"Kayaknya tidak perlu obat deh ... Aduuuhh!" Jaehyun mengusap bahunya yang dikeplak Savitri. "Aku tarik omonganku. Dia masih perlu obat."
Ketiga sepupu Savitri tertawa mendengar ucapan absurd pria Korea itu.
***
Mansion Giandra
Abimanyu dan Adara hanya melongo mendengar cerita Savitri, Jaehyun dan Gozali saat mereka semua berada di ruang makan untuk makan malam.
"Kamal Hadiyanto aku kenal baik, Goz. Dia membeli dua mobil mewah dari aku dan Kresna, dia memang masih muda. Pintar anaknya jadi tidak heran usia dua puluh sudah terjun di dunia bisnis bapaknya. Jadi aku tidak heran kalau Kresna keblusuk rayuan gombal wanita murahan macam Rizki itu" ucap Abimanyu.
"Kamal memang tadi berterima kasih dengan aku yang sudah memberikan informasi. Karena sebenarnya Kamal sudah lama ingin memecat Rizki tapi tidak ada alasan karena kerjanya selalu lewat target" papar Gozali.
"Tapi ternyata lebih target dari hasil buka selang*kangan ya nggapleki tho!" umpat Dara yang membuat semua orang menatap Necan kesayangan Kaia itu.
"Adara... Kok bisa sih ngumpat seperti itu?" protes Abi.
"Bisa saja tho mas Abi. Masa aku nggak boleh ngumpat?" Dara tersenyum manis ke suaminya.
"Mboten pareng, Adara. Mboten patut! ( Tidak boleh Adara. Tidak pantas )" sungut Abi.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️