
Rumah Keluarga Pratomo Manahan Solo
Joshua dan Rain menatap geli ke arah pasangan terbagong abad ini dan diam-diam ayah si kembar Josephine dan Marissa bersyukur adiknya mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginannya, membagongkan.
"Jae, selama kamu bersama Savitri, sudah lihat dia makan paling banyak berapa piring?" Tanya Joshua usil.
"So far baru dua piring nasi sih tapi kalau lauk, tiga ayam goreng paling banyak. Kemarin pulang dari pengadilan, dia makan satu porsi nasi gudeg dan satu porsi opor ayam, dua es teh dan dua mangkuk es puter adem ayem, Hyung."
"Astaghfirullah! Habis itu Oppa?" Tanya Rain.
"Habis lah!" Balas Savitri. "Wong enak, dibayarin pulak!"
Joshua dan Rain terbahak. "Lama-lama kamu bangkrut Jae..." Kekeh Joshua.
"Tenang Oppa, kalau bangkrut soal aku makan seperti Buto ijo, nanti aku jual tas Hermes Birkin dari bang Duncan buat biaya aku makan" jawab Savitri kalem.
"Kenapa nggak Sakimu saja yang dijual?" Goda Jaehyun.
Savitri langsung mendelik judes. "Apa? Jual si Saki? Oppa mabok ya! Enak saja jual si Saki! Limited edition ituuuu!"
"Dan dia ngamuk lagi..." Keluh Jaehyun.
Rain tertawa melihat kelakuan receh kakak dan kekasihnya, setidaknya dirinya mendapatkan hiburan setelah ditinggal Elang ke London untuk menjalani hukuman tahanan rumah selama dua tahun.
***
"Sav..."
"Apa Oppa?" Savitri dan Jaehyun menyudahi panggilan video dengan Rain dan Joshua, kini keduanya menikmati acara movie Sunday yaitu menonton film klasik Flash Gordon yang sempat tertunda gara-gara kondangan di hotel Dana.
"Rain ada apa sih? Kok wajahnya tampak sedih? Apa pacarnya jauh?"
Savitri menatap serius ke Jaehyun. "Oppa, kalau aku cerita, janji untuk tidak jantungan ataupun pingsan."
"Memangnya kenapa? Apakah berhubungan dengan hantu?"
Savitri memicingkan matanya. "Kagak ada hubungannya dengan hantu! Oppa, kan kamu tahu siapa keluarga aku?"
"Keluarga Pratomo yang punya menantu anaknya mafia."
"Pacarnya Rain adalah mafia."
Jaehyun melongo. "Serius? Dari klan mana?"
"McCloud." Savitri menceritakan bagaimana kronologis kasus Rain dan akhirnya Jaehyun tahu kalau Duncan Blair dan Joshua Akandra kecelakaan bukan karena rem blong melainkan akibat ditembak.
__ADS_1
"Tapi bukan salah Jeremy, Sav karena posisi saat itu memang saling berhadapan dan yang patut disyukuri adalah Rain masih hidup."
"Iya tapi oom Ryu marah besar dengan Jeremy."
"Wajar lah Savitri. Apalagi Rain anak mereka satu-satunya dan perempuan pula plus dia jatuh cinta dengan pria yang kalian anggap tidak lolos screening. Kalau mendengar dari ceritamu, Jeremy sudah jatuh cinta dengan adikmu sejak SD dan aku yakin dia akan tetap mengejar adikmu tanpa memperdulikan kalian mau menerimanya atau tidak."
Savitri menatap pacar nyebrang rumahnya. "Aku tidak menyangka kamu bisa seromantis ini Oppa."
"Hah?"
"So, Oppa. Apa Oppa tim pendukung Rain - Jeremy atau nggak?"
Jaehyun menatap Savitri lembut. "Tentu saja aku dukung mereka berdua."
"Yes! Jadi aku bisa bilang ke Rain supaya jangan down berpisah dengan Jeremy dan ditutup akses komunikasinya karena aku yakin, pria brewokan itu juga mengalami siksa batin yang sama. Jatuh cinta sampai merindu itu nyesek tahu!"
Jaehyun menggelengkan kepalanya. "Kamu tuh kalau cari istilah kok aneh-aneh."
Savitri hanya nyengir. "Aku besok berangkat kerja nggak bareng Oppa ya."
"Kenapa?"
"Kangen naik Saki."
"Oh Astagaa. Tapi kalau hujan, aku melarang kamu naik motor, baik Saki atau Papa! Mending kamu naik mas daahh saja."
"Sayangku yang bar-bar, aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa apalagi kecelakaan, tidak mau aku Savitri-ya. Boros dikit nggak papa tapi kamunya aman. Apalagi musim hujan kan licin, sedangkan kamu kalau bawa Saki sukanya geber kencang. No ya Sav..." Jaehyun berkata seperti itu sambil memegang wajah cantik guru bar-bar itu.
Wajah Savitri memerah. "Oppa ..."
"Apa?"
"Sarang Hae."
Jaehyun tersenyum manis. "sarang Hae Savitri-ya." Pria berdarah Korea itu pun mencium bibir Savitri lembut.
***
Pasangan absurd plus membagongkan Itu tidak terasa sudah berpacaran hampir enam bulan ketika Reza dan Andira Pratomo datang ke Solo untuk menjenguk putrinya setelah melakukan banyak perjalanan bisnis dan lebih banyak stay di Jakarta. Jaehyun yang tahu kedua orang tuanya Savitri datang, langsung sowan pada malam harinya setelah pulang dari pabriknya.
"Akhirnya bertemu juga dengan anaknya Kim Young-ji dan Kirana" senyum Reza yang sudah diwanti-wanti oleh Kirana jangan sampai Savitri tahu dirinya bisa berbahasa Indonesia karena biar Savitri tahu sendiri. Reza dan Andira akhirnya memakai bahasa Inggris untuk mengobrol dengan Jaehyun.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda, pak Reza, bu Andira." Jaehyun menyalami kedua orangtuanya Savitri.
"Formal amat. Oom Reza dan Tante Andi saja enak!" Sahut Savitri yang mendapatkan pelototan sang ibu.
__ADS_1
"Savitriiiii..."
"Yes, mom" jawab Savitri pelan membuat Jaehyun terbahak.
"Akhirnya ada yang ditakuti juga" kekeh pria Korea itu.
"Aku paling nggak bisa melawan orang tua, Oppa. Bisa dikutuk jadi ayam nanti!" Bisik Savitri membuat Jaehyun makin geli.
"Mending ayam, berguna telurnya, berguna dagingnya" sahut Reza cuek. "Daripada batu, macam Malin Kundang?"
"Lho kan aku jadi prasasti dong Dad?" Balas Savitri cuek.
"Mau kamu?" Tanya Andira.
"Tentu saja tidak! Memangnya Suga BTS yang maunya kalau reinkarnasi jadi batu..." Ucap Savitri sambil manyun.
"Ada ya orang yang maunya reinkarnasi jadi batu?" Gumam Reza.
"Buktinya ada tuh. Katanya bisa hibernasi sak lawas e. Suga kan tukang tidur."
"Kok kamu jadi Army, Sav?" Tanya Jaehyun.
"Aku bukan Army Oppa tapi gara-gara murid-murid ku yang ciwik-ciwik itu fans K-Pop, mau tidak mau aku pun ikutan jamannya. Jaman aku mungkin Westlife, Linkin Park, Ne-Yo atau Avril Lavigne tapi sekarang jamannya beda. Buktinya, aku dapat pacar anak KPop." Savitri mengerling genit ke Jaehyun sedangkan yang digoda hanya memerah wajahnya.
"Sabar ya Jaehyun, Savitri memang suka seenaknya sendiri kalau njeplak. Masih untung tidak ada Eiji kakaknya ikutan karena Tante jamin kamu akan semakin pusing mendengar percakapan mereka berdua yang seolah tidak ada beban asal ngomongnya." Andira tersenyum ke arah pacar putrinya.
"So, Jaehyun, apakah papamu tidak keberatan kamu pacaran dengan putri Oom?" Tanya Reza ke Jaehyun.
"Appa dan mommy itu sama saja Oom. Begitu tahu Savitri bukan tipe cewek centil, langsung auto setuju apalagi tahu putri siapa. Kata Appa, gadis macam Savitri itu susah dicari dan biasanya bukan tipe cewek yang berpura-pura."
"Aku suruh pura-pura gimana? Model cewek lembut. Duh kakangmas Jaehyun, kekasihku, cintaku... Gitu? Ogaaahhh!" Balas Savitri.
"Eh tadi panggilan mu boleh juga..." Goda Jaehyun.
"Yang mana?"
"Kakangmas..."
Savitri melongo.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu❤️🙂❤️