
Kediaman Keluarga Pratomo dan Kim Jaehyun
Jaehyun memarkirkan mobil hitamnya di depan pagar Savitri dan menatap gadis yang sedang melepaskan seatbelt.
"Besok aku antar kamu ya Savitri-ya."
"Iyalah Mas Jae..."
Jaehyun terbahak. "Panggil Oppa saja lah Sav! Mas Jae nanti kalau kamu ngomong cepat malah kedengarannya mas Jahe!"
"Tinggal tambah kencur, sereh, daun jeruk, gula batu dan jeruk nipis jadi deh wedang."
Jaehyun merasa gemas dengan gadis di hadapannya langsung memeluknya dan mencium pipinya. "Kamu gemesin!"
"Nggak usah cari kesempatan Oppa" sungut Savitri sambil menatap Jaehyun.
"Habis kamu itu! Rasanya yang lebih Membagongkan tuh kamu deh dibandingkan aku." Jaehyun menempelkan ujung hidungnya ke ujung hidung mancung Savitri.
"Kamu juga kadang Bagong." Jantung Savitri berdebar kencang. Masa iya first Kiss di mobil? Untung mobilnya mewah, kalau truk, wah gedubrak dong!
Jaehyun mendekatkan bibirnya ke bibir Savitri dan setelah menempel, baru Jaehyun melakukan acara pembukaan dan mulai Melu*mat bibir kekasihnya itu.
Savitri yang awalnya agak kaku akhirnya dengan instingnya dan hasil nonton drama Korea dan film Hollywood, setidaknya bisa mengimbangi gaya ciuman Jaehyun.
Entah berapa lama mereka berciuman sampai suara ketukan terdengar di kaca jendela mobil Jaehyun yang beruntung sangat gelap.
"Mbak Savitri? Mas Jaehyun?" suara pak Dewo membuyarkan aksi pertemuan dua bibir anak manusia itu.
Jaehyun melepaskan pagu*tannya dan Savitri langsung membereskan pakaian dan rambutnya yang berantakan.
"Aku...pulang dulu Oppa..." ucap Savitri dengan nada gemetar. Damn it! Pertemuan bibir yang Membagongkan, mempetrukkan, menggarengkan dan mensemarkan sekaligus tidak bagus buat jantungku.
"Iyaa..." jawab Jaehyun sambil mengusap rambutnya kasar. Ternyata ciuman sama guru bar-bar itu enak juga. Jaehyun membuka kaca jendela mobilnya. "Malam pak Dewo. Ini nunggu Savitri-ya bangun. Tadi susah dibangunin."
Savitri melirik judes. Yang tidur siapa bambaaannggg!
"Owalaahhh pantes lama. Tapi memang mas Jaehyun, mbak Savitri kalau bobok di mobil memang ngebluk, susah bangunnya" kekeh pak Dewo.
Ini lagi pakai acara ghibah!
"Makasih Oppa sudah anterin pulang" jawab Savitri dengan muka manis tapi mata judes.
"Bobok indah yaaa..." cengir Jaehyun.
Savitri membuka pintu mobil pria itu dan turun lalu berjalan menuju rumahnya. Sepanjang jalan, Savitri merasa besok harus ke rumah sakit buat memeriksakan jantungnya. Apa benar kalau dicium sama pria yang kamu suka, bakalan detaknya secepat Suga BTS ngerap ya?
***
__ADS_1
Jaehyun masuk ke dalam kamarnya dan segera membersihkan diri lalu meletakkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Bayangan dirinya tadi berciuman dengan Savitri masih teringat jelas bagaimana gadis itu menerima dengan pasrah tapi malu-malu cuma penasaran. Jaehyun yakin itu pasti ciuman pertama Savitri dan membuat dirinya bahagia karena menjadi yang pertama dan mungkin the one and only yang berhak atas bibir guru cantik itu.
Wait a minute? Apa aku sudah mikir soal nikah? Usia aku sudah masuk wayahe nikah sih. Aku 26, Savitri 24. Pas kan seharusnya? Tapi kayaknya masih enak pacaran, gemasnya pacaran sama nikah itu berbeda. Jaehyun tersenyum sendiri. Dinikmati saja lah! Kalau jodoh nggak bakalan kemana.
***
Savitri masih menatap langit-langit kamarnya yang bercat biru muda dengan aksen awan putih. Savitri bloon! Curiosity tapi bikin enak! Nggak heran para oknum bejat disana sumbut! Wong ciuman itu enak! Savitri memegang bibirnya.
"Jebule Kowe pinter ******* ya Oppa ( ternyata kamu pinter ciuman ya Oppa )." Savitri cekikikan. "Wis Sav! Turu ( Tidur )! Iso gendeng Kowe suwi-suwi ( Bisa gila kamu lama-lama ). Masa iya harus konseling diri sendiri? Koplak tenan!"
Savitri mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur. Goodnight Oppa.
Di kamar Jaehyun
Good night Savitri-ya bisik Jaehyun sebelum terlelap.
***
Tidak seperti biasanya, pagi-pagi Jaehyun sudah siap dan datang ke rumah Savitri sedangkan si pemilik rumah masih memakai handuk di kepalanya usai keramas.
"Astaghfirullah! Oppa! Ngapain kemarin pagi-pagi?" tanya Savitri sambil melenggang kangkung masuk ke dalam rumah meninggalkan jejak harum shampoo ke hidung mancung Jaehyun.
"Sarapan bareng lah!" jawab Jaehyun cuek.
"Berarti biaya catering nambah. Kan tadinya cuma makan malam, kalau ditambah sarapan ya beda harga."
***
SMKN 11 Surakarta
Pak Harto meminggirkan mobilnya ke dekat gerbang sekolah Savitri karena pagi ini mengantarkan guru bar-bar itu.
"Pagi ini kamu dipanggil polisi lagi nggak Sav?" tanya Jaehyun.
Dipanggil polisi? Memangnya mbak Savitri ngapain? Pak Harto melihat ke arah spion berharap ada ekspresi gimana gitu di Savitri dan Jaehyun tapi keduanya tampak cuek. Ya ampun mereka itu ya! Pacaran model apa ini?
"Belum tahu Oppa. Kan semua diurus sama Oom Stephen" jawab Savitri sambil memeriksa isi tas nya.
"Ada yang ketinggalan?" tanya Jaehyun.
"Nggak ada." Savitri pun membuka pintu mobil dan pak Harto menurunkan jendela agar Jaehyun bisa melihat guru itu.
"Oppa!" panggil Savitri.
"Apa?"
"Gamsahamnida dan muah!"
__ADS_1
Bibirnya dikondisikan Bu Sav
Jaehyun melongo melihat aksi Savitri dan kemudian memberikan kiss bye.
"Saranghae Savitri-ya!" ucap Jaehyun. Lalu tak lama mobil mewah itu pun meninggalkan Savitri yang masih gemas dengan pacar depan rumah.
Guru itu pun berjalan dengan wajah berseri-seri tanpa memperdulikan tatapan kepo para murid - muridnya.
***
Ekadanta melihat gadis yang ditaksirnya berjalan dengan wajah sumringah, hanya bisa merengut karena bukan dia yang mendapatkan wajah cantik yang menatap penuh cinta. Guru matematika itu pun berjalan menuju ruang guru dan memilih mencoba menghilangkan bayangan Savitri yang memberikan pose cium ke pria Korea itu.
"Eh pada dengar nggak? Kemarin kan pak Safri ditangkap polisi tapi sambil di masukkan ke dalam ambulans" ujar seorang guru wanita dengan gaya super heboh.
"Aku lihat Bu. Ada pria bule ganteng, rapi perlente juga. Memangnya ada apa tho Bu?" sahut guru yang lain.
"Pak Agus, kepsek kita, katanya mengajukan pemecatan ke dinas pendidikan buat pak Safri karena melakukan pelecehan ke anak-anak didik kita!"
"Astaghfirullah! Jadi ada orang tua murid dan siswi plus polisi itu karena kasus itu? Lha terus bulenya itu?"
"Kabarnya itu pengacara para orang tua siswa. Masih ada saudara dengan Rudy Akandra, CEO AJ Corp."
Ekadanta menyimak gosip pagi hari dengan seksama. Berarti Savitri ikut terlibat.
"Eh Bu Dina!" seorang guru memanggil Dina yang sedang berjalan melewati ruang guru.
"Ada apa Bu?" tanya Dina menghampiri rekannya.
"Kemarin pak Safri kenapa masuk ambulans? Dihajar pak Agus?"
Dina melirik ke arah Ekadanta lalu tersenyum smirk. "Bukan pak Agus yang hajar. Saya saksinya."
"Lha terus siapa?"
"Bu Savitri. Manuke pak Safri ditendang pakai dengkul sama Savitri karena guru bejat itu meh hajar Savitri."
"Astaghfirullah!" seru semua guru-guru disana tidak terkecuali Ekadanta.
Kamu benar-benar bar-bar dik. Tanpa sadar Ekadanta memegang hidden gem nya seolah takut kena tendang.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1