
Ruang Meeting Bimbingan Konseling SMKN 11 Surakarta
Ekadanta menatap gadis cantik yang sudah disukainya sejak pertama kali dirinya diperkenalkan sebagai guru bimbingan konseling baru. Ekadanta yang berusia 27 tahun itu benar-benar tergila-gila dengan Savitri tapi gadis itu tidak menanggapi semua perhatiannya dan menyamaratakan dengan guru-guru lain.
Rasanya sangat sesak ketika kita ditolak oleh seseorang yang kita sayangi dan cintai setulus hati. Apakah ini karmaku dulu suka mempermainkan wanita hingga sekarang aku merasakan ditolak? Ekadanta pun berdiri dan tersenyum sedih menatap gadis yang masih menatapnya dingin.
"Tampaknya dik Savitri sudah menetapkan keputusan ya..."
"Allahuakbar! Aku kan sudah bilang dari awal, pak Ekadanta. Saya tidak ada perasaan dengan anda.."
"Siapa tahu ada angin beliung yang membuat dik Savitri berubah pikiran..."
What the fluff! "Yang ada saya minta angin beliung membawa anda ke ruang guru pak!" sahut Savitri judes. "Sudah ya pak, saya masih banyak kerjaan!" Gadis itu berdiri dan keluar dari ruang meeting lalu duduk di kursinya. Wajahnya yang seperti ingin makan orang membuat ketiga rekannya tidak berani mengganggu nya.
Tak lama Ekadanta pun keluar dengan wajah pria yang patah hati dan tanpa menyapa rekan-rekan Savitri, pria itu berjalan meninggalkan ruang bimbingan konseling.
Ketiga rekan Savitri memilih untuk diam dan bekerja daripada nanti salah tanya, bisa-bisa ada ceramah yang mampu membuat telinga panas.
***
Kediaman Keluarga Al Jordan Solo Baru
"Ternyata mantannya banyak..." kekeh Joshua ketika berhasil mencari aib Ekadanta.
"Pantas dia mengejar Savitri sampai kayak gitu karena adik kita tidak jatuh dalam pesona si Ekadanta" timpal Abian.
"Fisik good looking khas Jawa tapi tahu sendiri kan, Savitri belum mendapatkan yang ganteng dan Membagongkan" cengir Joshua.
"Aku nggak tahu maunya model apa. Eh tapi bang, ibunya Kim Jaehyun sudah bilang sama Opa Adrian dan Oom Reza kalau dia auto jatuh cinta sama Savitri."
Joshua menoleh ke arah Abian. "Justru ibunya yang jatuh cinta sama Savitri? Jaehyun nya?"
"Masih santuy tuh. Jaehyun itu tipe cool sedangkan Savitri tipe uncool. Gimana coba?" cengir Abian.
"Wis karèpé Savitri Karo Jaehyun lah. Biarin ajah berdua menikmati hidup bertetangga dan semoga akur." Joshua sudah mengetahui jika Jaehyun adalah tetangga depan rumah Savitri.
"Balik ke Ekadanta nih. Aku ini dapat DM dari mantan pacarnya. Katanya kalau Ekadanta sudah suka, akan kejar terus sampai dapat dan kalau sudah dapat, pacaran tiga bulan ditinggal dengan alasan bosan!"
Joshua mendelik. "Owalaahhh! Opo ora wedhus kuwii!"
Ojo judes-judes
***
Savitri menunggu jemputan dari Abian di jam pulang sekolah. Gadis itu sudah mengirimkan pesan ke pria itu dan Abian memang sudah dalam perjalanan.
Tak lama mobil Mazda CX-5 merah kesayangannya pun datang dan Savitri pun masuk ke dalam mobil itu.
__ADS_1
"Gimana sama bang Joshua?" tanya Savitri tanpa basa basi.
"Sudah dapat aibnya Ekadanta."
Mata coklat Savitri membulat sempurna. "Apaan? Apa sudah punya istri dan anak?"
"Bukan itu Sav. Jadi Ekadanta itu masih ada kekerabatan dengan pihak Mangkunegaran dan kedua orangtuanya adalah juragan batik yang memiliki beberapa toko di Solo. Ekadanta itu anak sulung dari dua bersaudara, adiknya perempuan sudah menikah dan sekarang tinggal di Pekalongan. Dan ibunya Ekadanta itu merasa bahwa masih priyayi... "
"Halah! Pret! Opa Arga Pratomo dan Oma Ajeng Pratomo priyayi tapi nggak pernah tuh bangga-banggain kepriyayiannya! Kata Oma Niken, nek memang kamu priyayi, orang pasti bisa melihat dari attitude nya. Percuma Nek Kowe mbengok-mbengok ( teriak-teriak ) aku priyayi tapi hobine ngedu wong ( ngadu orang )!" omel Savitri.
Abian melongo. "Kamu marah sama siapa?"
"Tadi ada kasus di sekolah ku. Nanti aku ceritain. Terus lanjut soal si tukang stalking!"
"Jadi Ekadanta itu playboy duren tiga cap Kampak, Sav. Tadi aku sama bang Joshua mencari tahu teman-temannya dari SMA hingga teman kuliahnya di UNS. Ternyata memang dia itu player. Kalau sudah suka sama orang memang dikejar terus tapi nanti tiga bulan ditinggal karena bosan" papar Abian.
"Ooohhh lak wedhus ( kambing ) kuwiii!" umpat Savitri.
"Makanya itu aku tadi sama bang Joshua mencari mantan-mantannya Ekadanta dan menemukan modus operandi nya stalker kamu tuh begitu!"
"Ndilalah ketemu aku sing ora iso dikasih pesonanya ngunu? Pesona dari Monas! Wong aku dari awal masuk SMK 11 itu nggo kerjo kok bukan cari jodoh! Lagian aku risih diundang 'dik' Karo wong sing Dudu dulurku ( lagian aku risih dipanggil 'dik' sama orang yang bukan saudaraku )."
Abian terbahak mendengar omelan Savitri.
***
Mobil merah itu pun masuk ke halaman rumah besar dan mewah dengan mulusnya. Abian dan Savitri turun dari mobil setelah parkir cantik di dalam garasi.
Tak lama, mobil hitam milik Jaehyun pun tiba di depan rumahnya dan masuk ke dalam halaman rumahnya. Pria itu melihat Savitri berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung berteriak memanggil namanya.
"Savitri-ya!" panggil Jaehyun.
"Wae?" balas Savitri.
"Jadi makan kan kita nanti malam?"
Savitri bergegas mendekati Jaehyun. "Sudah dapat cuan?"
"Sudah dong! Mau makan dimana?"
"Wedhangan pak Gareng!" seru Savitri semangat.
"Hayuklah! Nanti jam tujuh aku jemput nyebrang ya!" cengir Jaehyun.
"Sip lah! Eh berdua aja atau sama mas Abian?"
"Bertiga pun boleh!"
"Aseeekkk!"
__ADS_1
***
Wedhangan Gareng Surakarta
Malam ini ketiga orang dengan fisik berbeda berada di sebuah warung wedhangan dengan konsep rumah khas Jawa dengan serba ukiran dan makanan berbagai macam.
Jaehyun yang belum pernah makan di tempat seperti ini hanya bisa pasrah dipesankan oleh Savitri. Abian sudah biasa jajan di tempat seperti ini pun membantu Jaehyun menyebutkan nama-nama hidangan disana.
Setelah mengambil lauk yang nantinya dibakar, nasi bandeng dan wedang jahe uwuh, ketiganya pun duduk di tempat yang berada di sudut.
"Solo memang terkenal wedhangan ya Savitri-ya?" tanya Jaehyun. "Soalnya kata Yudha, nggak ada tempat nongkrong model di Seoul yang ada soju dan Bakaran daging. Adanya seperti ini dan minuman tradisional."
"Dilarang mabok ya Oppa. Disini tidak ada soju apalagi sake ataupun tequila sunrise!" cebik Savitri. "Adanya teh wasgitel, wedang jahe, wedang tape dan beras kencur."
"Sekali-kali yuk ke restauran Korea terus kita minum Soju" ajak Jaehyun.
"Memang kamu sudah berapa lama nggak minum Soju?" tanya Abian.
"Seminggu ini nggak minum soalnya stok aku habis dan belum beli lagi. Dulu waktu masih terdampar di hotel, masih bisa minta lah!"
"Sebenarnya ada minuman alkohol ndeso tapi aku pernah minum di Semarang. Solo kayaknya nggak ada. Jadi waktu itu aku diajak teman-teman kuliah ku jalan-jalan ke Semarang. Sama teman Semarang diajak minum yang katanya macam brem Bali. Minum dong kita. Tahu nggak, rasanya kayak benadryl obat batuk" ucap Savitri.
"Hah? Kayak obat batuk rasanya?" Jaehyun menatap Savitri. Guru satu ini penuh surprise.
"Memang sama bir enak mana Sav?" tanya Abian.
"Beda mas. Ini tuh ga pahit, persis obat batuk."
"Namanya apa?" tanya Jaehyun.
"CY."
"Chanyeol nya EXO?" Jaehyun menatap Savitri.
"Bukan. Chong yang."
Abian terbahak. "Astagaaa! Kok ya tahu minuman itu!"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1