
SMKN 11 Surakarta
Savitri menatap tajam ke semua muridnya yang hanya bisa menunduk. Aura pengen makan orang meruak di wajah Savitri dan semua muridnya tahu kalau guru cantik itu sudah wajah seperti itu, pasti mereka membuat kekacauan.
"Dondon!" panggil Savitri ke Doni yang bertugas sebagai ketua kelas.
"I..iya Bu!" Wajah Doni sudah pucat pasi.
"Kesini kamu!"
Doni pun berjalan menuju meja guru dimana Savitri duduk dengan matanya menatap tajam ke remaja culun itu.
"I...iya Bu..." Doni mengangkat wajahnya ke arah Savitri.
"Mana ini Davi, Seno dan Abiyu?"
"Saya... tidak tahu... Bu..."
"Gimana sih? Kan kamu ketua kelas! Bagaimana kamu bisa tidak tahu! Harusnya pagi ini kita melakukan pemadatan ujian semester tapi malah kehilangan tiga cuplis itu!" Savitri menatap tajam ke semua anak disana. "Siapa yang tahu dimana trio cecunguk itu?"
"Di ... kantin bakso bang Adi, Bu..." jawab salah satu siswi.
"Dondon! Kamu, Tri sama ibu ke warung bakso bang Adi buat nyeret mereka bertiga sedangkan kalian semua akan digantikan oleh Bu Anita. Awas kalau ibu mendapatkan laporan ada yang kabur..." Savitri menggaruk papan tulis kayu itu dengan kuku-kukunya hingga membuat semua orang memegang telinganya tidak tahan suara horor yang dibuatnya. "Ibu bakalan ikat kalian di pohon Kamboja dan seharian kalian dengarkan ini!"
Wajah murid-muridnya langsung memucat. Mereka tahu Savitri guru yang asyik, dekat dengan murid-muridnya tapi jangan membuat dia marah. Habis!
Ketika Savitri bersama Doni dan Tri keluar dari ruang kelas, semua siswa di multi 1 itu langsung heboh.
"Kalian tahu nggak, Bu Savitri itu juara nasional judo lho!" ucap salah satu siswa.
"Masa sih?" seru yang lain. Siswa itu membuka sebuah artikel tentang Savitri Putri yang menjadi juara judo nasional saat masih SMA.
"Duh trio cuplis itu bakalan habis di tangan Bu Sav..."
***
Warung Bakso Bang Adi
Savitri dengan diikuti oleh Doni dan Tri mendatangi warung bakso itu dan langsung menggebrak meja tempat trio cuplis itu sedang makan bakso.
"Bagus ya! Pelajaran pemantapan pada ngebakso!" bentak Savitri.
"Bu... Savitri..." bisik ketiganya.
"Kenapa tidak masuk?"
__ADS_1
"Kami kira Bu Dina...jadi kami kabur..." jawab Davi sedikit berani padahal wajah guru cantiknya sudah seperti singa ngajak gelut.
"Kabur makan bakso gitu! Bagooossss! Sekarang ibu traktir kalian bertiga trio cuplis, makan bakso dari warung ini... sampai habis!"
Ketiganya melotot. "Sampai... habis?" cicit ketiganya.
"SAMPAI HABIS! Kamu pilih mana? Ibu gundul rambut kamu biar mirip sama cuplis Upin Ipin atau habiskan bakso yang dijual bang Adi?" Savitri menoleh ke penjualnya, bang Adi. "Bang, modal kamu berapa hari ini?"
"Modal saya 2,5 juta Bu Savitri."
"Ta bayar 10 juta sekalian. Berapa nomor rekeningnya, Aku transfer sekarang! Tapi bang Adi harus membuatkan banyak porsi bakso buat trio cuplis ini!" Savitri menatap tajam ke arah tiga anak yang memang bandelnya naudzubilah.
"Bu... "
"APAA!" bentak Savitri. "Ora sanggup Kowe? Tapi kabur saat jam pelajaran sanggup nggo maem bakso! Wis bang Adi, berapa nomor rekeningnya?"
"Bu... jangan Bu... Ampun Bu..." rengek Seno yang tidak terbayangkan menghabiskan segitu banyak bakso padahal bang Adi baru buka. Tahu sendiri kan masih banyak-banyaknya itu!
"Ampun? Berarti kalian pilih opsi kedua kan? GUNDUL!" Savitri menjewer ketiganya dan menyuruh masuk ke sekolah dengan dikawal Doni beserta Tri.
Bang Adi yang baru kali ini melihat Savitri marah hanya bisa melongo.
"Maaf ya bang Adi. Aku emosi soale karena ini bukan yang pertama kali tapi sudah bolak balik. Aku nanti akan bayar ganti rugi ya."
"Santai mawon Bu Savitri. Saya juga baru tahu kalau Bu Savitri bisa galak."
***
Pak Agus yang mendapatkan laporan bahwa Savitri ngamuk karena ketiga muridnya yang bermasalah selama dua semester ini membuatnya emosi.
Kini ketiganya dalam mode hendak digunduli rambutnya oleh Savitri di lapangan upacara. Guru bar-bar itu sudah sedia pencukur rambut dan ketiga trio cuplis itu tampak ingin menangis mengingat rambut mereka akan hilang.
"Bu Savitri? Yang benar saja Bu..." ucap Pak Agus.
"Sebenarnya saya sudah cukup sabar menghadapi mereka bertiga yang meskipun baru kelas satu tapi sudah membuat saya darting selama saya menjabat sebagai guru bimbingan konseling. Dan puncaknya mereka kabur makan bakso di pelajaran saya untuk pemantapan ujian semester, pak Agus."
"Lalu hukumannya apa Bu Savitri selain gundulkan rambut mereka?" tanya Pak Agus yang sebenarnya merasa kasihan apalagi banyak siswa melihat mereka dipermalukan.
"Makan semua bakso di warung bang Adi."
Suara riuh para siswa membuat ketiga murid itu manyun.
"Iso blokekan Kowe cah!" teriak para siswa.
Ekadanta yang melihat Savitri dalam kondisi marah hanya bisa mengelus dada. Gadis itu benar-benar mengerikan kalau marah.
__ADS_1
"Jadi hukumannya antara makan semua bakso di warung bang Adi dan rambut digundul?" Pak Agus menyembunyikan senyumnya karena tahu hukuman mereka memang simalakama.
"Iya pak!" jawab Savitri dengan wajah garang.
"Baik. Monggo Bu Savitri, dilanjutkan acara gundul paculnya" senyum Pak Agus.
Ketiganya tampak panik ketika Savitri, Anita dan Bu Titi memegang alat cukur itu dengan suaranya yang membuat panik.
"Buuuu... jangan Buuuu..." teriak ketiganya dan tanpa malu menangis membayangkan mereka gundul dan mendapatkan ledekan terus.
"Kalian sudah memilih digunduli, ya manut! Salahe nakal!" bentak Savitri yang sebenarnya hanya ingin memberikan efek jera.
Anita dan Bu Titi mati-matian menahan tawa apalagi melihat trio cuplis itu mulai meraung ketakutan.
"Ampun buuu... Kita nggak nakal lagi buuuu" teriak ketiganya saat alat cukur itu mendekati kepala mereka.
"Tenaneeee" ejek Savitri. "Paling tomat Kowe ! Tobat Kumat!"
"Mboten Buuuu.." rengek ketiganya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***
Project Masa Depan
Gemini dan Gemintang adalah putri kembar Freya Sky dan Haris Lexington. Wajah mereka hampir sama hanya bedanya di warna mata mereka, Gemini matanya bewarna biru seperti sang mommy dan Daddy sedangkan Gemintang hijau seperti omanya Kristal Ruiz.
Keduanya terpisah karena pekerjaan, Gemini memilih mengurus PRC Group Eropa sedangkan Gemintang yang seorang dokter hewan, memilih terbang ke Australia, bekerja dengan Oom nya Fathir Hassan yang memiliki bisnis peternakan di Queensland.
Kisah cinta mereka memiliki dramanya tersendiri. Gemini yang memilih tinggal di London harus pergi ke Sisilia untuk mengawasi proses resort disana dan ternyata mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan kedua matanya buta. Michel de Luca, penabrak Gemini bersedia bertanggung jawab dengan menikahi gadis itu. Meskipun keberatan, tapi Haris dan Freya memberikan restu namun kehidupan rumah tangga mereka tidak baik-baik saja karena Gemini membenci suaminya.
Gemintang sendiri juga tidak lebih baik. Salah satu manajer Fathir, Krisna Rao, pria berdarah India, yang juga teman kuliahnya di Singapura, ternyata bekerja dengan Oomnya. Gemintang yang tidak pernah menyukai Krisna sejak kuliah di Singapura, kini harus saling berbagi tugas.
Kapan rilis... Entah
__ADS_1
Wong V dan Juliet saja belum 😅😅😅
Ditunggu saja yaaaa