Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Di Amco


__ADS_3

Amco Restauran Solo.


Savitri duduk sambil menikmati camilan dan minuman di sebuah restauran yang terletak di daerah Banjarsari. Bukan tanpa alasan dirinya berada disana sendirian melainkan menunggu Jaehyun yang sedang bertemu dengan klien di restauran itu.



Yang nunggu calon suami lagi ketemuan dengan klien


Tadi sewaktu dirinya baru saja sampai rumah, Jaehyun memintanya untuk ikut menemani dirinya bertemu dengan klien di sebuah restauran.


Awalnya Savitri menolak tapi mengingat mereka akan makan malam berdua di luar, Savitri pun mengiyakan permintaan Jaehyun.


Dan kini dirinya menatap calon suaminya yang masih tampak serius berdiskusi. Bu Guru cantik itu mengagumi bagaimana Jaehyun sangat berbeda disaat mengurus pekerjaan.



Yang super serius.


"Duh cakepnya laki gue. Pacar depan rumah yang bakalan jadi suami depan rumah..." Savitri menghentikan gumamnya. "Tunggu kok jadi aneh ya. Suami depan rumah... What the? Astagaaa Savitri! Kenapa elu jadi Oneng tidak jelas begini? Apa pengaruh mau nikah jadi otak kacau balau?"


Gadis itu lalu memainkan ponselnya sembari membalas chat di grup sepupunya. Tampak Rhea memamerkan foto Duncan yang tidur bersama Kaia. Lalu Miki memamerkan foto si kembar yang mendapatkan hukuman dari gurunya karena berkelahi dengan teman sekelasnya.


Savitri cekikikan melihat caption Miki di fotonya.


Fix! Cucunya Oma Shanum memang bar-bar!


"Ya ampun. Semoga bang Joshua dan mbak Miki nggak semakin darting kalau si kembar makin gedhe. Nggak kebayang suaminya macam apa tuh mereka berdua besok" kekeh Savitri.


Gadis itu melirik ke arah Jaehyun yang masih mendengarkan kliennya. Kebiasaan, selalu menunggu selesai ngomong baru bicara.


Savitri memberikan senyum manis saat Jaehyun meliriknya. Pria itu lalu tersenyum samar membuat Savitri merasa gemas ingin menguyel-uyel pipinya macam ke Kaia.


"Dik Savitri?"


Tubuh Savitri membeku ketika mendengar suara familiar menyasar di telinganya. Dengan wajah dingin, Savitri menoleh dan melihat Ekadanta datang bersama dengan seorang pria.


"Bro, aku cari tempat dulu ya" ucap pria yang datang bersama dengan Ekadanta.


"Oke" jawab Ekadanta tanpa mengalihkan pandangannya dari Savitri. "Kok sendirian? Nggak sama pacar depan rumah kamu?"


Savitri tidak menjawab tapi hanya menunjuk ke arah meja tempat Jaehyun duduk bersama dengan dua orang pria. Rahang Jaehyun tampak mengeras melihat tunangannya didekati oleh pria yang sebelumnya mengejarnya.

__ADS_1


Mentang mentang udah duda jadi mau mendekati Savitri-ya. Tidak semudah itu férguso! Jaehyun melirik ke arah Savitri yang sudah memasang wajah dongkol tapi dalam hati, pria Korea itu sedikit lega karena camilan di meja masih lumayan banyak.


"Kenapa nggak gabung dengan pacarmu?" tanya Ekadanta tapi mengandung nada mengejek.


"Kenapa bapak nggak ke meja tempat teman bapak duduk?" balas Savitri judes.


"Pacar cantik kok ditinggal."


"Bini baru lahiran langsung ditalak!"


Wajah Ekadanta tampak menggelap dan Savitri tahu pria itu tersinggung.


"Suka-suka aku mau menalak dia atau tidak! Yang jelas aku ada alasannya kenapa!"


"Itu urusanmu pak, bukan urusanku. Hanya saja, aku kagum sama kamu. Tegas sebagai laki tapi banci kelakuan. Mau mainnya tapi nggak mau urusannya."


"Karena dia juga main sama orang lain!"


"Sebenarnya kalian itu jodoh lho, sama-sama player, sama-sama hanya mencintai diri sendiri. Dan sampai kapanpun anda akan kesulitan mendapatkan cinta sejati."


"Hah! Apa kamu tidak bahagia dengan pria Korea itu?" Ekadanta menoleh ke arah Jaehyun yang masih berbicara dengan kliennya.


Ekadanta menatap marah ke Savitri. "Kamu!"


"Apa? Ohya, silahkan anda ke meja teman anda sebab saya tidak mau terjadi pertumpahan darah dengan korban anda karena calon suami saya paling tidak suka calon istrinya didekati anda!"


Ucapan Savitri memang tidak salah karena Jaehyun sudah selesai dengan kliennya dan sedang berjalan menghampiri dirinya.


Ekadanta melihat bagaimana wajah Jaehyun tampak tidak bersahabat, memilih untuk menyingkir daripada mereka berkelahi di tempat umum.


"Ngapain si sok priyayi dekatin kamu?" Jaehyun langsung duduk di sebelah Savitri dan merangkul bahunya.


"Biasa, ngajak ribut!" ucap Savitri sambil memakan sushi nya.


"Kita mau makan malam disini atau pindah tempat?" tanya Jaehyun.


"Disini saja sekalian bikin orang panas!" seringai Savitri.


Jaehyun langsung mencium pipi Savitri. "Good! I like it!"


***

__ADS_1


Ekadanta tampak kesal melihat bagaimana Jaehyun dan Savitri menikmati acara makan berdua. Dan tampak gadis itu makan dengan elegan, sangat berbeda saat dirinya melihat dua tahun lalu di ayam goreng Kartini dimana dirinya tampak kalap.


Kenapa kamu makin cantik sih dik.


"Kamu lihatin siapa Ta?" tanya temannya yang ikutan menatap sosok yang dilihat oleh Ekadanta. "Cewek itu? Cantik tapi sudah ada yang punya. Lepaskan saja. Apa kamu tidak lihat cincin di jari mereka berdua?"


"Tapi kan janur melengkung belum hilal."


"Astagaaa! Kamu mau ngejar cewek itu? Wong lihat kamu saja sudah kayak mau cincang kamu, kok Kowe Yo jek ngeyel ( kok kamu masih ngotot )!"


"Sebelum cowok Korea itu masuk, aku duluan yang sudah mengejar Savitri."


"Oh namanya Savitri. Bagus namanya tapi Ta, mau ada cowok Korea, Jepang, Batak, Wong ngapak-ngapak, kalau memang Savitri nggak mau sama kamu ya nggak mau. Coba, kamu sama cowok Korea itu bandingkan. Kamu berusaha mendekati Savitri berapa lama?"


"Enam bulan lebih."


"Pria itu?"


"Tidak sampai tiga bulan mereka sudah pacaran."


"Dari situ kamu bisa melihat. Kamu tidak ada di hati Savitri. Kasarannya Kowe Ki ora penting Ning dekne ( Kamu tuh nggak penting di dia )!"


"Tapi Sam..."


"Dengarkan aku Ta. Aku tahu kamu mau dia, Tak ada yang lain... Sek, kok seperti lagunya Andmesh. Eniwai, kamu memang mau dia, tapi dia tidak mau kamu. Tidak semua orang terpesona dengan fisik pertama kali meskipun dari fisik turun ke hati. Bisa jadi Savitri bisa melihat kamu yang tidak sesuai dengan kriterianya. Aku tahu kamu baru cerai tapi lebih baik kamu sekarang berhati - hati dalam melangkah. Kamu sudah membuat ibumu yang mengagungkan soal priyayi etc, malu luar biasa! Kene Ki Solo, Kuto cilik. ( sini tuh Solo, kota kecil ). Gosip gampang beredar apalagi keluarga kamu dikenal bagian keluarga keraton."


Ekadanta mengacuhkan ucapan temannya. Apa benar mereka sudah bertunangan?


Guru matematika itu melihat bagaimana Savitri dan Jaehyun tampak hangat saat melihat ponsel gadis itu.


Aku inginnya yang dilihat seperti itu dik, bukan cowok Korea itu!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2