Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Perintah sang Jenderal besar


__ADS_3

Kembali ke masa kemarin


Beberapa bulan sebelumnya


Azlan menatap gambar yang ada di layar proyektor yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, sebuah wajah terpampang jelas di hadapannya.


Laki-laki itu terlihat diam sambil bola matanya terus menatap lurus kedepan.


Bill Rowland dan Ibnu Rowland.


2 nama tersebut menjadi satu perpaduan yang begitu tidak asing di markas besar CIA, ada barisan kejahatan yang dilakukan Ibnu Rowland dan menyeret serta putra nya didalam sana.


Kemudian sebuah foto laki-laki asing terpampang di layar proyektor tersebut,masih terlihat begitu muda dan lugu.


"Ini adalah sosok Ibnu Rowland sebelumnya"


Ahem bicara sambil melirik kearah Azlan.


"Masa muda nya berpuluh-puluh tahun yang lalu"


Lanjut Ahem lagi.


Yah terlihat jelas pengambilan foto, warna foto dan gaya yang keluar menunjukkan berapa lama foto tersebut di ambil, bagaikan putaran kaset lawas yang terlihat dengan jelas lagu tersebut di buat di tahun berapa maka terlihat jelas kapan foto dihadapan nya dibuat.


Tapi herannya antara foto dan sosok asli nya yang sekarang jelas sangat jauh berbeda.


Biasanya akan setua apa orang-orang nantinya pada akhirnya foto diri di masa anak-anak, masa remaja bahkan di hari tua tidak akan pernah mengubah bentuk wajah seseorang kecuali keriput yang menghantam dan menutupi wajah kencang orang-orang.

__ADS_1


Tapi foto ini dan Ibnu Rowland?!


"Operasi plastik?"


Azlan bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.


Dia menembak laki-laki itu merombak habis-habisan wajahnya.


"Kau bisa menebaknya dengan baik, Sir'


Mendengar jawaban Ahem, Azlan terlihat diam untuk beberapa waktu.


Yah dia pasti mengubah wajahnya dan...


"Dia mengubah seluruh identitas nya untuk masuk kembali ke kediaman keluarga Santoso, dia menipu satu keluarga besar untuk menjadi pengacara nya dan mengendalikan istri muda Santoso agar keinginan nya menguasai harta tuan Santoso terlaksana"


Damn... Sesuai tebakan nya.


Dan Azlan terlihat masih diam, laki-laki itu mengetuk-ngetuk jemari nya ke atas meja, suara ketukan nya terdengar beraturan, seolah-olah laki-laki tersebut sengaja mengatur nada pada ketukan nya.


"Lalu Bill Rowland?"


Azlan bertanya sambil menoleh ke sisi kanan nya, O'Neill terlihat menggeser sebuah map mendominasi berwarna coklat kearah dirinya.


"Dia banyak memanipulasi soal keuangan perusahaan Hillatop dan terlibat beberapa penipuan lainnya"


kala O'Neill berkata begitu, Ahem langsung menoleh dan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa?"


Ahem jelas terkejut.


"Aku tidak bilang jumlah nya kecil kawan, ini jelas Begitu besar dan Allzigra terlalu percaya dengan calon menantunya"


O'Neill kembali bicara sambil melipat kedua belah tangannya, dia bersandar di atas kursi putar tersebut sambil kedua bola matanya menatap wajah Ahem dengan pandangan serius.


Wajah Ahem jelas langsung memerah, Ahem fikir bagaimana bisa dia kecolongan soal manipulasi dana yang begitu besar.


Dia berada di perusahaan yang berbeda jadi agak sulit untuk ikut memantau keadaan, Daddy nya mulai menyerahkan kepercayaan pada Bill Rowland mengingat laki-laki itu akan jadi menantu nya..


Dan sejak awal Ahem memang sudah tidak mempercayai laki-laki tersebut, dia yang paling keras menentang hubungan Bill Rowland dan Nadine tapi tidak bisa terang-terangan berkata tidak setuju.


Dan dia tahu siapa sebenarnya yang adik nya tunggu dan adiknya cintai sejak dulu.


"Selidiki soal Bill Rowland hingga ke akar-akarnya"


Azlan bicara pada mereka berdua dengan cepat.


"Yes Sir"


Dua orang tersebut bicara bersamaan sambil kembali menatap ke arah layar utama proyektor.


Ketika sang direktur jendral besar CIA memberikan perintah, maka itu artinya tidak ada kata tidak untuk mereka.


Dan Ahem fikir ini adalah waktunya dia ikut menghancurkan Bill Rowland dan ayah nya, menghancurkan pernikahan Nadine dan membuat Rencana Daddy nya tidak terlaksana.

__ADS_1


Dia sama sekali tidak berniat jahat, tapi dia ingin adik kesayangannya bahagia menikah dengan orang yang tepat dan tidak salah.


__ADS_2