
Disisi lain
Nadine sejak tadi terlihat meremas erat stir mobil miliknya, dia fikir tidak bisakah kemacetan lalu lintas didepan disingkirkan dengan cepat?!.
Dia saat ini dilanda ke khawatiran penuh, Najwa dan freya berkata Daddy nya meminta Azlan menemui laki-laki tua kesayangan mereka tersebut.
Dia tahu betul bagaimana sifat keras kepala Daddy nya, laki-laki itu ketika tidak menyukai sesuatu bisa menyakiti orang tersebut begitu saja, tidak mentolerir sebuah kesalahan dan bisa berlaku begitu mengerikan saat Daddy nya merasa laki-laki itu mengganggu ketenangan anak mereka.
Dia cukup takut Daddy nya bersikap mendominasi dan berlaku buruk pada Azlan.
Beberapa kali bola mata Nadine menatap kemacetan didepan sana.
Gadis itu berusaha untuk tenang, tapi detak jantung nya sama sekali tidak bisa dia kondisikan.
sesekali Nadine menggigit bibir nya, dia meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu.
Apa yang Daddy lakukan?!.
Sepanjang perjalanan Nadine terus bertanya-tanya soal itu didalam hati nya.
Yah, apa yang sebenarnya Daddy nya lakukan?!.
Apakah Daddy nya akan menekan Azlan?.
Seperti nya memang begitu.
Dulu dimasa kuliah nya pernah seorang laki-laki menyukai dirinya, berlaku nekat dan membuat heboh situasi, Nadine fikir didalam hidup akan ada masa dimana seorang laki-laki benar-benar jatuh cinta dan berbuat sedikit gila dan itu wajar-wajar saja.
Tapi siapa sangka Daddy nya bergerak cepat untuk memperingati Laki-laki tersebut.
Nadine sama sekali tidak menyangka perbuatan Daddy nya membuat laki-laki tersebut benar-benar menghindari diri nya, entah apa yang dikatakan laki-laki tua dalam keluarga Hillatop tersebut tapi laki-laki yang mengejar-ngejar diri nya benar-benar kehilangan nyali setelah itu.
"Kak...apa kamu sudah ada di sana? jangan buat Daddy berbuat yang tidak-tidak pada Azlan"
Nadine bicara di Balik headset bluetooth nya, dia benar-benar mengeluarkan ekspresi wajah yang begitu lemas, sedikit khawatir tapi enggan menampakan kepanikan nya.
Nadine bukan type orang yang mudah panik saat menghadapi Sesuatu, tapi untuk kali ini berbeda.
Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Nadine, terdengar suara sahutan diseberang sana.
"Kakak tidak pergi kesana sayang, jangan khawatiran soal apapun, Azlan selalu bisa menghadapi segala macam situasi bahkan di situasi paling tergenting sekalipun.
Jawab kakak laki-laki nya tersebut.
"Tapi bagaimana jika Daddy...?"
"Percaya lah, dia bisa menghadapi Daddy dengan caranya sendiri"
Ahem memotong cepat ucapan nya.
Mendapat kan jawaban seperti itu membuat Nadine kembali menggigit bibir bawahnya.
"Percayalah hmmm"
"Baiklah"
Padahal realita nya Jawaban Nadine tidak benar-benar yakin jika Azlan bisa menghadapi Daddy nya.
Dia mematikan handphone nya secara perlahan, membiarkan dirinya berfikir untuk beberapa waktu.
Dan pada akhirnya kemacetan yang dia hadapi berakhir Juga, Nadine mempercepat laju mobilnya menuju ke cafe yang di berikan oleh Freya, bola mata gadis tersebut terus Fokus menatap kedepan hingga dia masuk ke area parkiran cafe tersebut.
Belum juga dia masuk, bisa dia lihat tahu-tahu dihadapan nya Azlan dan Daddy nya saling berdiri berhadapan, Azlan menundukkan pelan kepalanya di hadapannya Daddy nya.
Tidak tahu kenapa ketika Nadine manatap dua sosok laki-laki dihadapan nya itu, dia seolah-olah melihat dua cermin yang saling berdiri menghadap Antara satu dengan yang lainnya.
Sama-sama kaku, dingin dan datar tapi sebenarnya begitu hangat dan penuh cinta dengan pasangan mereka.
"Dad?"
Nadine bicara pelan, menatap Allzigra dengan penuh ke khawatiran, takut jika-jika Laki-laki tersebut akan menariknya pulang bersama.
Sebab bola mata laki-laki itu langsung menangkap sosok Dirinya.
Nadine berusaha mendekat, mencoba Untuk menyentuh lengan Allzigra tapi tiba-tiba laki-laki itu memeluknya dan berkata.
"pastikan putri ku kembali ke mansion nya di jam yang normal"
__ADS_1
Ucap Allzigra pelan.
"Yes Dad"
Azlan kembali membungkukkan sedikit kepalanya.
Nadine jelas langsung mengerutkan keningnya.
"Ingat aku belum benar-benar memberikan restu hingga urusan Bill Rowland beres, baik-baik menjaga putri ku"
Mendapatkan peringatan seperti itu Azlan mengangguk kan kepalanya sambil berkata.
"Aku selalu memegang erat tanggung jawab ku"
Setelah mendengar Jawaban dari Azlan, Allzigra menyentuh lembut wajah Nadine.
Alih-alih bicara laki-laki itu lebih memilih diam sambil memberikan senyuman terbaik nya untuk putri nya Tersebut.
Dan ekspresi seorang Allzigra yang seperti itu jelas membuat Nadine terkejut, dia fikir apa yang telah dilakukan Azlan pada Daddy nya tersebut.
Dan begitu Allzigra menjauh dari mereka, perlahan menghilang dari jangkauan Nadine seketika Azlan tiba-tiba menyentuh lembut telapak tangan kanan nya.
"Belum makan bukan?"
Mendapat pertanyaan seperti itu seketika Nadine menoleh ke arah laki-laki tersebut, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan sambil menatap bola mata laki-laki itu dengan jutaan tanda tanya.
Bagaimana Azlan bisa...?!.
Azlan secara perlahan mempererat genggaman tangan nya, membawa gadis itu masuk kedalam sana menuju kearah satu meja dimana sejak awal telah dia persiapkan untuk mereka.
Apa perlu aku hubungi nadine, kak?!
Kamu bisa melakukan nya, Pastikan setelah aku dan Uncle Allzigra bicara dia tiba di waktu yang tepat.
Yakin kakak bisa menghadapi uncle All?!.
Pernah meragukan kakak mu hmmm?.
Najwa terkekeh kecil.
__ADS_1
Tentu saja tidak ada yang meragukan kemampuan kamu dalam menarik lawan bicara, lawan bisnis bahkan musuh yang mengerikan sekalipun.
Seorang Azlan Del Piero yang bahkan bisa menaklukkan banyak klan mafia bagaimana mungkin tidak bisa menaklukkan seorang Allzigra yang keras kepala.