Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Jodoh yang telah ditetapkan NYA


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Hillatop


Allzigra masih menatap jam di dinding bangunan milik nya Tersebut, dia berusaha untuk menahan keadaan.


"Kenapa kamu begitu yakin menginginkan Nadine, son?"


Dia bertanya mencoba menyakinkan dirinya soal Azlan.


Anggaplah ini cara seorang ayah menyakinkan dirinya sendiri soal kebahagiaan putri nya.


Sebelum dia menjadi mertua, proses yang harus dilalui jelas memilih menantu bukan? Saat anak perempuan sudah dewasa, seorang ayah harus mengarahkan anak-anak nya agar memilih lelaki yang terbaik untuk menjadi suami putri-putri mereka.


Dia jelas harus mendampingi anak perempuan dalam proses memilih jodoh, karena itu pilihan nya kemarin jatuh pada Bill Rowland.


Sebab, sebagai ayah kandung, dja adalah wali yang sah bagi anak perempuan nya.


Mungkin banyak calon mertua yang mengajukan pertanyaan terlalu teknis dan pragmatis untuk calon menantu lelakinya. misal kan soal pekerjaan, sekolah atau gelar sarjana, pangkal, gaji perbulan dan lain sebagainya.


Padahal dibandingkan mempertanyakan soal itu lebih dulu Semestinya ayah harus sangat peduli terhadap kualitas kepribadian calon menantu lelakinya sebab Kelak menantu lelaki akan memimpin keluarga. 


Ia harus memiliki pribadi yang kokoh dalam keimanan, kuat dalam ketakwaan, terpuji dalam akhlak dan perbuatan, cerdas dalam pemikiran, lembut dalam pergaulan, sehat mental dan badan, bersungguh-sungguh dalam mencari penghidupan, dan jauh dari tindakan dosa dan kemaksiatan.

__ADS_1


Dan entahlah apakah dia benar-benar telah mendapatkan nya pada sosok Bill Rowland atau sebenarnya dia kecolongan dan tanpa sadar dibohongi laki-laki tersebut.


Dan dia jelas tahu Azlan memiliki kriteria itu dan oleh sebab itu dia memilih Azlan untuk Freya.


Azlan jelas kriteria menantu idaman, dia mendengar dan melihat sepak terjang laki-laki tersebut, memperhatikan gerak-gerik Azlan selama beberapa waktu belakangan ini.


Dia tahu bahkan bibit, bebet dan bobot laki-laki tersebut jelas baik.


Tapi dia berharap Azlan menikah dengan Freya bukan dengan Nadine.


Bagi nya dibandingkan Nadine, Azlan lebih pantas untuk Freya dimana gadis satu itu butuh seorang laki-laki dewasa dan bijak untuk membimbing nya.


Sifat Freya yang jauh lebih ke kanak-kanak'an, gampang tersulut emosi dan sangat manja butuh sosok laki-laki yang bisa mengayomi dirinya, butuh sosok laki-laki yang bisa mendampingi dan menjadi iman terbaik didalam kehidupan pernikahan nya.


Karena itu dia Fikir azlan jelas merupakan orang yang paling tepat untuk mendampingi putri nya tersebut.


Dia bahkan menseleksi beberapa laki-laki yang tertarik pada Freya dan pilihan nya sejak awal jelas adalah Azlan.


Karena itu dia Berani mendiskusikan masa depan Freya bersama tuan Ozvit Del Piero, membicarakan perjodohan mereka, kapan waktu pertemuan terbaik bahkan pernikahan yang matang untuk Freya dan Azlan tapi ...


"Karena aku yakin Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz, Bukan tentang apa, berapa atau siapa, tapi tentang bagaimana Allah SWT memberikannya. Diulurkan lembut mesra, atau dilempar dengan penuh murka"


Jawab Azlan tiba-tiba.

__ADS_1


"Hati terkadang tidak bisa berbohong, bukankah sejak awal aku sudah bilang? aku memilih bukan karena baru pertama kali melihat Nadine, tapi aku memilih dia karena aku bahkan telah jatuh cinta dengan Nadine jauh sebelum perjodohan aku dan freya ditetapkan"


"Adan meskipun wajah mereka sama aku tetap memilih Nadine dan tidak memilih Freya"


Ucao Azlan lagi.


"Daddy tahu jodoh yang ditulis kan oleh Allah SWT di Lauhul Mahfudz? kita tidak bisa memaksakan jodoh jika memang sudah ketentuan Allah SWT, hanya saja caranya mau diambil dari jalan halal ataukah haram sebab pada akhirnya dapatnya yang itu juga"


"Yang membedakan adalah rasa berkahnya"


"Aku bisa saja memaksa dan mendapatkan Nadine dengan cara curang dan licik namun pada akhirnya aku akan kehilangan keberkahan dalam menjemput jodoh ku, dan itu akan merusak semua tatanan terbaik yang sesungguhnya telah di takdir kan dengan baik oleh Allah, dan aku tidak ingin kehilangan ke berkahan nya, Dad"


Dan jawaban Azlan seketika membuat Allzigra terdiam.


Ditengah perasaan yang berkecamuk menjadi satu tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari handphone nya.


Allzigra menatap handphone nya untuk beberapa waktu, dia mengerutkan keningnya sejenak kemudian berkata.


"Izinkan aku mengangkat panggilan nya"


"Yes Dad"


Jawab Azlan dengan begitu tenang nya.

__ADS_1


__ADS_2