
Bill Rowland membulat kan bola matanya ketika dia sadar saat terbangun di waktu pagi tiba, Perempuan yang ada di hadapannya bukan lah Nadine.
"Apa-apaan ini?"
Dia berteriak dengan penuh kemarahan.
Menatap tubuh perempuan dihadapan nya dengan jutaan kemarahan.
Bagaimana bisa Rencana yang dia buat bisa gagal total?!.
Dia sudah membuat rencana tersebut sebaik mungkin, bahkan berfikir tidak akan mungkin ada yang bisa menggagalkan nya.
Tapi bayangkan kenapa pagi ini semua hancur berantakan.
Nadine yang seharusnya tidur bersama nya berganti dengan perempuan lain.
"Kau pasti sudah gila"
Dia berteriak penuh kemarahan.
Perempuan yang ada di atas kasur nya bergerak dengan perlahan, dia menyentuh keningnya untuk beberapa waktu, kepalanya yang masih sakit membuat perempuan tersebut kesulitan untuk bangun dari tempat tidur nya.
"Kau...."
Perempuan itu berusaha menetralisir perasaan nya.
"Kau tahu ini bisa merusak karir ku, bagaimana bisa kamu menyeret ku tidur kembali bersama mu?"
Perempuan tersebut terlihat begitu marah.
__ADS_1
Mayang mencoba menahan amarahnya, dia fikir Bagaimana bisa putra pengacara keluarga Santoso menyeret dirinya masuk ke kamar laki-laki tersebut dan meniduri dirinya.
Laki-laki itu putra pengacara keluarga mereka, laki-laki yang dipercaya ayah tirinya untuk menjadi pengacara keluarga mereka.
Putra Ibnu Rowland, calon suami dari penerus Hillatop.
Meskipun mereka bekerjasama untuk melakukan banyak kelicikan bersama, tapi bukan berarti mereka harus tidur bersama.
Belum sempat Bill Rowland menjawab dan membela diri tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba satu kejutan datang menghantam dirinya.
Anak buahnya berkata.
"Ini gawat tuan"
Mayang langsung beranjak kesal menuju ke kamar mandi, menyelimuti dirinya dengan handuk mendominasi berwarna putih sambil perempuan tersebut terus mengumpat kesal.
"Soal apa?"
Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika Bill Rowland membulatkan bola matanya diikuti Mayang yang juga menghentikan gerakan tangannya untuk membuka pintu kamar mandi.
"Apa?"
"Kau bilang apa?"
Dua sosok manusia tersebut jelas bertanya dengan nada terkejut.
"Amora?"
Deketika Bill Rowland menelan salivanya.
__ADS_1
Amora? masih hidup?!.
Perempuan itu akan menjadi ancaman terbesar dalam penikahan dia dan Nadine, skandal kasus yang telah lama tenggelam dan menghilang di telan waktu, kasus yang di paksa di tutup oleh ayah nya kenapa bisa mencuat kembali?!.
"Tuan Allzigra mulai mencurigai anda, tuan"
Shi..t.
Buggggg
Bill Rowland meninju dinding yang ada di sisi kanan nya.
*******
Catatan \=
Ada pertanyaan Makk,
Kalau curiga kenapa minuman nya ga dibuang aja?!
Lah kalau ga begitu kisah Hayat dan Ahem ga ada dan ga jadi donk makkkk🤧🤧🤧🤧😭😭😭😭.
Udah di setting Mak author sedemikian rupa agar semua kisah klop dengan kisah lainnya, masa Mak author harus matikan satu novel sih makkk? keburu udah tamat novel lainnya🤧 atau Mak author biarkan Nadine minum terus di nganu-nganu sama bill?!. lah nanti gimana kisah ahem dan hayat?!.
Kisah ahem dan hayat kenapa bisa ahem mau bobo bareng aja belom ada yang tahu kan alasan nya?! hayoooo 🤭.
kalau Mak author bikin melenceng skrip/naskah nya maka sequel lain di novel-novel sebelumnya tidak bakal terjadi makkkk.
Dan novel lain nya hilang donk.
__ADS_1
Tapi gapapa ada yang sampai kesal komentar nya, artinya readers terbawa arus sama Novel nya🤭, berhasil bikin gedeq pembaca🤣🙏🏻.