
Villa xxxxxxxx
Kamar utama Azlan dan Nadine
Sejenak wajah Nadine memerah, dia terlihat salah tingkah saat melihat Azlan yang barusan saja keluar dari arah kamar mandi hanya menggunakan handuk nya saja.
Laki-laki itu baru saja memilih membersihkan dirinya, bergerak menggunakan handuk mendominasi berwarna putih yang hanya menutupi tubuh bawahnya dan berjalan menuju kearah dirinya.
Gadis itu buru-buru berbalik, dengan gerakan cepat meraih pakaian untuk Azlan, pura-pura tidak melihat gerakan suaminya tersebut yang semakin mendekati dirinya.
Jangan ditanya bagaimana gemuruh jantung terus berdetak tidak beraturan sejak tadi, dalam seumur hidup nya ini kali pertama dia melihat laki-laki hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya dan menutup bagian paha nya.
Dada kotak-kotak yang digemari para gadis dan....
Oh god.
"Katakan pada ku"
Saat Nadine meletakkan pakaian Azlan di atas kasur mereka, tiba-tiba suara Azlan mengejutkan dirinya, Nadine menoleh dengan cepat, bisa-bisa nya laki-laki itu mengambil pakaian yang dia letakkan di belakang nya di atas kasur dengan gerakan tangan Azlan melewati tubuh nya.
Seketika Nadine memundurkan tubuhnya karena terkejut, Posisi mereka sedikit miring kebelakang, dia nyaris jatuh kebelakang, Azlan menahan pinggang nya dengan gerakan cepat menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan laki-laki tersebut meraih pakaian yang dia siapkan tadi.
"Ya? A..da apa?"
Bola mata Nadine berkedip-kedip beberapa kali karena terkejut dan gugup.
"Bagaimana jika kita pergi berbulan madu ke Roma, Ponte Milvio?"
Tanya Azlan kemudian, laki-laki tersebut membenahi posisi Nadine, entahlah bagaimana laki-laki tersebut bisa-bisa nya bersikap sangat biasa-biasa saja.
"Roma?"
Nadine mengerut kan dahi nya sejenak.
Itu tempat yang paling dia suka selama berlibur, bahkan dia pernah menulis nama black panther disana.
Katanya ketika menulis gembok cinta disana untuk orang yang kita cintai, satu hari kita akan kembali kesana dengan orang yang kita cintai.
__ADS_1
Oh god, bukankah yang dia tulis adalah Azlan?!.
"Hmm Roma, apakah kamu menyukai nya?"
Azlan kembali bertanya, laki-laki tersebut terlihat diam sejenak, menatap bola mata Nadine untuk beberapa waktu.
Alih-alih memilih berganti pakaian, tiba-tiba laki-laki tersebut malah kembali meletakkan pakaian nya ke atas kasur.
"Aku fikir itu pilihan destinasi yang baik untuk berlibur"
Ucao Nadine lagi.
"Kau tahu kak? aku pernah menulis nama mu di gembok cinta disana"
Gadis itu bercerita sambil tersipu malu.
"He em aku tahu"
Saat Azlan menjawab Begitu jelas saja membuat Nadine terkejut.
dia jelas terkejut.
"Aku menulis nama mu di sisa gembok yang kamu jauhkan di jembatan Milvius.
Nadine jelas ternganga Mendengar ucapan Azlan, dia menutup mulutnya dengan perasaan tidak percaya.
"Kamu menjatuhkan gembok nya dengan ceroboh"
Ucap Azlan sambil mengulum senyumannya.
Seketika Nadine ingat bagaimana ketika dia melewati liburan mereka, dia Dan teman-teman nya pergi ke jembatan Milvius dan mencoba menulis nama black panther disana, tapi dia menjatuhkan pasangan gembok nya karena terburu-buru, belum menuliskan nama nya disana.
Dia fikir bagaimana Azlan?!.
"Itu membuat ku cukup terkejut"
Ucap Nadine kemudian.
__ADS_1
Azlan terlihat mengulum senyuman nya, laki-laki tersebut kemudian secara perlahan menyentuh lembut wajah nya.
"Kau tahu Nad? tanpa pernah kita sadari, kita berkali-kali bertemu dalam keadaan tidak disengaja, berdua dalam beberapa moment berharga tapi tidak pernah saling bertegur sapa"
Ucap laki-laki itu pelan, Azlan menggosokkan jemari nya perlahan di pipi kiri Nadine.
"Terima kasih karena sudah bersedia menjadi pendamping ku, Nad"
Lanjut Azlan lagi.
"Terimakasih mau menjadi tulang rusuk ku yang bengkok Nad, mungkin aku bukan laki-laki yang sempurna, tapi InsyaAllah aku akan mencoba menjadi laki-laki yang bertanggung jawab baik secara lahir maupun batin, baik di dunia maupun di akhirat, membuat kamu tersenyum dalam keadaan apapun baik dikala suka maupun duka, baik dikala kita berada di atas atau bahkan tengah di uji nya Bawah"
Mendengar ucapan Azlan, gadis itu terlihat diam, dia menatap lembut bola mata Suami nya, secara perlahan Nadine mengangguk kan kepalanya.
"Mungkin aku juga bukan gadis yang sempurna, tapi sejak awal aku mencoba memantas kan diri untuk menunggu calon imam ku dan aku akan berusaha menutupi bagian tidak sempurna didalam diri kamu sebagai penyempurna pernikahan kita, karena sejatinya menikah itu bukan menuntut kesempurnaan, tapi saling menutupi kekurangan"
Jawab Nadine sambil mengembangkan senyuman nya.
Azlan terlihat ikut mengembangkan senyuman nya, laki-laki tersebut secara perlahan menyentuh lembut pipi Nadine, lalu sepersekian detik kemudian secara perlahan laki-laki itu menautkan bibir mereka dengan gerakan yang begitu lembut.
Nadine yang awalnya terkejut seketika memejamkan bola matanya, dia terlihat diam untuk beberapa waktu saat Azlan bergerak menyapu bibir nya dengan gerakan yang sangat lembut dan manis, seiring waktu gadis itu ikut menggerakkan bibirnya secara perlahan.
Mereka saling menikmati moment indah bersama dalam ciuman yang begitu hangat, membuat satu Hasrat yang terpendam tiba-tiba naik dan bergejolak.
Laki-laki tersebut melepaskan ciumannya, menatap wajah merah Nadine yang tengah berusaha mengambil nafasnya dalam.
"Bolehkah aku?"
Bisik Azlan kemudian sambil terus menatap bola mata sang istri yang ada di hadapannya itu.
Alih-alih menjawab, Nadine hanya mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
Bukankah cepat atau lambat mereka akan melewati masa ini juga?!.
Begitu mendapat kan anggukan dari sang istri, Azlan kembali menautkan bibir nya ke bibir gadis tersebut secara perlahan.
Menuntaskan apa yang seharusnya mereka tuntaskan bersama di malam pertama mereka.
__ADS_1