
Disisi lain
Beberapa waktu sebelumnya
Bola mata Bill Rowland terlihat fokus menatap arah depan panggung moulin rouge, dia mencoba memperhatikan satu persatu orang yang ada didepan sana.
sejenak bola matanya mencari seseorang diantara ribuan kursi penonton baik dari barisan Kursi VVIP panggung depan, barisan Kursi tengah hingga barisan kursi atas.
Cukup lama dia mencari namun belum pula terlihat apa yang ingin dia tangkap saat ini.
Sejujurnya kekhawatiran jelas menerjang dirinya, malam ini seharusnya dia berada di Indonesia pergi menuju ke kediaman utama Hillatop.
Membicarakan pernikahan dia dan Nadine kepada tuan Allzigra, tidak peduli bagaimana keputusan Nadine, dia akan tetap mempercepat tanggal pernikahan mereka.
Atau mungkin dia menghubungi tuan Allzigra dan berkata di sedikit terlambat karena lembut bekerja kemudian dengan ter buru-buru dia datang menemui Nadine kemudian pergi berdua ke kediaman utama Hillatop.
tapi realitanya kini dia tidak ada di Indonesia, di sinilah posisinya saat ini, di depan panggung Megah pentas seni musikal dan teater moulin rouge Prancis.
__ADS_1
Dia yakin ini tidak akan apa-apa, apalagi sang asisten pribadi Daddy nya berkata semua baik-baik saja, bukan perkara sulit untuk menjelaskan semua keadaan kepada tuan Allzigra besok.
"Tuan tidak perlu khawatir"
Ucap perempuan dihadapan nya itu.
"Aku akan mengurus semua hal yang ada di Indonesia"
Perempuan itu adalah asisten pribadi Daddy nya, dia mencoba menyakinkan dia jika semua baik-baik saja.
"Aku akan datang ke kediaman Allzigra untuk mewakili anda dan tuan Ibnu Rowland"
Yah dibandingkan harus mengurus persoalan dirinya dan Nadine, malam ini dia harus menuntaskan terlebih dahulu seluruh persoalan yang melibatkan dirinya pada kasus pembunuhan di masa lalu, kasus kematian Amora yang tersimpan rapat-rapat selama beberapa tahun ini.
baginya hal tersebut akan menjadi ancaman besar untuk kelangsungan hidupnya dan keluarga Rowland.
Jika dia dan Daddy nya bisa menghancurkan apa yang bisa di hancurkan sebelum keadaan mereka hancur dan keluarga Hillatop menolak mereka karena hal bodoh soal Amora, sebaiknya mereka menyelesaikan persoalan dan halangan ini secepat nya.
__ADS_1
Sejenak Bill Rowland menghela kasar nafasnya.
di sisi kanannya bisa dia lihat dimana Mayang dan ibu perempuan tersebut tengah duduk dan menyaksikan pertunjukan panggung teater yang ada di hadapan mereka.
di tengah bola mata laki-laki itu terus menatap fokus pada orang-orang di sekitarnya dan juga pada bagian depan panggung teater tersebut, sejenak Bill Rowland mengerutkan keningnya saat dia melihat seseorang yang ada di atas panggung sana.
awalnya panggung moulin rouge masih tampak tertutup, kemudian secara perlahan layar panggung ditarik ke atas dan mulai menampilkan kaki para pemain teaternya.
Bill Rowland tidak begitu tertarik untuk menyaksikan drama musikal sepanjang abad, dia hanya fokus dengan informasi yang dia dapatkan.
hingga akhirnya layar yang ada di atas Moulin rouge secara pelan-pelan mulai dari terus naik dan menampilkan wajah asli para pemain teater tersebut.
Di detik-detik pertama semua terlihat biasa-biasa saja, bola mata Bill Rowlan Masih berusaha untuk memperhatikan satu persatu wajah Semua orang.
Namun siapa tahu di detik selanjutnya satu hal mengejutkan dirinya.
Oh shi..t.
__ADS_1
seketika Bill Rowland tercekat saat dia menyadari wajah siapa yang dilihat nya saat ini.