Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Mulai mendapat kan umpan nya


__ADS_3

Klub malam xxxxxx


Jakarta


Nadine mengerutkan keningnya saat dia sadar dia dikerjai oleh teman-temannya.


Mereka melakukan reuni sekolah secara mendadak, merayakan ulang tahun dari salah satu teman mereka.


"Kenapa tidak bilang?"


Dia bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Seharusnya aku membawa kado istimewa"


Kali ini Nadine sedikit protes sebab dia Fikir hanya dia yang tidak membawa kado apapun untuk teman yang ulang tahun.


"Kamu bisa memberikan kado susulan untuk dia Nad, sangat sulit sekali membawa mu keluar jadi mau tidak mau kami sedikit berbohong pada mu"


Gadis lain bicara sambil menimpali.


Kemudian beberapa gadis lainnya memeluk dirinya, saling melepaskan rindu karena cukup lama mereka tidak bertemu.


Ini adalah reunian paling lengkap menurut mereka.


"Hayat akan datang Kemari"


Mendengar nama Hayat, seketika Nadine mengerut kan keningnya.


"Gadis kocak itu?'


Nadine seketika tertawa kecil saat dia ingat pada temannya satu itu.

__ADS_1


"Bukankah dia panjang umur? lihat dia datang kemari mendekati kita"


Teman di hadapan Nadine bicara cepat.


Mereka buru-buru menoleh.


"Oh my god"


Dan bisa dibayangkan bagaimana suasana saat ini berlangsung?!.


Jelas begitu siru dan menyenangkan, kehebohan jelas terjadi.


Apalagi yang datang di akhir si somplak dan ceria, yang selalu mampu mencair suasana.


Ketika obrolan terus terjadi, keakraban semakin melekat di antara mereka, beberapa teman mereka tanpa sibuk menikmati alunan musik di dalam klub malam tersebut.


beberapa teman yang lainnya sibuk dengan minuman yang ada di tangan mereka, bahkan tidak dipukuri beberapa gadis yang lainnya sibuk melirik beberapa laki-laki yang dianggap mereka menarik.


Tiba-tiba Salah satu teman menawarkan minuman ber'alkohol.


"No..."


Nadine jelas menolak nya.


Dia tidak menyentuh minuman seperti itu, bagi Nadine yang lebih sehat mungkin hanya air mineral atau dia boleh menyentuh minuman seperti coca-cola.


di dalam rumah mereka yang boleh menyentuh benda seperti itu hanya anak laki-laki, anak perempuan sama saya tidak diizinkan untuk minum minuman beralkohol minuman seperti itu selain tidak dianjurkan juga bisa merusak kesehatan apalagi kini dia merupakan seorang mualaf tentu saja ia tidak bisa minuman seperti itu.


Satu teman nya tiba-tiba memberikan segelas coca-cola kepada dirinya, yang telah diletakkan dengan es batu yang cukup menyegarkan tenggorokan.


Hayat terlihat duduk disampingnya, beberapa kali berbisik kearah Dirinya sambil bola mata gadis tersebut entah tertuju kemana.

__ADS_1


Gadis tersebut bahkan terlihat sesekali bercanda dengan beberapa temannya, tertawa bersama sambil sesekali menggoda mereka.


Nadine perlahan menyentuh gelas minuman nya secara perlahan dan mulai menikmati minuman Miliknya sedikit demi sedikit.


Diikuti oleh Hayat yang juga menikmati minuman nya.


Sejenak Hayat menatap kearah Nadine untuk beberapa waktu, merasa ada sesuatu yang aneh di antara mereka.


Gadis itu menggenggam telapak tangan Nadine untuk beberapa waktu.


"Apa kamu baik saja?"


*******


Disisi lain


Club malam xxxxxxx


Bill Rowland terlihat duduk di atas sebuah kursi sofa mendominasi berwarna merah menyala, dia menghisap rokoknya Secara perlahan sambil sesekali menyesap minuman nya.


Laki-laki tersebut melirik kearah jam di tangannya, kemudian bisa dia lihat seorang perempuan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Kamu bisa mendapatkan kamar nya"


Perempuan tersebut bicara sambil menunggu laki-laki tersebut beranjak dari sana.


"Dia sudah mendapatkan minuman nya"


Ucap perempuan tersebut kembali.


Bill Rowland seketika menaikkan ujung bibirnya, dia langsung berdiri dari posisi duduknya, memilih bergerak dan pergi meninggalkan ruangan tersebut penuh dengan kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2