Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Rencana kehancuran Rowland


__ADS_3

Markas rahasia xxxxxxx


Lewat tengah malam


Azlan terlihat berjalan memasuki satu gedung besar yang ada dihadapan nya setelah dia memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah.


laki-laki tersebut meneruskan langkah nya menuju ke sebuah pintu kaca besar di mana terdapat dua penjaga yang berdiri di sana.


Dua laki-laki tersebut menundukkan kepada mereka di hadapan Azlan, kemudian mereka membiarkan laki-laki itu mengakses pintu depan dengan kartu yang ada di tangannya.


begitu kartu yang ada di tangan Azlan terdeteksi, pintu kaca besar dengan lapisan pelindung tinggi tersebut langsung terbuka secara otomatis.


di dalam sana terlihat banyak orang yang hilir mudik sibuk dengan tugas dan pekerjaan mereka masing-masing, beberapa orang yang melihat Azlan masuk ke dalam tampak menundukkan kepala mereka.


"Sir.."


"Sir.."


Orang-orang itu menyapa sambil menundukkan kepala mereka.


Azlan hanya mengangguk kan kepalanya.


Kemudian seorang perempuan Langsung melebarkan senyuman nya, mendekati Azlan kemudian dia berbalik dan mensejajarkan langkah nya pada laki-laki tersebut.


"Semua berjalan lancar, Havanna?"


Tanya Azlan sambil terus melangkah kearah depan.


"Seperti yang kamu lihat, waktu nya semakin mendekat"


Perempuan tersebut menjawab dengan tenang.


Pada akhirnya mereka berdua berhenti pada satu ruangan besar di mana orang-orang telah menunggu diri nya.


Perempuan yang dipanggil Havanna langsung membuka pintu tersebut kemudian membiarkan Azlan bergerak lebih cepat.

__ADS_1


Beberapa orang terlihat duduk mengelilingi meja yang ada di tengah-tengah ruangan.


Beberapa orang-orang penting terlihat duduk menunggu Azlan.



Diujung sana terlihat seorang laki-laki seusia dirinya tengah duduk dengan gaya yang begitu santai didepan layar monitor berukuran besar.



"Kau datang cukup terlambat"


ucap laki-laki tersebut sambil menatap ke arah Azlan.


Alih-alih menjawab Azlan bergerak maju mencari kursi kosong untuk dia duduki.


Perempuan yang bersama Azlan tadi ikut mengambil posisi, duduk di salah satu kursi kosong di ujung sana.


"Katakan pada ku perkembangan nya"


"Cukup signifikan, kau tidak akan percaya seseorang datang meminta bantuan juga"


Ucap laki-laki itu sambil memutar pulpen yang ada di tangan nya.


Azlan jelas mengerutkan keningnya.


"Setali tiga uang, kau tahu Azlan? dia juga menginginkan kehancuran Rowland"


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika Azlan menaikkan ujung bibirnya.


"Rencananya akan berputar dengan cepat"


Seorang laki-laki berusia 50'an bicara cepat.


"Katakan, O'Neill"

__ADS_1


Ucap Azlan sambil menoleh kearah laki-laki tersebut.


Laki-laki yang dipanggil O'Neill mulai meminta seseorang menyalakan layar monitor besar dibelakang nya.


Disana mereka menampilkan berbagai macam gambar didalam nya, yang di akses melalui laptop yang ada di tangan laki-laki tersebut.


"Moulin rouge Prancis, kita akan bergerak ke sana untuk menangkap ikan besar nya menggunakan wajah doppelganger dan bermain pentas sebentar di puncak teater penuh sandiwara"


Mendengar kata moulin rouge dan wajah doppelganger jelas membuat Azlan menoleh ke arah Havanna, seolah-olah tahu siapa yang akan ikut terjun kesana.


"Ada sangkut pautnya dengan keluarga Van Efron?"


Tanya Azlan tiba-tiba.


Tebakan Azlan jelas tidak akan meleset.


"Yeah dan juga ada sangkut pautnya dengan keluarga Santoso, kau tahu? ayah Bill Rowland bermain dengan keluarga Santoso bersama istri muda nya untuk mendapatkan semua harta kakak laki-laki nya"


Azlan terlihat mengetuk-ngetuk jari nya keatas meja.


"Aku tidak peduli bagaimana CIA bergerak menangkap mereka, tapi yang aku inginkan kalian memusnahkan mereka tepat dimalam aku akan datang membuat lamaran ke keluarga Hillatop"


Setelah berkata begitu, Azlan langsung menatap semua orang satu persatu.


"Aku tidak suka ada halangan di hari penting ku, pastikan Allzigra Hillatop menerima panggilan penangkapan Bill Rowland hingga dia tidak bisa berkata tidak untuk lamaran ku"


Setelah berkata begitu, Azlan melipat kedua belah tangannya tepat kedepan dada nya.


"Seperti yang kamu harapkan, Sir"


Semua orang menjawab serentak, kecuali O'Neill, laki-laki itu hanya menaikkan bahunya kemudian berdiri sambil mengangkat ujung bibirnya.


"Itu yang aku suka dari seorang Azlan Del Piero, dia tidak suka kata gagal dan tidak suka menunda-nunda sesuatu yang dia anggap harus langsung dia kerjakan"


Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung melangkah meninggalkan Kursi nya.

__ADS_1


"Akan aku pastikan Tuan Allzigra menerima lamaran mu tepat pada waktunya"


__ADS_2