
Beberapa waktu kemudian
Perjalanan menuju pulang
Nadine beberapa kali mencoba menutupi mulutnya karena menguap di sebabkan oleh efek ngantuk dan lelah.
Meskipun tidak berkutat dengan banyak pekerjaan, namun perjalanan yang ditempuh cukup memakan waktu apalagi waktu sudah begitu malam.
Mereka pulang hampir di waktu tengah malam.
Seharusnya mereka sudah cukup lama bergerak untuk pulang, tapi tiap kali mereka ingin pamit, Mommy Azlan selalu punya cara untuk mengulut waktu agar mereka bisa tinggal lebih lama Lagi.
Seolah-olah wanita itu belum siap untuk berpisah dari mereka.
Bahkan berulang kali wanita tua itu mencoba untuk memastikan jika Nadine akan kembali kesana bersama Azlan di malam sebelum akhir Minggu untuk mengulang momentum makan bersama.
"Pastikan kembali di malam sebelum kami pergi ke kediaman utama Hillatop"
Ucap Mommy Azlan sambil menyentuh lembut wajah Nadine.
Apakah dja bisa menolak nya? wanita itu Bicara sambil menatap nya dengan pandangan penuh harap.
Dia menoleh kearah Azlan sejenak.
Laki-laki itu hanya menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa Nadine pahami.
Kemudian Azlan berkata.
__ADS_1
"InsyaAllah, pasti Mom"
Laki-laki itu selalu begitu, memberikan keyakinan penuh pada lawan bicaranya ketika dia memastikan jika dia akan kembali melakukan apa yang ingin dia lakukan.
"Baiklah"
Ucap Nadine pelan pada akhirnya.
Dan kini di dalam mobil Azlan beberapa kali Nadine berusaha menekan matanya agar dia tidak tertidur karena rasa kantuk luar biasa yang menghantam dirinya.
Tiba-tiba dia merasakan satu gerakan lembut di atas tubuh nya, bola mata Nadine yang perlahan ingin terpejam sejenak membuka untuk beberapa waktu.
Bisa dia lihat Azlan meletakkan jas nya ke atas tubuh Nadine.
"Pakai lah ini, Cuacanya terasa begitu dingin"
Nadine memilih tidak menjawab, dia bisa merasakan dinginnya angin menusuk tulang-tulang nya sejak tadi, secara perlahan dia merapat kan tubuhnya dan membiarkan dirinya tenggelam didalam kehangatan berselimut kan jas milik Azlan Del Piero.
Lucu nya tiba-tiba bukan tubuhnya saja yang menghangat, tapi hati nya juga.
Entah berapa tahun dia mengenal Bill Rowland hingga akhirnya mereka akan menikah, tapi laki-laki itu tidak pernah memperlakukan dirinya se hangat seorang singa jantan Azlan Del Piero.
Hati nya kini mulai goyah, berbulan-bulan berkutat dengan keraguan atas perasaan nya yang terombang-ambing kesana-kemari, pada akhirnya dia seolah-olah berkata.
Berdosakah jika aku berpaling hati dan menginginkan laki-laki ini.
Ahhhh
__ADS_1
Nadine menghela pelan nafasnya, dia menatap Azlan untuk beberapa waktu dengan mata sayu nya.
Dia mulai perlahan Hendak memejamkan bola matanya hingga dia mendengar...
"Tidurlah jika mengantuk, akan aku bangunkan ketika kita tiba"
Suara Azlan bahkan sudah nyaris tidak bisa dia dengar saat ini.
"Hmmm"
Hingga akhirnya bola mata Nadine mulai terpejam secara perlahan.
Sejenak Azlan menatap wajah Nadine untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu kemudian secara perlahan menyentuh lembut ujung kepala Nadine.
Entah apa yang ada di Fikiran laki-laki tersebut tapi dia tiba-tiba mengulum senyuman nya.
Laki-laki itu pada akhirnya menatap fokus ke arah depan, menikmati indah nya pemandangan malam sambil sesekali dia melirik ke arah Nadine.
Bisa dia lihat gadis tersebut mulai tenggelam dalam tidur lelapnya.
Ditengah konsentrasi nya dalam menyetir sejenak bola mata Azlan menatap satu cahaya kearah kaca spion tengah mobil nya.
Dia fikir mobil seseorang mengikuti mereka.
Laki-laki itu mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu kemudian dia mendengus kasar saat dia sadar siapa yang ada dibelakang sana.
__ADS_1