
Kembali ke malam tadi
Putri Zuu Azzura
Hazal Heim Hayat Azzura
Gadis cantik tersebut bergerak dengan cepat masuk ke club malam xxxxxxx Jakarta, bergerak celingak-celinguk mencari teman nya Illi.
Setelah datang ke pernikahan sahabat baik nya Ayana, dia langsung melesat pergi ke club malam tersebut demi menemui teman-teman semasa sekolah nya dulu yang memilih tempat reuni disana dan salah satu dari mereka merayakan ulang tahun nya.
Bola matanya mencari teman baiknya, Hayat fikir jika Daddy nya tahu dia masuk ke club malam, maka celakalah dirinya.
"Kau sudah datang?"
Suara seseorang mengejutkan dirinya.
"He em"
Gadis tersebut langsung menoleh kearah temannya, mengangguk kan kepalanya dengan cepat sambil mengulas senyuman paling cantik miliknya.
Tidak ada yang tidak jatuh cinta dengan senyuman cantik gadis tersebut, meskipun kadang-kadang sedikit konyol dan somplak gadis tersebut begitu ceria dan menyenangkan bagi teman-teman nya.
Bahkan tidak ada teman laki-laki mereka yang tidak jatuh cinta dengan nya.
"Ayo masuk"
Teman gadis tersebut bicara cepat.
Dan begitu mereka masuk ke dalam klub malam tersebut, suara dentuman musik yang saling bersahutan terdengar di sepanjang bangunan mewah tersebut.
berbagai macam aroma tercium di sana baik dari rokok alkohol bahkan bau keringat juga bawa parfum yang saling menghantam indra penciuman siapapun yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Bahkan lautan manusia terlihat memenuhi ruangan tersebut, Belum lagi berbagai macam pasang manusia terlihat memamerkan kemesraan tanpa malu-malu didalam sana yang bisa merusak pemandangan mata gadis polos yang tidak berdosa.
Ohhhh kenapa mereka sangat tidak tahu malu? mata indah ku ternoda dengan adegan plus dua puluh satu yang begitu mengerikan, brrhhhhh.
Gadis tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba memicingkan sedikit bola matanya, Hati nya jelas berkata itu mengerikan, tapi otak nya berkata
__ADS_1
"Bestie...mari mengintip sedikit"
Dan percaya sungguh terlaknat mata satu nya yang enggan di ajak berkompromi dengan baik dan benar sejak tadi.
Ommo..!?.
Dia langsung memalingkan wajahnya.
Gaswat mereka berciuman.
Hayat buru-buru menoleh kearah depan tapi..
Gubrak...
"Akhhhh"
Dia meringis kecil saat kaki nya tersandung sebuah meja kecil di sisi kanannya"
"Hayat kamu tidak apa-apa?"
Teman nya bertanya dibalik telinga nya, mencoba bicara kencang karena suara musik mengalahkan kencangnya suara knalpot racing milik Rossi pembalap abad jaman old.
Hayat terkekeh kecil, berbisik balik kearah temannya.
"mata kaki ku lupa bagaimana cara berjalan dengan baik dan benar, dia gemetaran saat melihat sesuatu yang menjadi sesuatu"
"Ya?"
"Lupakan saja"
Hayat langsung buru-buru mendorong tubuh temannya itu ke belakang.
"Dimana mereka berkumpul?"
tanya Hayat sambil menatap ke beberapa arah.
"Di sebelah sana"
__ADS_1
Dan pada akhirnya mereka buru-buru bergerak ke arah salah satu sudut ruangan, melihat Hayat yang pada akhirnya tiba menyeruak masuk bergabung jelas saja membuat semua orang bahagia, peluk, cium dan tempel rindu jelas terjadi di antara mereka.
"Ommo itu Nadine.."
Dia jelas begitu antusias, kapan terakhir mereka bertemu?! sudah begitu lama sekali.
"Berikan aku minuman biasa, aku tidak menegak alkohol"
Nadine bicara cepat pada teman nya dengan nada keberatan saat meja mereka dipenuhi oleh minuman haram tersebut.
"Aku tidak menyentuh minuman seperti itu sama Sekali"
Gadis itu jelas menolak nya.
"Aku pun tidak, ini ide yang buruk, berikan kami Coca cola atau air dingin saja''
Hayat bicara cepat sambil menoleh kearah Nadine.
Gadis itu terus mengerutkan keningnya, menatap teman SMP nya dengan pandangan curiga, sejak tadi dia fikir gadis itu terus saja memaksa Nadine untuk menikmati minuman nya.
Hayat terus menatap minuman yang ada dihadapan mereka, tidak tahu kenapa kecurigaan besar menghantam nya.
Sejak dulu dia tau perempuan itu tidak baik-baik saja, meskipun tidak bilang soal rasa cemburu nya, Perempuan itu selalu iri dengan keberhasilan orang lain.
Bahkan dulu selain iri pada Nadine, hayat dan Freya, gadis itu jelas menjadi saingan terburuk nya di Masa SMP,. kemudian mereka bertemu lagi di Paris untuk beberapa waktu.
Gerakan perempuan tersebut Semakin mencurigakan, apalagi di ujung sana bisa dia lihat seorang laki-laki dan perempuan terus menatap kearah mereka.
Begitu semua orang lengah, Hayat secara perlahan menukar gelas milik nya dan Nadine.
Setelah itu dia mencoba menghubungi seseorang dari balik handphone nya.
Mencoba mencari antisipasi jika-jika hal yang buruk terjadi.
Azlan Del Piero.
Dia tahu laki-laki itu menyukai Nadine lewat cerita kakak sepupu nya.
__ADS_1
Jadi satu-satunya manusia yang paling masuk akal untuk dia hubungi adalah laki-laki tersebut
.