Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Membuat dia kehilangan kata-kata


__ADS_3

Jujur saja Nadine seketika bingung dan terkejut saat melihat Daddy nya tiba-tiba mengeluarkan ekspresi wajah yang berbeda dibandingkan kemarahan Daddy nya yang membuncah tempo hari.


Dia menatap kearah Azlan untuk beberapa waktu kemudian menatap tangan laki-laki itu yang jelas punya nyali besar dan begitu berani menggenggam erat telapak tangan nya meskipun sebenarnya Daddy Allzigra belum benar-benar jauh dari mereka.


Pertanyaan besar menghantam Dirinya.


Bagaimana caranya Azlan meluluhkan hati Daddy nya?!.


Siapa yang tidak kenal keras nya sikap seorang Allzigra Hillatop?, laki-laki keras kepala yang tidak pernah mau mengalah dengan siapapun bahkan dengan anak-anak nya kecuali dengan sang istri nya itu begitu dikenal oleh banyak orang dengan sikap tidak tergoyahkan nya.


Jika Daddy nya berkata tidak maka jangan harap laki-laki itu akan berkata iya, jika laki-laki itu berkata A maka tidak udah berharap dia akan berkata B lalu bagaimana bisa seorang anak muda seusia Azlan bisa membuat Daddy nya membiarkan dia untuk tidak pulang bersama dan berkata dengan Azlan.


"pastikan putri ku kembali ke mansion nya di jam yang normal"


Padahal untuk ukuran Bill Rowland yang jelas-jelas tunangan nya tiap kali ingin membawa nya keluar pun harus di fikirkan dengan begitu matang.


Dan percayalah di dunia ini yang bisa menundukkan kepala Allzigra hanya Mommy Nadya nya, orang lain jelas tidak akan sanggup melakukan nya.


Bahkan meskipun anak-anak nya ingin membantah ucapan Daddy mereka, harus berfikir dua hingga tiga kali.


Nadine ketimbang memilih membantah atau berdebat, lebih suka diam tanpa memberikan perlawanan.


"Apakah semua baik-baik saja?"


Anggaplah pertanyaan Nadine terdengar bodoh, bagaimana bisa dia bertanya apakah semua baik-baik saja?!.


Tapi dia bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


Mendapatkan pertanyaan dari Nadine, seketika Azlan menoleh kearah Nadine.


Gadis itu berjalan tepat di disisi kirinya.

__ADS_1


"Tentu saja, bukankah aku di izinkan membawa tuan putri dari keluarga Hillatop oleh sang penguasa nya sendiri? jadi semua jelas baik-baik saja"


Mendapatkan jawaban Azlan yang seperti itu sejenak membuat Nadine terdiam.


"Aku sedikit khawatir"


Ucap gadis itu pelan kemudian menundukkan kepalanya, dia menatap langkah kaki mereka yang Terus bergerak kedepan.


Sejenak Azlan menghentikan gerakan kakinya hingga membuat Nadine seketika ikut menghentikan gerakan kakinya secara refleks.


Gadis itu cukup terkejut sebab begitu dia berhenti, tiba-tiba sebuah pelukan hangat melesat masuk ke dalam tubuhnya.


Ehh?!.


Di seketika memejamkan bola matanya, tidak tahu kenapa wajah nya terasa menghangat dan memerah.


Entah lah mungkin itu respon wajar bagi seorang gadis ketika mendapat kan perlakuan yang begitu asing dan manis.


Berbeda dengan Bill Rowland yang tidak pernah menampilkan sisi hangat nya, tidak dia tutupi Bill Rowland memang sering kali membuat kejutan untuk diri nya, membàwa nya buket bunga besar, mengirimi nya kartu ucapan cinta dan lain sebagainya.


Tapi dia tidak benar-benar melihat kehangatan di balik tatapan dan perlakuan Bill Rowland, seolah-olah semua semu dan dilakukan atas dasar kewajiban, bukan atas dasar itu memang benar berasal dari hatinya.


Karena itu sangat sulit sekali bagi Nadine untuk memantapkan hati nya pada laki-laki tersebut.


Berbanding terbalik dengan Azlan, laki-laki itu seolah-olah menyiratkan betapa dia menginginkan Nadine, memperlakukan dia begitu hangat dan manis, berkata seolah-olah Nadine adalah miliknya.


Meskipun tidak dipungkiri Nadine cukup kesal dengan sikap kaku dan datarnya.


"Bukankah aku sudah bilang hmmm? jangan khawatir kan soal apapun, karena aku akan mengatasi semua persoalan dan kamu cukup duduk manis melihat nya"


Azlan bicara sambil menahan pelukan nya.

__ADS_1


Sejenak Nadine terdiam, Dia sedikit bingung harus mengeluarkan ekspresi yang bagaimana.


Dia membuka bola matanya secara perlahan dan baru ingin menjawab ucapan Azlan tapi tiba-tiba satu hal mengejutkan Dirinya.


Tahu-tahu lampu di sekitar mati mendadak, Nadine secara spontan Meraih pinggang Azlan dan memeluk nya erat.


Satu-satunya kelemahan Nadine ketika lampu dimatikan.


Kejadian bertahun-tahun yang lalu masih menyisakan trauma yang mendalam.


Dikala dia merasa sedikit panik, tiba-tiba ada lampu tembak yang mengarah ke arah mereka, tidak tahu apa yang terjadi tahu-tahu ada jutaan kelopak bunga yang berhamburan dari atas kepala mereka.



Nadine jelas mendongakkan kepalanya, cukup terkejut dengan apa yang terjadi Barusan.


Dan Sepersekian detik kemudian terdengar suara music 🎶 mengalun begitu lembut, tahu-tahu disisi kiri Nadine terdapat sebuah meja yang telah ditata dengan indah dan manis di Tembak dengan lampu sorot nya.


Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi Nadine?!


Dia langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.



"Aku harap kamu menyukainya"


Azlan berbisik kemudian menatap dalam wajah gadis itu dengan tatapan penuh arti.


Oh god.


Nadine jelas kehilangan kata-kata nya.

__ADS_1


__ADS_2