Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Bahagia itu sederhana


__ADS_3

Setelah selesai makan malam


Masih di Mansion utama Hillatop


"Apa semua baik-baik saja?"


Tanya Nadya, Mommy Nadine secara perlahan.


Wanita itu berjalan mendekati Nadine yang tengah membersihkan wajahnya di kamar mandi, gadis itu berulang kali mencoba untuk memuntahkan seluruh isi perut nya dan berusaha membuat nyaman keadaan nya.


Itu mungkin menjadi kebiasaan buruk Nadine sejak anak-anak.


Ketika sedih, Bingung dan marah dia bisa memuntahkan seluruh isi perut nya, dia akan kesulitan untuk menerima makanan apapun dan bisa di jamin kesehatan nya akan turun Secara drastis di Minggu berikutnya jika persoalan berat terus berlarut-larut menghantam dirinya.


Dia bukan type gadis yang bisa mengeluarkan semua permasalahan didalam dirinya, diam seolah-olah menjadi kebiasaan gadis tersebut.


Dan hal tersebut menjadikan momok paling menakutkan untuk Mommy nya terhadap putri nya tersebut.


Nadya tahu memiliki 5 anak jelas memiliki 5 karakter yang berbeda, 5 selera yang berbeda dan 5 permasalahan yang berbeda.


Tidak gampang menjadi seorang ibu yang mengurus sendiri soal anak-anak tanpa bantuan baby sitter atau orang lain.


Bahkan seorang ibu harus di ajarkan untuk bersabar memahami setiap karakter anak-anak, menyelesaikan berbagai macam konflik yang terjadi sejak anak-anak masih balita hingga bahkan mereka menikah pun terkadang seorang ibu harus menjadi wanita paling bijaksana untuk bisa menjadi salah seorang penengah dan pen Suport anak-anak mereka.


Dan Nadya fikir ditengah kesulitan hubungan putra nya Ahem, kini dia harus berjuang ditengah hubungan putri nya Nadine Juga.


Mendengar suara Mommy nya seketika Nadine menoleh kearah Mommy nya.


"Jangan lakukan kebiasaan buruk itu hmmm, jika tidak kamu akan membuat Mommy khawatir"

__ADS_1


Ucap wanita itu sambil menyentuh lembut wajah putri nya tersebut.


Bisa dia lihat bagaimana ekspresi wajah Nadine saat ini, dia tahu gadis itu ingin mengadu tapi gadis itu tidak pernah bisa melakukan nya sejak dulu.


Nadine anak yang terbiasa mandiri, alih-alih bicara tentang masalah nya, gadis itu lebih suka memendam nya sendiri dan mencoba menyelesaikan sendu persoalan yang selalu dihadapi nya.


Gadis itu tidak pernah melibatkan orang lain dalam persoalan hidup nya, belajar untuk mandiri dan tegar meskipun kadang-kadang hati nya terluka begitu dalam.


Begitu persoalan berat menghantam, gadis itu lebih suka pergi menyendiri ke kamar atau ke kamar mandi, menangis terisak sendirian didalam nya hingga berjam-jam lama nya.


Dan ketika keluar dari kamar atau Kamar mandi jika ada yang bertanya ada apa, gadis itu akan bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


"Tidak ada masalah, aku baik-baik saja"


"Mommy bicara apa? aku hanya merasa tidak enak badan"


Lihatlah?!.


Nadya terlihat diam.


Sepersekian detik kemudian Nadine memeluk perlahan tubuh nya, Membiarkan dagunya berada di bahu Mommy nya.


Meskipun Nadine bagi nya masih anak-anak di usia setua itu, tapi tidak dipungkiri tubuh anak gadis nya itu jauh lebih tinggi dari dirinya.


Pelukan hangat putri nya membuat wanita tua itu diam, menggerakkan pelan tangannya kemudian menepuk-nepuk punggung gadis tersebut.


"Aku fikir aku harus ke dokter lambung, seperti nya asam lambung ku kumat lagi, Mom"


Dan gadis itu memang selalu seperti itu.

__ADS_1


"Apa kamu mencintai bill?"


Tanya Nadya pelan sambil terus menepuk punggung Nadine.


Gadis itu seketika terdiam.


"Kamu tahu sayang? Mungkin tidak mudah untuk menemukan kebahagiaan, tetapi tanpa kita sadari kebahagiaan itu bisa di temukan dengan cara yang begitu sederhana," 


Ucap Nadya pelan.


"Terkadang sedikit kebohongan dapat merusak jiwa, membuatnya berkarat dan kurang tangguh"


"Jangan lupa Cari tahu apakah kita lapar atau lelah,"


"Rasa lapar dan lelah terkadang memiliki kemiripan namun jelas memiliki dua solusi berbeda. Saat lapar kita perlu makan, sementara saat lelah tidur adalah solusi yang paling tepat"


Lanjut wanita itu lagi sambil terus menepuk-nepuk punggung anak nya tersebut.


Sejenak keheningan terjadi, sepersekian detik kemudian tiba-tiba bisa dia dengar isakan tangis putri nya.


Begitu lirih dan cukup menekan batin nya.


Katakan Ibu mana yang bisa mendengar dan melihat anak-anak mereka menangis?!.


hati ibu mana yang tidak terluka ketika anak-anak mereka menangis?.


"Apapun keputusan kamu, Mommy akan terus berdiri di garda paling terdepan, jadi jangan khawatir soal apapun itu terutama soal Daddy mu"


Bisik Nadya pelan sambil mengelus lembut punggung Nadine dengan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2