Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Jelang wedding caremony


__ADS_3

mansion utama Hillatop


Hari puncak pernikahan


09.30 AM


Seulas senyuman mengembang di balik wajah Nadine sembari dirinya menatap kaca yang ada di hadapannya.


Semua orang terlihat sibuk mempercantik penampilan diri nya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala nya.


Pada akhirnya hari yang di tunggu-tunggu tiba juga, tidak ada yang lebih mendebarkan di dunia ini kecuali hari pernikahan setelah hari kelahiran.


Dimana pernikahan akan mengubah susunan dan tatanan kehidupan seseorang, dari yang sendiri menjadi berdua, dari yang mandiri menjadi saling berbagi, dari yang ego akan belajar untuk saling menerima dan menekan ego tersendiri dan ini adalah satu-satunya Waktu seseorang mengucapkan janji kepada Allah SWT dalam seumur hidup mereka.


Setelah menyelesaikan gaun pengantin nya, seseorang bergerak membenahi rambut Nadine, membiarkan nya Terikat dengan sempurna dan mulai meletakkan slayer kepala nya.



Secara Perlahan mereka meletakkan mahkota di kepala sang calon pengantin juga aksesori lainnya yang menghiasi tubuh Nadine untuk mempercantik penampilan nya.





di sudut sana beberapa teman-teman nya terlihat tertawa bahagia menggoda Nadine, sesekali mereka membuat candaan riang agar tidak membuat sang calon pengantin menjadi tegang karena keadaan.

__ADS_1



Beberapa keluarga dan teman lain yang baru datang dan mengintip melalui pintu terlihat menatap takjub kearah Nadine.



"Bukankah dia begitu cantik?"


Mereka terlihat begitu terpesona, menyeruak masuk dengan wajah riang dan bahagia.


"Kau tahu Nad, pengantin laki-laki nya benar-benar terlihat luar biasa"


"Benar-benar membuat iri kami"


"Apa ada copy'an satu lagi seperti Azlan?"


Berbagai macam godaan terus terdengar di sepanjang ruangan, membuat Nadine hanya bisa mengulum senyuman nya sambil sesekali mencoba menarik nafasnya dengan jantung yang terus berdetak kencang tidak seperti biasanya.


Alih-alih peduli godaan semua orang, Nadine hanya bisa berkata.


"Aku sedikit tegang"


Mendengar ucapan Nadine, beberapa orang yang sudah menikah terlihat tertawa kecil.


"aku juga merasakan hal yang sama di pernikahan kami"


"Rasanya begitu was-was, khawatir, dah Dig dug dan Seolah-oleh bertanya-tanya kapan waktu nya tiba kemudian berfikir kapak waktu nya selesai"

__ADS_1


"Itu respon normal"


Nadine hanya bisa mengangguk kan kepalanya sejenak.


"Tarik nafas mu beberapa kali lalu buang"


Tiba-tiba seseorang berbisik disisi kanan nya, itu adalah Hayat, Perempuan tersebut memeluk lembut dirinya dari arah belakang.


"Selamat atas hari bahagia mu"


Bisik Perempuan itu lagi


Nadine langsung berbalik, dia memeluk perempuan itu untuk beberapa waktu.


Mereka tidak saling bicara, seolah-olah memahami isi hati masing-masing, mereka lebih memilih diam dan larut dengan perasaan didalam pelukan hangat antar sahabat.


"Bersiaplah, sebentar lagi acara nya akan di mulai"


Bisik Hayat kemudian lantas melepaskan pelukan mereka secara perlahan.


Nadine Tampak mengangguk ka kepala tanpa paham.


Gadis tersebut memperbaiki slayer kepalanya untuk beberapa waktu, memastikan semua baik-baik saja, dia mencoba menarik perlahan nafasnya sembari mencoba terus melebarkan senyuman nya.



semua orang menatap diri bola mata berkaca-kaca, membantu membenahi gaun milik Nadine secara perlahan karena dari depan telah terdengar samar-samar suara sang pembawa acara jika acara mereka akan segera dilaksanakan di mana para tamu undangan telah memenuhi gedung, ruangan bahkan tenda baik luar dan dalam.

__ADS_1


__ADS_2