
Nadine tersentak pelan dari tidur lelap nya ketika dia merasa tangan seseorang dengan erat memeluk pinggang nya.
Begitu Sadar itu adalah Azlan seketika Nadine mengulumkan senyuman nya, dia fikir dia benar-benar harus membiasakan diri atas perubahan yang terjadi didalam hidup nya.
Sejenak perempuan tersebut mencoba membenahi posisi tidurnya, dia membiarkan kepalanya berada di lengan Azlan.
Nadine menatap wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu, dia memperhatikan rahang Kokoh serta wajah laki-laki yang ada di hadapan itu untuk waktu yang cukup lama.
bisa dia lihat betapa nyenyaknya Azlan terlelap di dalam tidurnya, wajah yang begitu tenang dan ekspresi hanyut dalam mimpinya memenuhi pandangan matanya.
Seulas senyuman mengembang dibalik bibir Nadine,perempuan itu secara perlahan menggerakkan tangannya untuk menyentuh rahang Kokoh tersebut.
Dia mencoba meraba wajah Azlan dari kening, hidung, pipi, dagu bahkan bibirnya, mencoba memejamkan bola matanya dan menikmati tiap lekuk wajah laki-laki tersebut untuk waktu yang begitu lama.
"Katakan pada ku, apakah kamu menyukai nya?"
Tiba-tiba suara Azlan mengejutkan dirinya ketika dia masih begitu menikmati wajah tampan tersebut.
Seketika Nadine membuka bola matanya dengan cepat, dia mencoba menarik tangannya dari wajah Azlan tapi buru-buru sang suami menarik tangannya dan membiarkan jemari-jemari indah itu terus menyentuh wajahnya.
"Aku suka saat kamu menyentuh nya"
Lanjut Azlan lagi kemudian.
Wajah Nadine sejenak memerah, merasa cukup malu karena kedapatan menatap dan menyentuh wajah suami nya.
"Apa aku mengganggu tidur mu?"
Tanya nya tidak enak, Nadine menggigit pelan bibir bawahnya, merasa bersalah karena telah membangun kan Azlan secara tidak sengaja.
"Maafkan aku"
__ADS_1
Lanjut nya lagi.
Alih-alih menjawab laki-laki tersebut mengembang kan senyuman nya.
Belakangan Azlan selalu menampilkan senyuman terbaik nya, satu-satunya orang yang beruntung bisa melihat senyuman nya adalah Nadine, jika orang lain jangan harap bisa mendapatkan nya.
"Itu sama sekali tidak mengganggu"
Jawab Azlan cepat.
Dia masih menikmati sentuhan jemari dan tangan Nadine di wajah nya, sengaja menuntun tangan lembut Perempuan itu untuk terus menikmati wajah nya.
"Aku menyukainya saat kamu menyentuh wajah ku"
Ucap Azlan lagi sambil memejamkan bola matanya sejenak, kemudian dia membuka bola matanya secara perlahan.
"Kau tahu nad?"
"Kehidupan sesungguhnya dalam rumah tangga kita baru saja di mulai"
Laki-laki tersebut mulai bicara kearah Nadine, menelisik bola mata istri nya dalam.
"Mungkin aku bukan laki-laki sempurna seperti laki-laki di jaman Rasulullah tapi aku akan berusaha untuk menjadi suami yang bertanggung jawab dunia dan akhirat, sebab sempurna saja tidak tidak cukup karena pada dasarnya manusia memang tidak akan pernah menjadi sosok yang sempurna"
Mendengar ucapan serius Azlan, sejenak membuat Nadine diam, dia menelisik bola mata suami nya sembari memperhatikan gerak bibir laki-laki tersebut.
"Kita tahu Membangun rumah tangga tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai macam hal harus dipersiapkan. Mulai dari kesiapan mental, fisik, finansial, dan lain sebagainya. Sebab, jika tidak akan muncul berbagai pertengkaran yang bisa saja berujung pada perpisahan"
"Dalam kondisi bertengkar, kadang muncul lah perasaan sedih dan kecewa. Mommy Hazel selalu berkata Istri biasanya adalah sosok yang lebih dulu menyadari adanya suatu masalah. Kadang istri juga ingin mengeluhkan perasaannya pada sang suami. Namun mencari kata-kata yang tepat untuk mewakili perasaannya sangatlah sulit, sebab seorang perempuan sangatlah sulit mengekspresikan perasaan nya"
"Karena itu jika satu kali hal seperti itu terjadi seperti yang aku jabarkan tadi, jangan lupa ingatkan dan sampaikan perasaan kamu melakui komunikasi yang baik, agar aku tidak menjadi suami yang abai dan egois didalam pernikahan kita hmm?"
__ADS_1
Pinta Azlan kemudian.
"Sebab laki-laki sebenarnya Sulit memahami perempuan, bagi laki-laki terkadang perempuan itu terlihat seperti susunan teka-teki yang Sulit di pahami, karena itu mari gunakan komunikasi yang sehat jika satu hari ada perbedaan pendapat"
Nadine masih diam, membiarkan Azlan menyelesaikan perkataannya.
Setelah menyakinkan Azlan menyelesaikan ucapannya, Perempuan itu kemudian menyentuh lembut dada suaminya.
"Kau tahu kenapa komunikasi sepasang suami istri sering kali gagal?"
Tanya Nadine kemudian.
Azlan terlihat diam, laki-laki itu menggelengkan kepalanya.
"Salah satunya adalah karena laki-laki dan perempuan memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Perempuan cenderung lebih menggunakan perasaan sedangkan pria mengutamakan logikanya saat berbicara."
Ucap Nadine pelan.
"pria biasanya langsung berbicara tentang suatu hal yang spesifik dengan mengandalkan isi pikiran dan logikanya. Berbeda dengan perempuan, selain menggunakan pikiran dan logika, mereka biasanya menambahkan unsur emosi dan perasaan untuk mengekspresikan apa yang dialami."
"saat perempuan mengeluh biasanya mereka ingin melihat seberapa tanggap seorang pria dan bagaimana reaksinya terhadap masalah yang sedang dihadapi. Perempuan ingin mengetahui apakah pasangannya ini sudah cukup peduli dan bisa diandalkan atau tidak."
"Hal tersebut tak jarang membuat perempuan kerap dipandang negatif, bahkan dicap suka mengomel. Ini juga dikarenakan perempuan memang cenderung lebih mudah mengekspresikan emosinya entah sedih ataupun bahagia dibandingkan dengan pria."
"Saat berbicara, perempuan lebih menyukai obrolan yang mendalam untuk membangun koneksi dengan pasangan. Terkadang kata-kata yang diucapkan tidak lebih penting dari emosi yang mereka rasakan sehingga pria perlu melihat makna di balik percakapan yang berlangsung. Namun, nyatanya hal tersebut cukup sulit diterima oleh pria."
"Karena itu tidak jarang sepasang suami istri kehilangan komunikasi terbaik mereka, pada akhirnya tidak tersambung nya komunikasi membuat mereka sama-sama bosan dan memilih untuk berpisah karena Lelah"
"Karena itu mari saling mendengarkan keluh kesah masing-masing ketika kita melewati komunikasi yang pasif atau mendapatkan perbedaan pendapat secara tiba-tiba, mari meluangkan waktu sejenak untuk saling memahami dan mencari waktu terbaik, melepaskan semua pekerjaan dan mendapatkan timing waktu terbaik untuk mendapat kan komunikasi seimbang saat kita memiliki masa sulit dalam saling memahami"
Ucap Nadine lagi kemudian.
__ADS_1
Azlan langsung menganggukkan kepalanya secara perlahan Sembari dia kembali mengembangkan senyuman nya.