
Sejenak Azlan menikmati gerakan tangan gadis yang ada di hadapannya tersebut, Nadine merapikan kerah kemeja nya serta dasinya untuk beberapa waktu.
laki-laki tersebut terus menikmati wajah cantik yang ada di hadapannya itu dengan tatapan penuh cinta, rasanya hatinya berdebar-debar setiap kali Nadine memperlakukannya dengan kelembutan.
terkadang ingin sekali Azlan menyentuh wajah itu dan melepaskan hasrat didalam diri nya yang terus membelenggu dan semakin menggebu-gebu setiap harinya, tapi dia jelas berusaha menahannya karena Azlan selalu berpikir ini tentunya belum waktunya.
Sebentar lagi!.
Itu prinsip Azlan.
Dia takut kebablasan.
Sebab di Antara dua anak manusia selalu ada setan yang berbisik dan menjadi penghasut hubungan yang belum halal.
Dia bisa saja membujuk Nadine, mengajak gadis tersebut untuk berbuat diluar batasan nya, toh Bukankah pernikahan mereka sebentar lagi?!.
Tapi bukan itu sebenarnya yang dia inginkan dan dia jelas tidak ingin merusak hal pertama masing-masing milik mereka.
__ADS_1
Dia mencintai Nadine melebihi dia mencintai dirinya sendiri, jika dia berbuat tidak baik pada gadis tersebut itu sama hal nya dia tidak menghargai dirinya sendiri.
Jika dia merusak Nadine sebelum acara mereka dan mengambil hak nya sebelum kata sah terucap, itu artinya sungguh bejat dirinya, menjaga Nadine dengan baik saja dia tidak mampu, bagaimana nanti dia menjaga rumah tangga mereka, menahan hasrat, hawa dan naf..su saja dia tidak mampu bagaimana dia nanti memimpin dalam rumah tangga mereka.
Belum lagi siapa yang tahu umur Manusia?!.
Seolah-olah dia tahu besok dia pasti melewati masa pernikahan mereka, setelah merusak Nadine dia dengan percaya diri berfikir akan melewati akad nikah dan mendengarkan kata sah meluncur dari bibir semua orang.
Padahal dia lupa, jika tuhan berkehendak dan kata kun fayakun terjadi maka tidak sedikit sebelum hari pernikahan sang calon suami mendapatkan musibah dan dicabut nikmat usia nya hingga meninggal kan pasangan nya dalam kesendirian di dunia serta dalam keadaan rusak juga tidak suci Lagi.
Sang perempuan pada akhirnya kehilangan masa depannya sedangkan sang laki-laki memikul dosa di akhirat dan mendapat kan hubungan di neraka paling jahanam atas perbuatannya karena belum sempat bertaubat bahkan menambah dosa baru berupa sebuah kata zina.
Azlan tidak ingin hal seperti itu terjadi kepada dirinya, sebab selain merugikan Nadine jelas itu akan merugikan dia karena pada akhirnya hanya karena sebuah hasrat karena bisikan setan dia juga bisa menjerumuskan kedua orang tua nya ke neraka paling jahanam.
"Aku akan pulang untuk membersihkan diri, setelah itu aku akan menjemputmu untuk pergi, bersiap-siap lah"
Ucap Azlan kemudian.
__ADS_1
Nadine menghentikan gerakan tangannya, dia kemudian berkata.
"Tidak ingin membersihkan diri disini agar lebih cepat? itu mungkin akan sedikit memakan waktu"
Ucap gadis itu cepat.
Azlan hanya mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh lembut puncak kepala Nadine dan menepuk-nepuk nya perlahan.
"Tidak untuk sekarang, Setelah menikah baru akan melakukan nya disini"
Ucap Azlan kemudian.
Nadine terlihat diam, dia mengangguk kan kepalanya tanda mengerti, itu yang dia suka dari Azlan, laki-laki tersebut sekalipun tidak pernah melewati batasan nya bahkan selalu berusaha menjaga Nadine dengan sebaik-baiknya.
Meskipun sudah bertunangan dan jelas akan menikah, laki-laki itu tidak pernah bicara yang tidak-tidak atau berlaku berlebihan, bahkan Azlan hanya pernah mencium nya dulu, dulu sekali sebelum pertunangan mereka.
Jelas jauh berbeda dengan Bill Rowland yang terkadang beberapa kali mencoba memancing nya untuk berbuat diluar jalur batasan mereka.
__ADS_1
"He em, aku akan menunggu"
Jawab nadine sambil membiarkan Azlan mulai membalikkan tubuhnya, berjalan menuju kearah pintu keluar kamar.