Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Orang tua yang begitu hangat


__ADS_3

Begitu mereka melangkah menuju ke arah depan, Nyonya Hazel langsung bergerak maju ikut mendekati mereka.


Senyuman ramah dan sapaan akrab terdengar begitu familiar, seolah-olah mereka pernah bertemu sebelumnya, wanita paruh baya lebih tersebut langsung memeluknya sambil berkata.


"Oh sayang kamu sudah sedewasa ini rupanya"


Sembari memeluk Nadine, wanita tersebut menggosok perlahan punggung gadis tersebut.


Hangat!.


Itu yang Nadine rasakan.


Rasanya persis seperti ketika mommy nya memeluk dirinya.


Tidak ada kepura-puraan, rasanya begitu tulus dan menyenangkan.


Benar-benar aroma hangat seorang ibu.


Tapi....Nadine fikir apa mereka pernah bertemu sebelumnya?!.


Wanita itu menyambut nya dia dengan baik di pertemuan pertama mereka.


"Terakhir kita bertemu kapan? saat dia berusia 9-10 tahun, Habibi?"


Setelah melepas kan pelukan nya, nyonya Hazel bertanya pada suaminya.


"Itu ketika dia masih anak-anak, saat dia dewasa kita pernah bertemu dengan nya di acara pernikahan keluarga Hillatop, mungkin Nadine sudah lupa"


Laki-laki yang dipanggil Habibi oleh Wanita itu bicara cepat, dia berjalan mendekati mereka kemudian langsung merentangkan kedua tangannya.


"Kemarilah"


Melihat ekspresi laki-laki itu yang wajahnya seperti foto copy'an Azlan, seketika Nadine menoleh ke arah Azlan.

__ADS_1


Laki-laki itu mengangguk kan kepalanya.


Nadine secara perlahan masuk ke pelukan laki-laki tua seusia Daddy nya itu.


"Semoga selalu dalam lindungan Allah, nak"


Ucap laki-laki itu pelan sambil mencium puncak kepala nya.


Sejenak Nadine membeku.


"Sudah aku bilang bukan, dia dan Freya berbeda"


Tiba-tiba nyonya Hazel berkata sambil mengembangkan senyuman nya kearah Nadine.


"Ya?'


Nadine mengerutkan keningnya.


"Dia sering datang kemari saat liburan sekolah bersama Najwa, mereka begitu akrab"


"Daddy Azlan bilang gadis kecil yang dia lihat dulu adalah kamu, tapi Mommy fikir itu adalah Freya, bukankah lucu? laki-laki tua ini bilang dia benar-benar bisa membedakan kalian, karena itu saat Daddy mu berfikir yang dimaksud adalah Freya, keluarga Hillatop mengatur pertemuan Azlan dan Freya, itu sedikit membuat Daddy Azlan Kecewa kemarin


"Ya"


Sesungguhnya dia tidak paham dengan ucapan wanita itu, tapi dari pada dibilang lamban dalam berfikir Nadine hanya bisa ber O ria sambil menyentuh pelan tengkuknya.


"Tapi bukankah kita tidak pernah tahu rahasia Allah? kamu akhirnya berdiri di sini bersama Azlan"


Dan lagi-lagi Nadine tidak paham kemana ucapan wanita tersebut.


Yah tidak heran jika dia tidak mengenal keluarga Del Piero, tapi Freya lah yang kenal baik dengan mereka.


Gadis itu dan Najwa adik perempuan Azlan berteman baik sejak mereka sekolah di SMP, tidak dipungkiri anak itu sering hilir mudik di kediaman Del Piero.

__ADS_1


Sedangkan Nadine jelas bukan teman akrab Najwa, mereka hanya berteman, meskipun hubungan mereka baik tapi mereka tidak benar-benar begitu akrab dan intens.


Beberapa kali Freya membawa mereka bergabung bersama, pergi belanja atau karaoke'an sebagai bentuk saling menghargai satu dengan yang lainnya.


Tapi dia tidak pernah menyempatkan waktu untuk mampir di kediaman Del Piero untuk sekedar menyapa orang tua Najwa.


"So kita akan menikmati makan malam bersama, aku harap kamu menyukai beberapa menu buatan Mommy"


Dan keakraban benar-benar diciptakan kekuarga tersebut untuk dirinya, seolah-olah Nadine memang gadis yang telah lama di tunggu oleh orang-orang didalam rumah tersebut.


Ditengah kebingungan gadis dimana mereka telah duduk dan menikmati hidangan makanan, tiba-tiba Mommy Ozvit berkata.


"So...katakan pada kami kapan kalian akan mengatur pernikahan nya?"


Mendengar pertanyaan Tiba-tiba seperti itu seketika membuat Nadine membulatkan bola matanya, seperti kebiasaan sebelum-sebelum nya tiap kali terkejut dia akan terbatuk-batuk tanpa sengaja.


"Hah?"


Uhukkkk


Uhukkkk


"Bukankah semakin cepat semakin baik, Azlan?'


Tanya Daddy nya kemudian.


Nadine berusaha untuk menetralisir detak jantung nya sambil berusaha untuk menghentikan batuknya.


Azlan terlihat begitu tenang, menatap Nadine sambil menaikkan ujung bibirnya, laki-laki itu kemudian memberikan Nadine segelas air putih lantas dia menepuk-nepuk punggung Nadine secara perlahan.


"Setelah menyelesaikan urusan Bill kami akan menetapkan tanggal pernikahan nya"


Apa?.

__ADS_1


Seketika Nadine membulatkan bola matanya.


Tunggu dulu.


__ADS_2