
Dan pernyataan jangan mendekat jelas di abaikan mentah-mentah oleh Azlan.
Alih-alih pergi laki-laki itu malah semakin memepetkan jarak di antara mereka.
Dan tiba-tiba Azlan menggeser tubuh Nadine dan membuat gadis itu berputar dan bersandar pada sisi meja.
"Azlan?"
Pekik Nadine tertahan, dia terkejut saat punggung nya tertahan oleh meja, sedangkan tubuh Azlan jelas merapat ke tubuhnya.
Seolah-olah laki-laki itu tuli, dia mengabaikan pekikan Nadine.
"Apa yang kamu lakukan? ini di kantor!"
Seru gadis itu panik, Nadine berusaha untuk mencari pegangan tapi dia bingung menahan posisi tubuh nya.
Dia mencoba menoleh ke kiri dan ke kanan, Azlan masih menahan pinggang nya, jika tadi hanya dengan tangan kanan nya, kini tangan kirinya ikut menahan pinggang nya.
Gadis itu merasa seolah ingin jatuh kebelakang karena itu dia terpaksa meraih leher Azlan dengan cepat.
Mendapatkan respek manis dari Nadine membuat laki-laki itu menaikkan ujung bibirnya.
"kalau begitu, dirumah boleh?"
Sungguh terkutuk, kata-kata Azlan membuat memerah Wajah Nadine.
"What? Azlan aku tidak sedang bercanda, lepaskan, orang-orang akan salah paham pada kita, mereka akan berfikir yang tidak-tidak dan menciptakan sebuah skandal di perusahaan"
Dia fikir ini jelas tidak baik.
Bagaimana jika seseorang tiba-tiba masuk kedalam? apa kata mereka? posisi ini jelas akan menimbulkan persepsi mengerikan.
Dia akan di cap menggoda hidup Azlan.
__ADS_1
Gadis Hillatop yang akan menikah bermesraan dengan laki-laki lain dari kelurga Del Piero.
Apa dia gila?!.
"Aku suka dengan kata skandal dan menerima resiko besar, bagiku itu seperti sebuah tantangan besar untuk dijadikan penyemangat"
Azlan bicara sambil memajukan wajahnya.
"Apalagi jika aku menyukai sesuatu, tantangan jelas menjadi sesuatu yang begitu menarik,aku suka melewati banyak tantangan berat untuk menuju kata kesepakatan dan kesempurnaan"
Lanjut laki-laki itu lagi.
Mendengar ucapan Azlan jelas membuat Nadine menelan salivanya, dia fikir laki-laki macam apa yang tengah dia hadapi saat ini.
"Kita tidak bisa melakukan nya, berhentilah melakukan hal ini Azlan"
Ucap gadis itu pelan, dia berusaha menetralisir detak jantung nya ketika Azlan semakin memajukan wajahnya.
"Tentu saja tidak"
Jawaban spontan Nadine cukup membuat hati laki-laki itu senang.
Setidaknya dia tidak sia-sia memberikan tekanan pada keluarga Hillatop terutama Uncle Allzigra, Daddy Nadine.
"Kalau begitu keputusan Ku cukup tepat soal permintaan Menukar pernikahan"
"Semua tidak segampang yang kamu pikirkan, ada banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan Azlan, ada banyak hati yang harus di jaga"
Nadine berusaha untuk menelisik bola mata Azlan, meminta laki-laki itu mengerti maksud ucapan nya.
"Kau tahu? ini adalah jaman moderisasi, logika berjalan meskipun tetap harus menggunakan hati"
Tiba-tiba Azlan mengangkat pinggang nya, menaikkan tubuh Nadine ke atas meja kerjanya.
__ADS_1
gadis itu seketika kembali terkejut, melepas kan pegangan nya dari leher Azlan, ketika dia telah duduk dengan mantap keatas meja kerja laki-laki tersebut.
"Bukan jaman nya lagi mengorbankan hati dan kebahagiaan sendiri untuk kebahagiaan orang lain, liebe"
Dan kata liebe kembali meluncur dari balik bibir Azlan.
Wajah Nadine kembali memerah.
"Cukup berikan aku jawab 'Ya' maka aku akan menyelesaikan seluruh persoalan hingga ke akar-akarnya, kamu bisa duduk manis menikmati semuanya hingga hari pernikahan kita tiba"
Ucap Azlan lagi lantas tangan kanan laki-laki itu memeluk erat punggung Nadine, dan tangan kiri Azlan tahu-tahu menyentuh lembut leher Nadine dan lagi wajah laki-laki itu mendekat ke arah wajah Nadine.
Gadis itu jelas terkejut, mencoba menahan dada Azlan dengan kedua tangan nya.
"Azlan"
Suara gadis itu sedikit bergetar, rasa gugup menghantam dirinya.
"Aku bukan type laki-laki yang pandai membuat suprise lamaran, anggap saja aku ini sedang memberikan lamaran paling buruk untuk kamu nad"
Bisik Azlan pelan.
"Will you marry me?"
Begitu pertanyaan itu meluncur dari bibir laki-laki itu seketika Nadine membulat kan bola matanya.
"Ya?"
Nadine jelas saja terkejut setengah mati, dia langsung menganga saking terkejutnya.
Belum sempat dia bicara Azlan Secepat kilat mengambil kesempatan, menautkan bibir mereka begitu saja tanpa aba-aba.
__ADS_1