
Gadis itu masih menahan malu-malu di wajah nya, rasanya begitu sulit menjelaskan bagaimana perasaan sebenarnya saat ini ketika dia mendengar aturan berkata soal bulan madu dan malam pertama.
Apa laki-laki ini tidak tahu bagaimana malunya aku, ohhhhh bagaimana bisa dia bicara soal bulan madu dan malam pertama, aku bahkan masih cukup deg deg'an.
Batin Nadine.
"Masuklah kedalam"
Kemudian suara Azlan mengejutkan dirinya.
Sembari menahan perasaan malu nya, Nadine buru-buru bergerak masuk dengan salah tingkah.
Melihat ekspresi sang istri seketika membuat Azlan terlihat bingung, bahkan ketika laki-laki itu ingin menggenggam kembali tangannya Nadine malah buru-buru bergerak Kedepan sambil berkata.
"ah... bolehkah aku ke kamar mandi? aku fikir butuh kekamar mandi saat ini juga"
Gadis itu menampilkan ekspresi yang cukup aneh menurut Azlan.
"apa perut kamu terasa tidak nyaman?"
__ADS_1
Laki-laki itu bertanya sedikit khawatir.
"Tidak, bukan begitu, beritahukan aku kemana arah kamar mandinya"
Nadine bicara cepat, mencoba melirik kearah beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Pada akhirnya ketika dia telah mendapatkan di mana posisi kamar mandinya, secepat kilat gadis tersebut langsung melesat menuju ke kamar mandi tanpa berpikir dua atau tiga kali.
bahkan percayalah Nadine sengaja untuk berlama-lama berada di dalam kamar mandi, membuat azlan cukup gelisah menunggu gadis tersebut.
setelah gadis itu keluarnya dari kamar mandi, Azlan pada akhirnya membawa gadis itu menuju ke arah sebuah ruangan.
lagi, rupanya laki-laki tersebut kembali memberikan dia kejutan makan malam romantis ala-ala Azlan.
boleh mata gadis tersebut terlihat berkaca-kaca, dia terlihat begitu terharu dengan cara Azlan.
dia baru tahu bagaimana sikap laki-laki itu sebenarnya, di balik wajah garang seperti singa tersebut juga dibalik ekspresi dingin serta tatapan yang terkadang tidak begitu datar dan tidak bersahabat rupanya tersimpan sisi romantis yang jelas tidak diketahui oleh banyak orang.
Laki-laki itu suka memberikan kejutan-kejutan sederhana untuk dirinya sejak di masa mereka dekat pertama kali, masa mereka bertunangan hingga itu hari ini.
__ADS_1
begitu tiba di depan sebuah meja makan yang telah dihias dengan berbagai macam bunga-bunga serta dekorasi mendefinisi berwarna merah putih tersebut, Azlan secara perlahan menggeser kursi yang akan diduduki oleh Nadine ke arah belakang.
laki-laki tersebut membiarkan Nadine duduk di atas kursi yang dia geser tersebut, Azlan sengaja menggeser kursi itu agar mempermudah Nadine untuk memposisi kan duduknya
Hingga pada akhirnya mereka menikmati waktu berdua untuk menikmati makan malam romantis bersama.
Obrolan ringan terjadi di antara mereka untuk beberapa waktu, terkadang terdengar sesekali candaan Nadine terhadap Azlan, terkadang mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya Sambil menikmati makanan yang disajikan oleh koki khusus yang telah di siapkan oleh Azlan.
bahkan obrolan mereka ditemani oleh musik-musik indah di sekitarnya, Nadine pikir Azlan memang begitu pandai membuat suasana canggung menjadi begitu akrab di antara mereka
hingga akhirnya tanpa terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, mereka pada akhirnya menyudahi acara makan malam bersama.
Memilih untuk bergerak menuju ke kamar utama.
Klikkkkkkk
Begitu pintu kamar utama milik mereka terbuka, seketika membuat Nadine membulat kan bola matanya, gadis tersebut melangkah kan kakinya secara perlahan, menatap disekeliling kamar itu.
"Apa kamu menyukai nya?"
__ADS_1
Bisik Azlan tiba-tiba dibalik telinga nya.
Gadis itu sedikit terkejut dengan bisikan Azlan yang tiba-tiba berada di balik telinga kanannya.