
Kembali ke masa sekarang
Mansion utama Ahem
Nadine berusaha untuk menutup kedua pipi kiri dan kanan nya ketika dia baru saja sampai di kediaman sang kakak tertuanya.
Bisa bola mata Nadine lihat Azlan berdiri di depan pintu menunggu kedatangan dirinya.
Gadis itu fikir tidak bisakah laki-laki itu tidak melihat nya dalam keadaan bangun tidur?.
Ini memalukan sekali.
Dia buru-buru menutup kepalanya dengan penutup jaket yang digunakan nya, berusaha menyembunyikan wajahnya di antara jaket tersebut.
Azlan terlihat mengulum senyuman nya saat melihat ekspresi Nadine yang tampak begitu lucu.
"Sudah tidak ada wartawan, kamu bisa melepaskan jaket tersebut dan memperlihatkan wajahmu kepada diriku"
Laki-laki itu bicara sambil menatap Nadine yang sudah berdiri tepat dihadapan nya.
"Bukan masalah, aku akan mandi lebih dulu"
Gadis itu bicara sedikit gugup sambil memicing kan sebelah matanya, dia buru-buru berlarian mencoba menghindari Azlan.
Dia berusaha berlarian kedalam mansion tersebut menuju ke arah kamar mandi.
tapi Alih-alih bisa melepaskan diri, nyatanya Azlan malah mengejarnya dan langsung menahan lengan nya.
"Nad..."
Seketika Nadine terkejut, dia langsung membulatkan bola matanya. Azlan dengan sengaja membuat Nadine memepetkan tubuhnya ke arah dinding.
"Kak...?!"
__ADS_1
Dia terkejut dan merasa begitu gugup.
"Katakan pada ku, mau menikmati sarapan apa pagi ini?"
Dia fikir apa yang ingin di lakukan Azlan, rupanya laki-laki tersebut menanyakan perihal soal sarapan pagi.
Gadis itu menaikkan kedua tangan nya ke arah bibirnya,dia mencoba untuk bicara dengan perlahan.
"Apapun juga boleh"
Jawab gadis itu cepat.
"Kenapa kamu terus berusaha menahan wajah mu sejak tadi?"
Azlan malah kembali bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dasar.
Fikir Nadine.
Maka dari itu dia mencoba menutupi tampang terjelek nya itu.
"Bisakah tidak menanyakan nya? biarkan aku mandi lebih dulu, pleaseeeee"
Nadine bicara sambil menatap dalam bola mata Azlan.
Mendapatkan permintaan Nadine, Azlan terlihat menaikkan ujung bahu nya.
"Baiklah"
Dan dia langsung mundur beberapa langkah membiarkan Nadine lari dengan cepat menghindari dirinya, Azlan manakah punggung gadis itu untuk beberapa waktu dia fikir ada apa dengan Nadine pagi ini?!.
Azlan langsung membalikkan tubuhnya kearah depan, bisa dia lihat sang sekretaris nya terlihat mengulum senyuman melihat ekspresi Azlan.
__ADS_1
"Dia tidak bertanya soal wartawan nya?"
Tanya Azlan pada laki-laki tersebut kemudian, seharusnya jadi bertanya kenapa ada banyak wartawan di depan kediaman utama Hillatop.
Tapi Alih-alih mengeluarkan pertanyaan nya, gadis itu malah mendahulukan keinginan untuk mandinya.
"Mandi menjadi pilihan utama ketimbang bertanya soal wartawan bahkan soal sarapan pagi? aku sedikit bingung pada sudut pandang para gadis dan perempuan"
Ucap Azlan lagi.
"Itu karena mandi akan menjadi prioritas utama mereka ketika bangun tidur Sir, sebab wajah bangun tidur membuat sebagian perempuan bahkan gadis muda malu dilihat oleh pasangan yang mereka sukai, kata nya mereka terlihat jelek saat baru bangun tidur"
Laki-laki itu berusaha menjelaskan dengan detail alasannya.
Sebagian perempuan bahkan gadis memang seperti itu, tapi kalau sudah jadi Mak-mak jelas mereka sering mencoba menunda-nunda waktu mandi dengan alasan masih punya banyak pekerjaan rumah.
Terkadang dia Heran juga dengan hal tersebut.
"Jelek saat bangun tidur?"
Azlan mengerutkan keningnya, dia melangkah menjauhi laki-laki dihadapan nya itu dengan berbagai macam pertanyaan dan pemikiran didalam kepalanya.
Kenapa dia tidak bertanya pada ku apakah aku menyukai dia ketika bangun tidur atau tidak.
Batin Azlan.
Aku tentu saja lebih senang melihat dia ketika baru bangun tidur, rambut berantakan, muka yang polos dan yah meskipun mata nya sedikit belekan, apa dia tidak tahu? Menurut aku bahkan sebagian pria, mereka yang baru bangun tidur terlihat lebih seksi.
Dan tentu saja kamu terlihat begitu manis dan seksi Ketika bangun tidur.
Apa aku harus menjelaskan pada nya?.
Ah sudahlah lupakan saja.
__ADS_1
Laki-laki itu terus berfikir keras dan bicara didalam hatinya, ekspresi lucu terlihat dari Balik wajah hingga membuat sang sekretaris nya menatap laki-laki tersebut sambil menggaruk-garuk kepala nya.
Dia fikir apa tuan nya sedikit sulit mengartikan maksud dari ucapan nya tadi?.