
Azlan pada akhirnya menatap gadis yang ada di sisi kirinya tersebut sambil menghela nafasnya berat.
Dia sejak tadi berusaha terus mendekatkan tubuhnya kepada Nadine, sesekali Laki-laki tersebut bergeser karena tubuh orang-orang asing terlihat terus lalu lalang bergesek atau bahkan menabrak tubuh nya.
Bisa Azlan Rasakan betapa Nadine sudah terbiasa berada di tempat seperti ini, bahkan seolah-olah memang sering datang ketempat tersebut, bisa dia lihat betapa banyak nya gadis itu mengenal para pedagang di sana.
Senyuman ramah dan obrolan ringan yang terjadi di antara gadis tersebut dengan para pedagang terus terdengar di sepanjang mereka mengelilingi pasar malam tersebut.
Sejenak Azlan melirik kearah makanan yang barusan dipesan oleh gadis tersebut.
"Tidak suka?"
Tanya Nadine sambil melirik kearah Azlan, dia menyerahkan satu cup makanan yang Azlan anggap ekstrim ke tangan nya.
Laki-laki tersebut menggelengkan perlahan kepalanya, menatap makanan tersebut ditangan nya.
Sebenarnya aroma makanan tersebut cukup menggugah selera
Nadine memperlihatkan satu makanan lain di tangan nya sendiri.
"Ohhhhh ini enak sekali"
Nadine kembali bicara, gadis itu terus meniup-niup makanan yang di anggap Azlan terlalu ajaib tersebut.
Lalu dengan Santai nya gadis itu menikmati makanan yang ada di tangan nya, memakan nya dalam kondisi panas yang masih mengepul, bahkan masih bisa Azlan lihat bagaimana asap makanan tersebut keluar dari mulut gadis tersebut.
"Itu berbahaya nad..."
Protes Azlan cepat.
"Tidak, ini begitu nikmat, coba lah..."
Nadine menjawab sambil menoleh kearah Azlan, dia mengembangkan senyuman tercantik nya.
"Ini rekomendasi, rasanya benar-benar pecah di mulut.... cobalah"
__ADS_1
"No..."
Jawab Azlan sambil kembali menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak lapar kah?"
Nadine menaikkan ujung alisnya.
"Tidak"
Bisa-bisa nya dia bilang tidak lapar dikala perut nya sebenarnya sedang butuh asupan.
"Yakin?"
"Hmmm"
"Baiklah, aku akan menghabiskan nya"
Sebenarnya kalimat Nadine seperti sebuah godaan, gadis itu tidak benar-benar ingin menghabiskan makanan nya seorang Diri.
"Yakin tidak mau mencoba nya? aku fikir kita sudah kelaparan sejak sore"
"Aku masih kenyang .."
Saat mulut nya berkata masih kenyang, perut Azlan benar-benar seorang pendusta ulung, tiba-tiba suara keroncongan diperut nya samar-samar terdengar memenuhi gendang telinga Nadine.
Seketika dua orang tersebut saling menoleh.
Keheningan sejenak terjadi, detik berikutnya tawa Nadine pecah.
Bayangkan betapa malu nya sang singa jantan tersebut.
"Hahahaha dia bilang tidak lapar"
Shi..t kenapa perut tidak bisa di ajak bekerjasama dengan baik?!.
Wajah laki-laki tersebut jelas memerah.
Dia fikir andaikan perut adalah manusia yang tengah berdiri dihadapan nya, dia siap menghajar nya sekarang juga.
Bisa-bisa nya...!.
"Dia lapar... dia laparrr tidak kah kamu mendengar nya sayang? dia lapar!"
Seolah-olah tidak sadar akan ucapan nya sendiri karena bahagia, Nadine bicara dengan menyebut kata sayang sambil gadis tersebut menyentuh perut Azlan, lantas seolah-olah lupa dengan ucapan nya sendiri Nadine kembali melahap makanannya.
__ADS_1
Azlan sejenak membeku saat mendengar gadis tersebut memanggil nya dengan kata sayang, dan tadi sentuhan lembut tangan Nadine di perut nya membuat hatinya sedikit berdebar-debar.
Bolehkah dia bertanya.
Kami tadi bilang apa?!.
Atau...
Apa aku tidak salah dengar?!.
Tidak, dia tidak suka merusak moment paling bersejarah tersebut, dia jelas begitu menyukainya.
Alih-alih melakukan apa yang ada di otak nya, laki-laki tersebut langsung menyambar satu tusuk makanan ajaib ditangan nya itu, dia mencoba mengulum senyuman nya sambil menikmati makanan yang ada di tangan nya.
Awalnya dia fikir tidak enak juga bukan masalah, bahkan meskipun makanan nya terlalu ekstrem juga bukan masalah besar, yang penting kata sayang dan sentuhan lembut Nadine bisa menjungkirbalikkan hati dan dunia nya.
Tapi begitu gigitan pertama terjadi dengan perasaan ragu-ragu, tiba-tiba ekspresi Azlan berubah 180°.
Nadine buru-buru menoleh, menatap ekspresi Azlan sambil sedikit memiringkan kepalanya.
"Bagaimana?"
Azlan diam sejenak, menikmati makanan tersebut secara perlahan, dia terus mengunyah nya dengan konsentrasi penuh.
Setelah menghabiskan kunyahan nya, dia kembali melahap bagian selanjutnya.
Seketika ekspresi bahagia terlihat dari Balik wajah nya.
"Yeahhhh aku beri dia nilai 85, masih sempurna masakan Mommy ku dirumah"
Dia akui rasanya memang lezat, tapi bagi nya masakan Mommy nya lah yang harus di beri nilai 100 untuk kelezatan tiada Tara.
Seketika Nadine kembali tertawa pecah, gadis itu fikir meskipun angka nya hanya 85, tapi laki-laki tersebut menghabiskan seluruh makanan yang ada di tangan nya tadi, bahkan bisa-bisa nya dia bilang.
"Kamu tidak mau memesan nya lagi?"
Hahahahaha
Baiklah sang singa jantan memang begitu adanya, membuat nya tersentuh dengan sesuatu yang baru harus menggunakan cara unik dan alami, meskipun garang dan buas, tapi saat dia menyukai sesuatu terlihat begitu imut dan manis.
fikir Nadine.
"Berapa banyak? aku bahkan punya rekomendasi makanan lain, mau coba? tidak kalah lezat dan menggugah selera"
Tawaran Nadine bahkan terdengar begitu luar biasa, kecanggungan yang terjadi berubah menjadi begitu hangat, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.
__ADS_1
"Apakah itu tidak membuat perut sakit?"
"Tentu saja tidak, aku berani menjamin nya"