
Setelah selesai acara makan malam
Hampir dikediaman utama Nadine
Setelah menghabiskan makan malam bersama, pada akhirnya mereka memilih untuk kembali menuju ke Mansion utama Nadine.
perjalanan pulang menggunakan mobil, tapi Azlan sengaja menepikan mobilnya agak jauh dari tempat kediaman gadis tersebut, mereka memutuskan untuk melangkah berjalan menuju ke mansion Nadine sambil berjalan saling mensejajarkan langkah dan mengobrol soal beberapa hal.
"Kenapa tadi menangis?"
tiba-tiba Azlan bertanya sambil melirik ke arah Nadine.
dia cukup penasaran karena Nadine tiba-tiba meneteskan air matanya tadi ketika masih di restoran setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka.
"Aku hanya sedikit mengingat beberapa moment yang nyaris terlupa"
Ucap Nadine pelan.
Azlan diam sejenak.
"Soal kejadian di Colloseum, Roma?"
Azlan tidak lagi melirik kearah Nadine, dia lebih memilih melirik kearah telapak tangan gadis tersebut.
di sepanjang perjalanan tangan mereka saling bergesek antara satu dengan yang lain nya, laki-laki itu mencoba bergerak menyentuh punggung tangan halus Nadine.
Dia cukup ragu untuk meraih telapak tangan tersebut dan menggenggamnya dengan erat.
"Hmmm aku nyaris melupakan nya"
Jawab Nadine pelan.
"Aku....cukup kecewa saat sadar Bill Rowland memanipulasi banyak hal dimasa lalu"
Lanjut Nadine lagi.
Gadis itu kini melirik kearah Azlan, dia mencoba menelusuri rahang tegas laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Tiba-tiba Nadine menghentikan langkah kakinya lantas berkata.
"Dulu kenapa tidak menemuiku setelah kejadian di sekolah?"
Nadine berdiri menatap punggung Azlan yang bergerak kedepan, laki-laki tersebut langsung menghentikan langkah kakinya, agak terkejut saat Nadine menghentikan langkahnya sendiri.
Azlan langsung membalikkan tubuhnya, menatap kearah Nadine untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Karena saat itu aku terluka parah"
Jawab Azlan pelan.
Mendengar jawaban Azlan seketika Nadine terdiam.
"Aku tidak sadarkan diri selama 3 hari, begitu bangun aku sudah tidak bisa menemukan dirimu di antara semua orang"
Laki-laki itu melangkah mendekati Nadine.
"Lalu seorang wanita menangis menemui ku, dia bilang tolong cabut tuntutan putra nya atas peristiwa malam itu, kemudian karena Mommy takut sesuatu yang buruk terjadi pada ku, dia mengirim ku ke prancis sejak hari itu"
Dan Azlan tidak tahu apakah itu mungkin ibu kandung Bill Rowland atau bukan, wanita tua itu menangis meminta mereka mencabut tuntutan nya, bahkan dia berjanji tidak akan membiarkan Bill Rowland melakukan kebodohan yang sama lagi.
Tapi siapa sangka setelah hari itu, setelah Azlan pergi meninggalkan Indonesia, Bill Rowland mulai memasang strategi membohongi Nadine akan banyak peristiwa masa lalu.
Azlan sama sekali tidak pernah menduganya hingga akhirnya Ahem dan O'Neill datang menemui dirinya.
"Kau ingat dengan dia?"
O'Neill meletakkan beberapa foto keatas meja nya.
Begitu melihat foto Nadine dan Bill Rowland Seketika kening Azlan mengerut dengan sempurna.
"Dia mengaku menjadi diri mu untuk masuk ke kehidupan adik perempuan ku, Nadine"
"Bagaimana bisa?"
Azlan menggenggam erat foto-foto tersebut, dia meremas nya hingga remuk redam.
"Kau tahu? cukup sulit mencari cela menggagalkan pertunangan mereka, apalagi Daddy ku menyetujui hubungan mereka"
"Apa? bertunangan?"
Azlan Seketika menggeram.
"kau tahu? bagaimana kasus Bill Rowland berjalan? laki-laki itu terlibat dalam banyak kejahatan bersama Ibnu Rowland"
O'Neill berkata cepat sambil menyerahkan sebuah amplop coklat kearah dirinya.
"Sudah berapa jauh perkembangan penyelidikan keluarga mereka?"
Azlan bertanya sambil membuka satu persatu lembar dokumen didalam amplop coklat tersebut.
"60% mendekati kesempurnaan"
__ADS_1
"Gali terus informasi soal laki-laki itu terutama Ibnu Rowland"
"Seperti yang kamu inginkan"
Ini belum waktunya dia pulang ke Indonesia, mencari gadis itu Sesuai janjinya tapi ketika keadaan menjadi begitu mendesak dia harus mencari cara untuk kembali ke tempat asalnya.
"Atur sebuah rencana untuk ku"
Ucap Azlan tiba-tiba.
"Buat Daddy ku Menukar posisi antara aku dan Celine agar aku bisa kembali ke Indonesia seolah-olah itu bukan rencana ku"
Dan tiap kali Azlan mengangkat perintah, semua orang harus bisa melakukan nya.
"Seperti yang kamu mau, Sir"
Jawab O'Neill cepat.
"Aku tidak pernah tahu kamu juga terluka parah"
Suara Nadine Terdengar lirih, gadis itu menundukkan kepalanya.
Azlan menggeleng kan kepala nya, kemudian tiba-tiba laki-laki itu melepaskan jas nya lantas meletakkan nya ke punggung Nadine secara perlahan, dia memasangkan jas tersebut dan memastikan tubuh Nadine cukup hangat masuk kedalam jas nya.
Kedua tangan nya membenahi jas tersebut tepat disisi kiri dan kanan bahu Nadine.
"Seharusnya aku memberikan kamu sedikit kabar, aku yang salah karena tidak pernah memberikan petunjuk, bahkan dibeberapa kali pertemuan selalu pergi begitu saja tanpa pernah mengajak mu bicara"
Setelah berkata begitu, Azlan menyentuh lembut bahu Nadine lantas secara perlahan dia merapat kan tubuh mereka kemudian dalam hitungan detik dia membiarkan tubuh Nadine tenggelam kedalam pelukan nya.
"Maaf karena terlambat datang"
Bisik nya pelan kemudian laki-laki itu memejamkan bola matanya sejenak, menikmati moment indah bersama Sembari dagu nya menggesek lembut puncak kepala gadis tersebut.
Nadine terlihat diam untuk beberapa waktu, kemudian secara perlahan gadis itu menaikkan kedua tangan nya, dia menyentuh lembut pinggang Azlan kemudian menenggelamkan dirinya kedalam pelukan Azlan.
****
Hangat.
Kau tahu tempat terhangat yang paling aku rindukan adalah dada mu?!.
Aku mencoba bersandar di dada yang berbeda, tapi realita nya aku tidak mendapat kan kehangatan yang sama.
Bertahun-tahun berjuang dalam tanda tanya apakah dia benar adalah Retrouvailles milik ku, hingga akhirnya semua terjawab ketika kamu mengingat kan aku tentang kenangan lalu.
__ADS_1
Lalu jika kamu pergi lagi, aku bagaimana bisa hidup tanpa kamu?!.
Nadine.