Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Menjebak petunia


__ADS_3

Mansion utama Abimanyu


Setelah akad nikah Gao dan Ayana "Kakak Laki-laki Nadine'


Ketika keluarga besar Hillatop dan Abimanyu berkumpul


Sejenak Nadine mengerutkan keningnya saat dia melihat handphone nya terus mengeluarkan suara nya sejak tadi.


Acara pernikahan Kakak nya telah selesai lebih dari ½ jam yang lalu, dia fikir sebaiknya dia memilih kembali ke Mansion karena beberapa pekerjaan tertunda nya tidak bisa lagi di tinggalkan.


Apalagi menginap di rumah keluarga Abimanyu bukan pilihan yang baik, terlalu banyak orang yang berkumpul membuat dia merasa cukup tidak nyaman.


Dia baru saja berpamitan, melangkah masuk ke dalam mobilnya dan berniat melajukan mobilnya dari sana tapi seseorang terus menghubungi nya dari tadi.


Bill Rowland terus mencoba menghubungi nya.


Nadine sejenak menghela nafas nya, ketimbang mengangkat panggilan tersebut, dia lebih suka mengabaikan nya.


Dia fikir saat mereka terus berhubungan ini akan memperkeruh suasana.


Cukup lama Nadine mengabaikan panggilan laki-laki tersebut hingga akhirnya Bill Rowland merasa lelah sendiri mencoba menghubungi Dirinya.


Tidak lama kemudian handphone nya benar-benar terasa begitu tenang tanpa ada keributan atau suara panggilan yang mengganggu nya.


Gadis itu masih Terus melajukan mobilnya kearah depan.


Tapi selang beberapa waktu kemudian kembali suara panggilan terdengar.


Nadine fikir itu mungkin lagi-lagi Bill Rowland, tapi begitu bola mata nya melirik kearah handphone nya, rupanya yang menghubungi dirinya adalah orang lain.


Itu teman nya.


"Halo?"

__ADS_1


Gadis itu langsung mengangkat panggilan nya dengan cepat.


"Ada apa?"


Begitu pertanyaan meluncur dibalik bibir nya, dia fikir dia mendengar teman nya menangis di seberang sana.


Nadine jelas mengerut kening nya.


"Ada apa dengan mu?"


Percayalah dia bukanlah type gadis yang memiliki banyak teman,tapi ada beberapa teman yang dekat namun tidak benar-benar dekat.


Nadine punya jiwa sosial yang tinggi dan paling sulit mendengar temannya sendiri kesulitan.


Begitu mendengar seseorang diseberang sana menangis dia jelas langsung bertanya bingung.


"Dimana kamu?"


Saat dia mendapatkan lokasi teman nya, Nadine langsung memutar mobil nya begitu saja.


Gadis itu dengan cepat mengirim pesan kepada kakak laki-laki tertua nya.


Seiring batre handphone nya yang mulai melemah, dia mengirim dengan cepat pesan yang menyatakan kemana pergi dirinya.


*********


Disisi lain.


Ahem baru akan melesat pergi menuju ke mansion Milik nya, rasa lelah luar biasa menghantam tubuh nya setelah acara akad nikah adik laki-laki nya.


Dia Fikir kembali ke kediaman dan menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur jelas menjadi pilihan terbaik untuk dirinya.


Tapi niat nya seketika terhenti saat dia yang masih fokus dengan stir mobilnya tiba-tiba saja menerima sebuah pesan dari seseorang.

__ADS_1


Nadine?!.


Ahem seketika mengerut kan keningnya.


Club malam xxxxxxx?!.


Buru-buru dia melirik kearah jam di tangan nya.


Apa yang bocah itu lakukan? menjemput teman nya?!.


Oh shi..t.


Laki-laki tersebut mengumpat kesal.


Berusaha menghubungi Nadine tapi gagal.


Buru-buru Ahem mencoba menghubungi Azlan, meminta laki-laki itu bergerak cepat menuju kearah Pesan yang Nadine sampaikan.


*******


Disisi lain


Bill Rowland menatap Perempuan dihadapan nya untuk beberapa waktu setelah Perempuan itu selesai menghubungi Nadine.


"Bagaimana?"


Tanya Laki-laki itu sambil menaikkan ujung alisnya, bertanya dengan tidak sabaran.


"Dia dalam perjalanan kemari"


Jawab perempuan tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.


"Kita akan lihat bagaimana bunga petunia Segar perlahan menjadi layu malam ini"

__ADS_1


Bisik perempuan itu kemudian.


__ADS_2