Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Rencana di balik rencana


__ADS_3

Kembali ke malam sebelumnya


Hayat berusaha terus membawa langkah Nadine, dia Fikir terkutuk lah dia meminum minuman yang disuguhkan dihadapan mereka.


Dia seharusnya tidak meminumnya, tapi jelas tidak punya pilihan, bukankah membuang minuman tersebut terlalu beresiko tinggi?.


Dikala bola mata orang-orang mencurigakan menatap mereka dengan pandangan siap menerkam, terlalu bodoh dia membuat sebuah gerakan mencurigakan.


Itu jelas akan berdampak buruk pada Nadine sendiri.


jika tiba-tiba dia membuang minumannya dan orang-orang tersebut memang ingin menjebak sahabat nya maka bisa dipastikan diri nya dan Nadine berada dalam bahaya.


Pilihan terbaik saat ini pura-pura bergerak menuju ke arah kamar mandi, menyeret langkah mereka dan mencoba mencari cela untuk menyelamatkan diri.


Dan dia fikir minuman yang di minum Nadine pun tidak beresiko apapun tapi ...


"Kepala ku Tiba-tiba terasa pening"


Mendengar ucapan Nadine seketika Hayat mengerut kan keningnya.


"Apa?"


Gadis itu jelas terkejut setengah mati.


******


Beberapa jam sebelumnya.


Dikala Hayat belum tiba di club malam xxxxxxx


Dikala Nadine baru akan masuk ke club malam xxxxxxx


Seorang gadis menaikkan ujung alisnya saat seorang laki-laki mencoba bicara kepada nya, mereka berdiri menepi di sudut ruangan, obrolan serius terjadi pada mereka.


"Kau bukan kah menyukai Ahem? aku akan membantu kamu untuk mendapatkan laki-laki tersebut"


laki-laki itu bertanya sambil menatap lawan bicara nya dengan tatapan begitu serius.


"kau bicara apa?"


Gadis itu bertanya dengan tatapan yang sedikit bingung.


Laki-laki itu tidak menjawab, dia menggeser sesuatu kehadapan gadis tersebut.


Bentuk nya persis seperti botol parfum, tapi ukurannya tidak lebih dari jari telunjuk orang dewasa.


"hubungi Nadine dan katakan kamu butuh dia menjemput mu, aku jamin gadis itu akan menghubungi Ahem untuk meminta izin"


Laki-laki itu tahu betul kebiasaan Nadine, putri Hillatop itu tidak akan pernah pergi tanpa memberitahukan saudara laki-laki nya.


Jadi dia akan menangkap 2 ikan sekaligus malam ini.

__ADS_1


"Lalu buat kejutan ulang tahun untuk Adik ku dan tahan dia agar tidak pulang sebelum waktunya, aku akan menahan Ahem agar tidak bergerak juga dari sini"


Laki-laki itu kembali bicara.


"Bubuhkan ini kedalam minuman Nadine, aku yang akan mengatur soal Ahem, setelah itu aku pastikan kita memiliki apa yang ingin kita miliki bersama"


Setelah berkata begitu laki-laki itu meraih gelas minuman nya, dia menunggu Jawaban dari gadis tersebut.


Sejenak Gadis tersebut menatap botol kecil yang diberikan oleh laki-laki itu untuk beberapa waktu, kemudian dia secara perlahan menatap handphone yang ada ditangan nya.


*******


Disisi lain


Ahem melangkah masuk ke club malam xxxxxxx tersebut secara tergesa-gesa, dia benar-benar khawatir saat ini, takut Sesuatu yang buruk terjadi.


Satu nama gadis yang dia kantungi jelas bukan hal yang baik, dimasa dulu gadis itu pernah terlibat skandal buruk diluaran sana, bahkan tidak dipungkiri jika gadis itu pernah ingin menjebak nya untuk tidur dengan nya.


Dia takut pengaruh buruk gadis itu merusak pemikiran Nadine


Tapi ditengah kepanikan yang mendalam tiba-tiba dia melihat Nadine bergerak di ujung sana, tapi sejenak kening nya berkerut saat dia melihat Nadine tengah tertawa bahagia bersama teman-teman nya.


Bisa dia lihat seseorang seperti nya tengah merayakan ulang tahun nya, dan satu kekhawatiran lain nya menghilang saat dia melihat ada beberapa orang-orang Azlan yang terlihat menjaga jarak memperhatikan Nadine dan teman-teman nya.


Itu cukup membuat dia lega.


Tapi tiba-tiba sebuah tepukan di punggung nya membuat dia terkejut, laki-laki itu menoleh untuk tahu siapa yang melakukan nya.


Ahem bertanya sedikit terkejut saat dia sadar ada rekan bisnis nya disana.


Alih-alih menjawab laki-laki itu malah bertanya balik


"Kenapa kamu disini?"


"Menjemput adik perempuan ku"


"Ah Nadine? aku fikir mereka sedang merayakan pesta ulang tahun adik ku, bergabung sejenak bersama kami selagi menunggu mereka usai, kau tahu? ada Mr. Wuu di ujung sana, bukankah kau bilang ingin bertemu dengan nya?"


******


Disisi lain nya lagi.


Azlan yang bergerak masuk dari pintu belakang dan bertanya..


"Dimana mereka?"


Seorang laki-laki dengan cepat mempersilahkan Azlan untuk bergerak maju masuk ke salah satu ruangan.


Ketika mereka masuk ke ruangan yang dimaksud, terlihat seorang wanita yang tidak lain pelayan Bill Rowland, seorang perempuan dan dua laki-laki menunggu dirinya di ruangan tersebut.


"So?"

__ADS_1


Azlan bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, berhenti tepat di depan sebuah kursi sofa lantas meletakkan tubuhnya dengan nyaman diatas sofa mendominasi berwarna hitam tersebut.


"Bill Rowland merencanakan untuk menjebak Nadine"


Mendengar ucapan wanita tersebut bisa dilihat betapa tenang nya seorang Azlan.


"Memberikan minuman afrodisiak, Menjebak nya dan membuat gadis itu tidur dengan nya"


Satu laki-laki bicara sambil menyerahkan beberapa lembar foto kepada Azlan.


"Siapa yang memberikan rencana?"


"Nona Mayang, tuan"


Wanita sang pelayan bill Rowland menjawab dengan cepat.


Yah perempuan yang memberikan rencana sang rubah betina Mayang, model licik yang sedang berada di puncak kejayaan nya itu selalu suka mengacaukan kehidupan orang lain termasuk saudara tiri nya sendiri.


Bahkan dia berencana untuk menjebak seorang laki-laki berkuasa lainnya besok untuk bisa naik menjadi model internasional.


Otak perempuan itu jelas-jelas terlihat begitu mengerikan.


Azlan sejenak menggerakkan Jemari nya ke ujung kursi sofa.


"Biarkan mereka bergerak dan ikuti rencana mereka, lakukan pertukaran antara Nadine dan Mayang sendiri ketika mereka akan memasukkan nya ke kamar yang dipilih mereka"


Setelah berkata begitu Azlan terlihat berdiri dari duduknya.


"Aku tidak suka ada kegagalan, katakan pada O'Neill agar bergerak lebih cepat lagi untuk menghabisi Bill Rowland kali ini, dia membuat kesabaran ku semakin menipis, kau tahu jangan sampai aku yang bergerak lebih dulu"


Setelah berkata begitu Laki-laki itu langsung bergerak cepat menuju ke arah pintu.


"Dan kau..."


Azlan berhenti sejenak, dia menatap kearah perempuan yang ada di bagian paling ujung.


"Pastikan gadis ku masuk ke mobil ku sebelum waktu tengah malam"


Dan selalu dengan mudah nya dia memerintah segala sesuatu yang dia inginkan kan kepada orang-orang disekitar nya.


"Baik tuan"


"Yes sir"


"Baik tuan"


Semua orang menjawab sambil menundukkan kepala mereka.


******


Catatan \=

__ADS_1


Hanya sepenggal kisah Ahem dan Hayat disini, sisa nya di sesi mereka sendiri


__ADS_2