Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Laki-laki yang sulit dihadapi


__ADS_3

Allzigra fikir anggaplah laki-laki itu hebat bisa membuat dia kehilangan kata-kata nya, dia tidak benar-benar bisa membuat pembelaan diri untuk dirinya.


Realita nya apa yang di ucapkan Azlan mungkin ada benarnya, tapi...


"Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka"


Allzigra menyahut dengan cepat.


"Semua orang tua jelas seperti itu, sangat wajar bila orangtua ingin agar anak-anak mereka dapat mencapai hal yang terbaik, namun kalau niat itu sampai memaksakan, bukankah ada risiko yang akan muncul kedepan nya?"


Azlan jelas tidak setuju ucapan Allzigra soal ingin yang terbaik untuk anak-anak tapi dengan cara memaksa.


"Aku tidak begitu memaksa, Nadine yang juga mencintai Bill Rowland, karena itu perjodohan nya berjalan dengan baik"


"Itu karena Bill Rowland pandai menipu semua orang, aku fikir itu termasuk menipu Nadine dan dia mencoba memanipulasi perasaan, memanfaatkan keadaan di tengah kesempatan"


Azlan jelas enggan untuk terlalu bertele-tele saat mengungkapkan semua nya, pada akhirnya dia fikir cepat atau lamban kejahatan Bill Rowland akan ketahuan juga.


"Dan Anda kali ini kecolongan atas sifat calon menantu Anda, mungkin karena Anda fikir semua orang baik, Anda lupa menggunakan kekuasaan Anda untuk menggali informasi soal siapa Calon menantu Anda"


Oh shi..t.


Allzigra lagi-lagi di buat terdiam.


Anak ini....!!!!.


dia ingin sekali mengumpat tapi mengingat Ucapan Azlan hampir sepenuhnya benar laki-laki itu hanya bisa memilih bungkam.


tapi dia bukan tidak memiliki Adi kuasa untuk mencari tahu soal Bill Rowland, karena Allzigra fikir Ibnu Rowland seorang pengacara jadi sedikit enggan untuk mengorek informasi soal keluarga mereka.


Belum lagi dia sudah cukup lama tidak bermain-main detective'an, sudah lama tidak peduli dengan dunia kelam untuk mencari tahu soal segala sesuatu melalui orang-orang yang berkutat di dunia kelam sejak kejadian penculikan anak-anak di Thailand berpuluh-puluh tahun yang lalu.


Dia benar-benar berhenti untuk menjadi seorang Allzigra yang berkutat dengan dunia mafia, menggunakan kiri kanan orang-orang suruhan karena jutaan kecurigaan.

__ADS_1


Hidup nya hanya fokus pada perusahaan, kekuarga harmonis dan anak-anak yang harus bahagia.


bahkan dia tidak membiarkan anak-anak nya berkutat di dunia mafia, tapi Ahem rupanya diam-diam masuk untuk menjadi sang penerus generasi dia yang berikutnya.


"kadang Ekspektasi orangtua akan menjadi ketakutan tersendiri untuk anak-anak mereka, tidak kah anda menyadari nya?"


Mungkin Allzigra keras kepala, tapi dia tidak bisa membuat keputusan yang terlalu tergesa-gesa.


"Aku tahu itu, tapi orang tua bisa melihat apa yang terbaik untuk anak-anak mereka"


"I know, but tidak semua apa yang orang tua Anggap baik akan membahagiakan anak itu sendiri, sebab orang tua yang tepat itu membiarkan keputusan terbaik keluar dari pemikiran anak-anak mereka sendiri, saat salah mereka mengingatkan, tapi saat benar orang tua hanya tinggal mengarah kan"


Allzigra hanya bisa menghela berat nafasnya, dia menarik kerah kemeja nya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


Entahlah rasanya tiba-tiba udara menjadi sedikit panas.


"Kau.. bukankah tidak ada perbedaan yang mencolok di antara Freya dan Nadine? aku Fikir pernikahan yang ditukar bukan keputusan yang baik"


Allzigra dengan cepat bertanya kearah Azlan, bola matanya menatap tajam kearah Laki-laki tersebut, dia mencoba untuk bersikap mendominasi.


"Mungkin untuk wajah mereka tidak memiliki perbedaan yang mencolok, tapi sifat iya"


Ucap Azlan cepat.


"Aku bukan type laki-laki yang gampang suka dengan seseorang, beberapa pertemuan yang pernah di atur bertahun-tahun tidak satu pun yang membuat ku nyaman, ketimbang menerima aku lebih suka menolak mereka di pertemuan pertama yang belum berlangsung lebih dari 10 menit pertama"


Dia bicara dengan jujur, enggan menutup-nutupi soal kenyataan.


"Awalnya aku berencana untuk menolak jika pilihan nya lagi-lagi tidak sesuai keinginan, Karena bagi ku menikah itu sesuatu yang sakral, bukan seperti membeli pakaian, ketika jelek dan bosan aku bisa mengganti nya dengan yang baru, menikah itu seperti mencari diri ku sendiri didalam pasangan ku"


Allzigra terlihat diam, mendengar kan ucapan Azlan sambil terus menatap wajah laki-laki tersebut


"Mencari pasangan tak hanya sekadar untuk menemani tetapi yang juga membantu menyesuaikan diri akan kebutuhan-kebutuhan masing-masing diri, singkat nya saling melengkapi sebuah kekurangan, bukan menuntut kesempurnaan padahal diri ku bukan orang yang sempurna"

__ADS_1


"Dan bagi ku Setiap orang merasakan tantangannya masing-masing dalam memilih pasangan hidup. Sebab ada banyak hal yang bisa menentukan kecocokan pada masing-masing orang, khususnya untuk menuju jenjang pernikahan"


"Aku Memilih dengan Kesadaran Penuh"


"Mempertimbangkan memilih pasangan untuk menikah bukanlah keputusan sederhana. Diperlukan pertimbangan matang untuk menentukannya. dan aku tidak memilih seseorang berdasarkan karena emosi atau karena perasaan kasihan"


"Aku tidak bilang Freya gadis yang buruk, dia baik dan sempurna, tapi ketika aku menatap Nadine dan Bicara dengan nya, aku Seolah-oleh melihat diriku didalam dirinya dan aku merasa menemukan Jarum yang paling tepat di antara tumpukan jutaan jerami"


"Dibalik anda setuju atau tidak, suka atau tidak, aku akan tetap Menikahi Nadine, tapi aku akan melangsungkan pernikahan dengan izin Anda terutama Untie Nadya, sebab aku tidak suka pernikahan kami berlangsung tanpa restu orang tua karena satu-satunya kunci kesuksesan dan kebahagiaan penikahan anak-anak karena ada restu orang tua didalamnya"


Setelah berkata begitu laki-laki itu menatap dalam bola mata Allzigra, tidak ada sedikit pun ketakutan yang tercermin dibalik mata laki-laki tersebut.


bagi Allzigra bola mata tersebut mengingatkan dirinya pada sosok nya sendiri di usia muda.


Begitu tegas, penuh ambisi, tidak suka berbelit-belit dan....


Tidak suka mendapat kan kekalahan ketika dia menginginkan sesuatu yang dia inginkan.


"Kau begitu yakin jika aku akan memberikan restu dipernikahan kalian?"


Tanya Allzigra sambil menatap tajam bola mata laki-laki penerus Del Piero tersebut.


"Tentu saja, aku jamin Anda akan memberikan restu nya tidak lebih dari satu bulan ke depan"


Mendengar jawaban mantap Azlan seketika Allzigra menaikkan ujung alisnya.


"Nyali dan keyakinan mu besar juga"


Ucap Allzigra kembali sambil sedikit menekan Kalimat nya.


"Anda bisa melihat nya dengan seksama"


Hah...!.

__ADS_1


Allzigra membuang kasar nafasnya, cukup tidak percaya soal laki-laki yang tengah dia hadapi saat ini.


__ADS_2