
Mansion utama Abimanyu
Jelang Pernikahan Gao dan Ayana "Kakak Laki-laki Nadine'
Ketika keluarga besar Hillatop dan Abimanyu berkumpul
Nadine keluar tergesa-gesa dari dalam mobilnya sambil membawa beberapa barang yang memenuhi seluruh tangan dan dada nya.
Entahlah kepalanya teras berdenyut-denyut karena kesibukan persiapan dadakan pernikahan sang kakak laki-laki nya tersebut.
Ahem bahkan jauh lebih sibuk lagi, kakak laki-laki tertua Nadine harus mengejar deadline waktu antara pekerjaan, proyek di Palembang kemudian mengejar jadwal kembali ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan saudara laki-laki nya Tersebut.
"Aku akan datang ke kediaman Abimanyu dalam 5 menit"
Dan Azlan menghubungi gadis tersebut dengan cepat, berkata akan datang ke kediaman calon kakak ipar nya tanpa bertanya sebenarnya gadis itu mengizinkan nya atau tidak.
"Ehhh ta...pi..."
Tutttttttt
Tutttttttt
Bisa-bisa nya laki-laki tersebut menutup panggilan nya.
Gadis itu jelas menghela kasar nafas nya.
Tidak peduli Azlan hadir benaran atau tidak, dia fikir dia harus bergerak secepat nya mengantar semua kebutuhan yang di perlukan oleh kakak laki-laki nya Gao.
******
__ADS_1
Azlan bergerak tergesa-gesa turun dari ruang kerjanya, dia melangkah dengan langkah yang begitu lebar, menuruni sisa anak tangga dengan cepat menuju kearah parkiran.
Dia masih Bicara Dengan Ahem kakak laki-laki tertua Nadine melalui headset bluetooth nya.
"Awasi Nadine dengan baik, kau tahu? aku pikir Bill Rowland terus mengawasi Nadine sejak kemarin, aku bergerak dari Palembang ke Jakarta untuk mengejar pernikahan Gao, beberapa orang-orang ku bilang Laki-laki itu mengirim seseorang untuk terus mengawasi Nadine"
Ucapan Ahem cukup membuat laki-laki tersebut ikut bergerak cepat, dia langsung meminta orang-orang nya mengawasi Nadine agar tidak kecolongan.
Bill Rowland bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang laki-laki itu inginkan.
Jika dia berada di Prancis, maka Azlan pastikan bisa menghabisi Bill Rowland tanpa harus takut mendapatkan sanksi hukum.
Tapi di Indonesia jelas dia harus berkutat dengan persoalan hukum yang terlalu tumpul.
1 Minggu lagi hingga kehancuran laki-laki itu berjalan, dia harus benar-benar mengawasi matanya agar tidak melepaskan penjagaan nya pada gadis tersebut.
Sulit memang, karena Nadine bukan type gadis yang bisa di atur sepenuhnya, apalagi gadis tersebut tidak suka di tekan Secara berlebihan.
"Awasi dari kejauhan, aku khawatir Bill Rowland akan berbuat nekat"
Ucap Azlan kepada beberapa orang kepercayaan nya.
"Yes Sir"
Dan tidak peduli bagaimana sambutan gadis tersebut dan keluarga Hillatop, yang jelas disinilah tempat nya saat ini.
"Apa kamu tidak pergi ke perusahaan?"
Nadine bertanya sambil mengerutkan keningnya, menatap Azlan dengan penuh kebingungan.
__ADS_1
"Aku sedang mengambil liburan"
Azlan bicara sambil meletakkan kedua tangannya kedalam kantung celananya.
"Apa?"
Gadis tersebut semakin mengerutkan keningnya.
Nadine fikir bagaimana bisa Dikala dia mengambil libur 2 hari kerja bisa-bisa nya Laki-laki tersebut ikut mengambil liburan.
"Tapi Azlan...aku fikir Daddy..'
Alih-alih mau mendengar kan protes Nadine, laki-laki itu terlihat melangkah pasti masuk ke kediaman Abimanyu dan berbaur dengan semua orang begitu saja.
Bahkan dia dengan tenang nya memberi salam pada laki-laki tersebut tanpa menampilkan ekspresi nya.
"Kau...?"
Allzigra jelas langsung membulatkan bola matanya.
"Bagaimana kau bisa...?"
"Ahhh dia sudah datang? kemarilah, son"
Ketika Allzigra masih belum tahu bagaimana mengekspresikan perasaan nya antara setuju atau tidak dengan putra keluarga Del Piero soal Menukar pernikahan dengan salah satu putri kembarnya, tahu-tahu sang besan nya menyambut Azlan dengan sambutan yang begitu hangat.
"Apakah Daddy mu juga datang?"
Tuan ardhan sang calon besan dari keluarga Abimanyu terus bertanya pada Azlan sambil merangkul sang penerus tonggak Del Piero.
__ADS_1
"Tidak paman, Daddy akan datang di hari H"
Di ujung sana Nadine semakin mengerut kan keningnya untuk waktu yang cukup lama, dia fikir kenapa laki-laki itu bisa kenal Begitu banyak orang?!.