Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Dua orang terpenting dalam hidup nya


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh pada akhirnya Nadine menatap sebuah bangunan mewah yang ada di hadapan mereka saat ini.


Ketika mobil Azlan secara perlahan berbelok ke ada sisi kanan menuju ke gerbang tinggi yang ada di depan mereka, dua security tampak berlarian membuka gerbang tersebut.


begitu gerbang tersebut terbuka Azlan langsung melajukan mobilnya menuju ke area hamparan rumput luas yang ada di sisi kanan bangunan besar tersebut kemudian laki-laki itu berbelok menuju ke arah kiri masuk ke area sebuah parkiran besar di mana beberapa mobil telah berjejer di sana.


Nadine jelas mengerutkan keningnya, dia pikir ke mana laki-laki itu sebenarnya membawa dirinya saat ini?!.


"Kita ada di mana?"


tanya Nadine ketika Azlan telah menghentikan mobilnya.


Dia mulai bergerak melepaskan safety belt yang ada di tubuhnya.


Azlan hanya menoleh beberapa waktu ke arah Nadine, Alih-alih menjawab laki-laki tersebut berkata.


"Kamu akan lihat sendiri ketika kita tiba di dalam"


Ucap laki-laki itu sambil melepaskan safety belt Milik nya sendiri, kemudian Laki-laki itu langsung keluar dari dalam mobil nya, Azlan berjalan memutar menuju ke arah pintu mobil dimana Nadine duduk.

__ADS_1


Nadine terlihat diam hanya menurut apa yang diucapkan oleh Azlan, begitu pintu mobil tersebut terbuka secara perlahan dia turun sambil menatap gedung Bangunan mewah tersebut.


Nadine Fikir ini jelas sebuah mansion.


Dan tidak tahu bagaimana mengatakan nya, seperti nya bangunan tersebut terasa tidak asing untuk diri nya, seolah-olah Dejavu, Nadine Fikir dia pernah datang ke tempat ini sebelum nya.


Tapi kapan?!.


Dia sama sekali tidak bisa mengingat nya.


setelah turun dari mobil tersebut, Azlan langsung meraih dan menggenggam erat telapak tangan Nadine secara perlahan.


di depan pintu seorang pelayan wanita berusia sekitar 48 tahunan menundukkan sedikit tubuh dan kepalanya ke arah mereka, dia mempersilakan Azlan dan Nadine masuk ke dalam sana.


begitu melewati pintu Nadine tampak sedikit terkejut saat dia sadar dihadapan mereka terdapat beberapa pelayan lainnya yang menyambut mereka sambil menundukkan kepala ke arah mereka.


Nadine menoleh ke arah Azlan, berusaha untuk meminta penjelasan, tapi laki-laki itu seolah-olah sengaja mengabaikan dirinya.


mereka terus berjalan masuk ke dalam hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar di mana rupanya telah hadir beberapa orang didalam nya dan Nadine jelas mengenali wajah dua orang yang ada di depan sana.

__ADS_1


Itu adalah nyonya Hazel istri tuan Ozvit Del Piero dan suami nya Tuan Ozvit Del Piero sendiri.


Pasangan suami istri yang merupakan Daddy dan Mommy kandung Azlan.


Dua orang itu terlihat menatap mereka berdua sambil mengembangkan senyuman nya, jika senyuman tuan Ozvit sedikit lebih datar, senyuman Mommy Ozvit jelas terlihat begitu cantik dan tulus, Wanita itu menunggu mereka masuk kedalam dan ikut bergabung di depan meja makan tersebut.


Secepat kilat Nadine langsung menoleh kearah Azlan, dengan pandangan terkejut dia menatap laki-laki disampingnya tersebut.


"Mereka orang terpenting dalam hidup ku"


Bisik Azlan pelan.


"Sulit sekali menyusun jadwal untuk kita bisa bertemu dan makan bersama, Mommy dan Daddy sudah menunggu hal ini sejak beberapa Minggu yang lain"


laki-laki itu bicara sambil menggenggam erat telapak tangan Nadine.


"Aku harap kamu cukup nyaman berbaur dengan keluarga ku, Nad"


Tambah laki-laki itu lagi.

__ADS_1


Dan entah bagaimana mengungkapkannnya, Nadine jelas kehilangan kata-kata.


__ADS_2