Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Terus terhubung sejak dulu


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Perayaan Kerjasama antar perusahaan


Pesta taman


Prancis


Ketika pandangan mata seorang laki-laki seusia suaminya Allzigra tidak bisa lepas dari dua putri kembar nya yang kala itu berusia sekitar 9 tahunan.


Nadya beberapa kali melirik kearah laki-laki tersebut, sembari dia berbicara dengan beberapa orang dihadapan nya.


Dia fikir orang itu seperti nya sang pemilik Del Piero, dimasa lalu laki-laki itu beberapa kali terhubung dengan keluarga Hillatop tanpa terduga.


Beberapa peristiwa aneh selalu membuat mereka terhubung dan terikat Begitu saja bahkan ada keanehan yang terus terjadi antara putra Del Piero dengan putri mereka.


Entahlah dia tidak tahu, tapi felling nya seolah-olah berkata ada ikatan di antara putra Del Piero dan putri nya yang seolah-olah telah di ikat sejak awal oleh takdir yang tidak terduga.


Apalagi di kelahiran sang kembaran nya Freya dan Nadine, kejadian tidak terduga terjadi, secara gaib dan tidak pernah dia ungkapkan dengan siapapun hingga hari ini.


Dia tidak ingin dibilang gila oleh Semua orang karena itu tidak pernah membicarakan nya.


Dia terus mengawasi putra Del Piero tersebut untuk waktu yang begitu lama, dan percayalah terlalu banyak hal yang menghubungkan antara putra Del Piero dan Nadine nya.


Nadya kembali melirik kearah laki-laki Del Piero tersebut, bisa dia lihat putri nya Freya mendekati laki-laki itu.


"Ada apa?"


Bibi muda Hillatop mengejutkan dirinya, Hessa bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Ada hal yang salah?"


Tanya perempuan cantik itu lagi.


"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong dimana Gao?"


Dia bertanya pada sang bibi muda nya.


"Dia ada di belakang"


"Aku fikir akan menyusul nya ke sana"


Ucap Nadya cepat.

__ADS_1


Belakangan dia cukup overprotektif melindungi putra-putri mereka, setelah kejadian peristiwa naas yang menyebabkan kematian salah satu putra kembar nya Gao di Thailand beberapa tahun yang lalu hingga mereka tidak kunjung bisa menuntaskan kasus kematian putra mereka karena sistem keadilan mengerikan di negeri gajah putih Thailand tersebut, membuat Nadya terus memantau putra-putri mereka.


Thailand menjadi negara dengan momok paling menakutkan untuk dirinya hingga hari ini, meskipun sebanyak apapun uang mu dan seberkuasa apapun kamu di negara lain, kamu tidak akan pernah menang melawan hukum negara tersebut.


Nadya buru-buru bergerak menuju kearah belakang mencari Gao yang sejak tadi tidak terlihat sama sekali.


Dia cukup khawatir dengan putra nya itu, dia ingat Gao mengalami trauma berat pasca tragedi malam itu, berbulan-bulan berkutat dengan kenangan kelam hingga membuat Gao berkali-kali harus di terapi Secara intensif.


Karena itu melepaskan jangkauan nya dari putra nya itu jelas bukan hal yang baik.


"Mom?"


Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan dirinya.


"Ahem?"


"Ada apa?"


"Dimana Gao?"


Aku pikir dia ada di dalam, jangan terlalu khawatir Mom,. semua baik-baik saja"


Yah sebenarnya semua baik-baik saja tapi dia masih sering merasa khawatir dan berfikir jika Gao akan kembali menghilang tanpa sepengetahuan nya.


"Mommy akan kedalam"


Ketika langkah kakinya terburu-buru mencari sosok Gao, tiba-tiba bola mata nya menangkap sosok bocah laki-laki lain nya.


Nadya langsung membulatkan bola matanya.


Dia?!.


Entahlah kenapa langkah kakinya tertahan, dia sejenak membeku menatap bocah laki-laki itu.


Sosok itu melangkah bergerak menuju kearah dirinya, bola mata tajam itu sejenak bertemu dengan dirinya.


Seulas senyuman mengembang dari balik bibir bocah laki-laki tersebut yang usianya persis seperti usia Ahem.


"Putra sulung Del Piero?"


Tanya Nadya kemudian.


Laki-laki itu terlihat diam, dia mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Katakan pada untie, apakah kamu memiliki tanda lahir di punggung mu, Nak?"


Tanya Wanita tersebut kemudian.


Mendapat kan pertanyaan dari wanita itu jelas membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.


"Yah, aku memiliki nya"


Jawab nya cepat.


"Siapa nama mu, nak?"


"Azlan, Azlan Del Piero"


"Apakah kamu pernah merasakan sebuah Dejavu? seolah-olah pernah bertemu dengan seseorang di masa lalu?"


Azlan mengerutkan keningnya.


Laki-laki berusia 14 tahunan itu menatap wanita dihadapan nya itu dengan tatapan yang Sulit untuk dijelaskan.


"Bagaimana untie bisa tahu itu?"


Alih-alih menjawab, Nadya terlihat mengembangkan senyuman nya.


"Mari bertemu dengan untie di kediaman Hillatop saat kamu memiliki waktu"


Mendapatkan tawaran seperti itu jelas membuat Azlan sedikit terkejut.


"Ya?"


Tanya Azlan dengan perasaan bingung.


"Lihat gadis diluar sana"


Ucap Nadya kemudian.


Bola mata Azlan langsung tertuju pada sosok yang dimaksud wanita itu.


Seketika Azlan membeku, dia langsung membulatkan bola matanya karena terkejut.


"Gadis yang kamu cari ada disana, tidak kah kamu ingin menyapanya?"


Setelah Berkata begitu Nadya mengemban kan senyuman nya.

__ADS_1


"Dia menunggu mu untuk waktu yang begitu lama, nak"


Kemudian Nadya menepuk-nepuk punggung Azlan lantas wanita itu langsung melesat pergi meninggalkan bocah laki-laki tersebut seorang Diri.


__ADS_2