Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Terlalu ekstrem untuk dilupakan


__ADS_3

Dan percayalah jika kencan bersama di hari weekend bersama gadis yang terbiasa bergerak kemana-mana dan bebas memakan makanan seperti apapun ternyata begitu unik dan membuat Azlan harus berkali-kali menelan salivanya.


Dia fikir membiarkan Nadine memilih tempat yang disukai gadis tersebut untuk dijadikan tempat rekomendasi mereka berdampak begitu luar biasa untuk Azlan.


Seharian dia jadi seperti orang linglung karena dibawa ketempat-tempat yang menurut Azlan terlalu ekstrem.


Dan kini Dia fikir dia benar-benar salah membiar kan Nadine menentukan tempat makan mereka.


Laki-laki itu kini hanya bisa bisa berdiri bengong di pinggiran trotoar diwaktu malam tiba ketika gadis tersebut membawa nya berkencan ke satu tempat yang di anggap nya unik dan menarik.


Ah tidak ini bukan unik dan menarik, ini terlalu ekstrim dan mengerikan untuk seorang Azlan Del Piero.


Glekkkk


Dia menelan salivanya saat melihat kerumunan manusia dihadapan nya.



"Kamu membawa kita kemana?"


Azlan bertanya sambil berusaha memegang erat telapak tangan Nadine.


dia tidak tahu kemana Nadine membawanya tapi baginya tempat yang ada di hadapannya itu terlalu ekstrem.

__ADS_1


Dia manusia dengan tingkat kesuksesan tinggi dengan penyakit perfectionist akut , jelas saja urusan makan pun dia terkena dengan kata harus pilih-pilih tempat karena baginya makan di sembarang tempat bisa memberikan dampak sakit karena sifat ke higienis'an nya jelas tidak terjamin.


Dia tidak suka dengan konsep makanan terbuka karena debu dan kuman jelas dengan mudah menghinggapi makanan.


Apalagi makan di pinggir jalan, bagi nya makanan seperti itu harus mati-matian di hindari oleh seorang Azlan Del Piero.


Tapi malam ini dia fikir kenapa dia tersesat di kerumunan manusia yang belum tentu memiliki tingkat kebersihan yang tinggi.


Bukan karena dia tidak menghargai hasil karya orang lain, tapi bagi nya menjaga kesehatan tubuh nya sendiri jelas menjadi prioritas besar bagi dirinya.


"Tentu saja makan"


Dan bisa-bisa nya gadis disampingnya itu menjawab dengan begitu tenang dan gamblang, seolah-olah tidak tahu bagaimana karakter seorang Azlan Del Piero.


"Ditempat seperti ini?"


"Tentu saja"


Nadine berusaha untuk melangkah tapi Azlan buru-buru menarik tangan gadis tersebut.


"Kita cari restoran terbaik di Jakarta"


Bola matanya bergidik ngeri melihat keramaian dan barisan gerobak makan yang membuat dia merinding.

__ADS_1


"Ini tempat makan terbaik, aku dan Freya sering pergi ketempat sepeda ini si waktu libur, aku bahkan bisa pergi diam-diam dikala lelah dengan aktivitas seharian"


Gila!.


Mendengar ucapan Nadine jelas membuat dia memijat kedua pelipisnya untuk beberapa waktu.


"Ini bisa membuat kita sakit perut Nad, terlalu ekstrem untuk di bayangkan"


mendengar ucapan Azlan seketika membuat gadis itu tertawa renyah.


"Ini semua baik untuk kesehatan perut, coba lihat ada label halal nya, made in Indonesia, Bahkan beberapa Makanan menggunakan pedas extra cabai syetan didalam nya"


Nadine buru-buru menarik tangan Azlan agar segera masuk ke kerumunan orang-orang ke arah depan.


"Ohhh no...Nad... jangan lakukan ini"


Dan bayangkan Betapa paniknya dia saat gadis tersebut mulai menyeret langkah nya.



Dia fikir dia bisa mati berkumpul dengan para lautan manusia yang aroma keringat nya bercampur aduk menjadi satu, bahkan dia bagaimana bisa menelan makanan yang jelas bukan selera nya.


Tapi Alih-alih peduli dengan kepanikan nya, Nadine terus menyeret nya masuk kedalam arus lautan manusia dengan jutaan aroma ditambah aroma kuliner yang tidak dia pahami apa saja.

__ADS_1


Dan percaya lah, ditengah kepanikan nya, Nadine terlihat terkekeh kecil melihat betapa panik nya laki-laki tetapi saat ini.


Wajah dingin, garang dan datar itu kini berubah menjadi begitu panik juga lucu dan membuat Nadine seketika ingin berkata kenapa kamu terlihat begitu imut sekali.


__ADS_2