
Begitu Allzigra melihat sosok Zoe jangan ditanya bagaimana kemarahan nya, laki-laki tua itu Secepat kilat menarik kasar lengan laki-laki yang telah di anggap nya putra kandung nya itu.
sejak awal dia membawa Zoe ke kediaman Hillatop, sedikitpun dia tidak pernah membedakan antara Zoe dan putra putrinya yang lain.
baginya Zoe bener-bener putra kandungnya, ada begitu banyak rencana dan segala hal yang telah dilakukan dia untuk Zoe, bahkan dia juga memberikan anak perusahaan Hillatop di uni Emirat Arab untuk laki-laki tersebut.
tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika Zoe akan menerkam dirinya dari belakang, dia bahkan tidak pernah berfikir jika akan menikahi putrinya secara diam-diam di belakangnya.
Bahkan awalnya sedikitpun tidak pernah terpikirkan juga tidak pernah ada kecurigaan di dalam dirinya terhadap Zoe dan Freya.
tapi ada satu kecurigaan yang terjadi pada dirinya saat mengunjungi uni emirat Arab terakhir kalinya, saat itu dia tanpa sengaja masuk ke kediaman Zoe dan Freya begitu saja
dia melakukan kunjungan mendadak tanpa memberitahukan putra-putrinya bahkan tidak memberitahukan istrinya juga.
hari itu dia bener-bener datang secara tiba-tiba ke uni emirat Arab mengambil penerbangan karena ada urusan bisnis yang mendesak.
Kala itu dia melihat Zoe dan Freya tidur di dalam kamar yang sama, tapi karena kedua orang itu pandai mengelak, dia fikir itu wajar-wajar saja jika kakak dan adik tidur di kamar yang sama.
Bola mata Allzigra membulat sempurna saat dia membuka pintu kamar, terlihat Freya meringkuk ke dalam pelukan Zoe, gadis kecil nya Tampak tertidur pulas didalam dekapan laki-laki yang selalu di anggap nya sebagai anak kandung nya sendiri.
"Apa yang kalian lakukan?"
Pertanyaan itu melesat di balik bibir nya.
Zoe secepat kilat tersentak terbangun dari tidurnya, dia gelagapan, panik dan langsung berdiri dengan sempoyongan.
Hanya menggunakan boxer tidur, Zoe seolah-olah bersiap dengan jutaan kemungkinan di hadapannya.
Ekspresi Zoe jelas Begitu mencurigakan.
Tapi Ekspresi Freya benar-benar tidak terduga.
Gadis kecil kesayangan nya terlihat bangun dengan enggan, masih dengan mata mengantuk Freya menatap dirinya.
"Daddy?"
Freya langsung membulatkan bola matanya, menampilkan ekspresi yang begitu bahagia, dia langsung keluar dari balik selimut nya menggunakan pakaian tidur manis berwarna peach miliknya, lantas berhamburan memeluk Allzigra.
"Ahhhhh Daddy... I miss you, I miss you... muaacchhhh"
__ADS_1
Entah ada berapa banyak ciuman yang diberikan oleh putri nya.
Freya sama sekali tidak menampilkan ekspresi terkejut nya, tapi malah Begitu antusias bercerita dan bertanya.
Bahkan bisa menjawab pertanyaan nya dengan Begitu baik serta lancar.
"Kenapa kalian tinggal di kamar yang sama?"
"Daddy tahu? aku ini mulai jadi penakut, kadang aku takut ada suara-suara aneh yang datang"
Entahlah putri nya Begitu pandai berceloteh dan bercerita soal banyak hal, hingga pada akhirnya dia enggan lagi mempersoalkan masalah tidur bersama.
Bukankah Dulu shaikha pun sering tiba-tiba datang ke kamar nya dan memeluknya manja, minta tidur di kamar nya dangan alasan takut dengan suara petir.
Bahkan Aish adik bungsu nya yang telah meninggal, dulu semasa masih hidup begitu manja kepada dirinya,.menyeruak masuk ke kamar nya jika merasa tidak nyaman tidur dikamar nya sendiri?!.
Jadi Allzigra fikir semua sah-sah saja.
Bugggggg
Satu tinju menghantam wajah Zoe saat mereka berada di halaman belakang kediaman Abimanyu.
Seketika Zoe tercekat, menahan rasa perih di balik pipi dan bibirnya.
"Dad...?"
"Kau... bagaimana kau dan Freya...kalian menikah tanpa persetujuan dari ku?"
Mendengar ucapan Daddy Allzigra nya, seketika membuat Zoe menelan salivanya, jutaan rasa bersalah menghantam hatinya, dengan hati nya berkecamuk menjadi satu Zoe mencoba meraih tangan dan tubuh laki-laki tua itu.
"Dad..maafkan aku"
"Kau.. ba..ji..Ngan ini"
Allzigra ingin memukul Zoe sekali lagi tapi satu tangan mencoba menahan gerakan nya.
"Dad..no... plaease"
******
__ADS_1
Disisi lain
Beberapa waktu sebelumnya
Beberapa kali bola mata Azlan melirik kearah sisi kanan nya, mencoba mencuri-curi pandang keberadaan Nadine yang sejak tadi sibuk bersama beberapa anggota keluarga dalam menyusun beberapa makanan di atas nampan.
Ada yang lebih indah wajahnya selain gadis yang bisa membuat dia belakangan nyaris tidak bisa tidur dengan sempurna?!.
Pertunangan yang dilewati beberapa bulan ini terkadang membuat dia berdebar-debar menunggu waktu kapan kata sah menjadi milik mereka.
Meskipun dia bilang bukan apa-apa hingga menunggu awal tahun ini untuk pernikahan mereka, realita nya dia selalu bertanya didalam hatinya,
Kenapa hari berjalan begitu lamban?!.
Tidak bisakah mereka menikah besok dan dia mendengar kata 'SAH' dari semua orang?!.
Terkadang dia berfikir kenapa seorang Nadine bisa menjungkirbalikkan dunia milik nya?! begitu besar pesona gadis tersebut hingga terkadang nyaris membuat dia tidak bisa menahan gejolak didalam dada nya.
Sejenak Azlan mengulum senyuman nya, dia kembali melirik kearah Nadine yang tengah tertawa begitu manis kearah beberapa keluarga lainnya di ujung sana.
Ditengah pemikiran lucu dan aneh nya, tiba-tiba saja Gao melesat datang mendekati dirinya dengan ekspresi sedikit khawatir.
"Ada apa?"
Azlan bertanya sambil menatap wajah Gao untuk beberapa waktu.
"Kau tahu? aku fikir Daddy akan menghabisi Zoe kali ini"
Mendengar ucapan Gao seketika isi kepala Azlan bekerjasama dengan cepat, Gao jelas tidak bisa meninggalkan para tamu undangan yang mulai berdatangan untuk mendinginkan keadaan, Ahem jelas tidak mungkin meredam kemarahan Daddy Allzigra mengingat bagaimana hubungan Ahem mulai meregang dengan laki-laki tua tersebut karena izin pernikahan yang tidak kunjung di kantungi laki-laki tersebut dari sang penguasa Hillatop.
oh shi..t.
Dia mengumpat tidak percaya.
"Dimana?"
Haruskah dia bertanya dimana lagi posisi mereka kali ini?.
"Belakang"
__ADS_1
Mendengar sebaris jawaban dari Gao sudah cukup membuat Azlan tahu dimana posisi mereka kini.
Tanpa berfikir dua tiga kali, Azlan langsung bergerak melesat menuju kearah mana Daddy nya dah Zoe berada.