Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Dibalik semua orang yang bergerak


__ADS_3

Masih ditengah kebingungan nya Nadine pada akhirnya naik dengan cepat kedalam mobil jemputan nya, sang asisten pribadi Azlan terlihat telah bersiap sejak tadi untuk membawa nya pergi dari sana.


Dia memilih diam ketika mobil tersebut lebih memilih jalan rahasia yang memang tidak pernah di gunakan oleh keluarga Hillatop sejak dulu kecuali dalam keadaan darurat.


Di Fikir itu dilakukan untuk menghindari kejaran para wartawan.


tunggu dulu, wartawan?!.


Jelas saja kata wartawan membuat Nadine mengerutkan keningnya.


Kenapa harus pakai acara wartawan menyambangi kediaman Hillatop?!.


Apakah pertukaran pertunangan dan pernikahan telah menjadi berita besar untuk dunia?!


Bukankah hal ini masih dirahasiakan oleh keluarga mereka? seharusnya baru pecah ketika acara pernikahan resmi di gelar tahun depan.


Lalu kenapa para wartawan begitu cepat datang dan membuat berita menjadi pecah saat hanya dalam hitungan jam?!.


Semalam hingga ke pagi ini.


Bisakah mereka menghitung jarak waktu yang terjadi Ketika Daddy nya memutuskan hubungan antara dirinya dan Bill Rowland kemudian memilih Azlan untuk menukar pernikahan dengan dirinya.


"Ini membuat ku sedikit bingung"


Nadine bicara dengan laki-laki dihadapan nya itu.


Sejak awal dia sengaja diletakkan di kursi belakang, sang Mommy nya memang seperti itu, sejak dulu anak-anak gadis tidak diizinkan duduk di kursi depan bersama laki-laki asing yang bukan siapa-siapa.


Entahlah karena kata Mommy nya itu tidak baik untuk para gadis di rumah keluarga Hillatop.


"Kenapa ada banyak sekali wartawan yang datang tadi?"


Nadine kembali bertanya.

__ADS_1


Laki-laki dihadapan nya itu terlihat diam sejenak.


"Saya tidak bisa menjelaskan nya, Miss. Lebih tepatnya itu bukan bagian saya untuk menjelaskan nya kepada anda, setelah tiba di kediaman tuan Ahem Anda bisa langsung bertanya pada tuan Azlan"


Mendengar nama Azlan disebutkan Nadine jelas mengerut kan keningnya.


Eh?!.


"Apa kakak ku tidak ada di mansion nya?"


Tanya nya kemudian.


Laki-laki itu melirik kearah jam di tangannya.


"Saya fikir tuan Ahem akan tiba di Indonesia sekitar pukul 5 besok pagi"


Mendengar ucapan laki-laki tersebut jelas saja membuat Nadine ternganga.


Pertanyaan demi pertanyaan jelas menghantam laki-laki tersebut.


"Bukankah Mommy bilang tadi ada kak Ahem di mansion nya?"


Tanya Nadine lagi kemudian.


"Itu karena tuan Ahem tidak bisa mengatakan soal hal yang sebenarnya"


oke semua penjelasan laki-laki itu membuat Nadine bingung.


Wartawan, Mommy nya, kak ahem nya dan Azlan.


Sebenarnya ada apa dengan pagi ini? kenapa semua terasa begitu aneh dan mengganjal, apakah sesuatu yang tidak dia ketahui terjadi?!.


******

__ADS_1


Disisi lain


Mansion utama Hillatop


Nadya bergerak dengan cepat menuju kearah dalam dari arah pintu belakang, Wanita itu masih bicara melalui headset bluetooth nya.


"Nadine sudah bergerak kekediaman Ahem, nak"


Dia bicara kemudian melirik ke arah sisi kanan nya, seorang pelayan menundukkan kepalanya.


"Tuan sudah Bangun?"


Tanya Nadya pada pelayan tersebut.


"Belum nyonya"


"Jangan biarkan dia bangun sebelum Azlan bergerak menyingkirkan semua paparazi nya"


Ucap wanita itu cepat, setelah itu dia meninggal kan sang pelayan dengan cepat.


"Apa kau masih di sana nak? akhirnya 2 bulan rencana yang kita buat berhasil dengan sempurna untuk membuat keluarga Rowland melepaskan Nadine, Azlan"


"Bahkan untie senang kamu bisa meluluhkan hati Daddy All dengan cara yang manis tanpa harus menciptakan genderang perang"


Setelah berkata begitu, senyuman kecil terlihat mengembang dari balik Nadya, dia merasa bisa bernafas dengan lega saat tahu Azlan berhasil mendapat hati Allzigra dan menghancurkan keluarga Bill Rowland yang berkedok sebagai keluarga pengacara terpandang untuk menipu semua orang.


Azlan jelas laki-laki pilihan nya untuk putri kesayangannya, tapi Bill Rowland menjadi pilihan suami nya.


Dia tidak mungkin menentang suaminya secara terang-terangan, siapa yang tidak tahu betapa keras kepalanya seorang Allzigra.


Bukankah untuk menundukkan seekor singa, dia harus mencari singa lainnya yang mampu mengaum dengan lebih keras dan memiliki kekuatan yang tidak kalah besar?!.


Dan dia percaya sang calon menantu pilihan nya bisa melakukan itu untuk menaklukkan sang singa Hillatop yang begitu keras kepala.

__ADS_1


__ADS_2