
Del Piero company
08.00 AM
Bola mata Azlan menatap tajam kearah lantai bawah sana, di antara ruangan kaca yang mengelilingi gedung tersebut bisa dilihat seorang gadis masuk melalui pintu utama perusahaan Del Piero dengan sedikit tergesa-gesa.
Beberapa pegawai Del Piero menundukkan kepala mereka ke arah gadis tersebut.
Nadine berjalan dengan terburu-buru menuju ke pintu elevator, Beberapa kali dia melirik kearah jam di tangan nya dengan raut wajah khawatir.
Azlan terlihat menaikkan ujung bibirnya, dia ikut melirik kearah jam di tangannya kemudian bergerak ke sisi kanan nya berjalan menuju ke ruangan kerjanya.
"Kerja yang bagus, Ben"
Ucap Azlan pada laki-laki yang ada di sisi kanan nya tersebut.
"Semua berjalan di sesuai keinginan anda, tuan"
Azlan sama sekali tidak menjawab, lebih memilih melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan kerjanya.
Ketika dia telah masuk keruangan tersebut laki-laki yang dipanggil Ben yang tidak lain sekretaris baru nya terlihat langsung memilih untuk pergi dari sana.
Sedangkan di luar sana ketika Ben baru saja akan keluar Nadine dengan gerakan cepat langsung menundukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam ruangan Azlan.
Gadis itu bahkan tidak lagi mempedulikan penampilannya apakah baik atau tidak dia buru-buru masuk dan menundukkan kepalanya ke hadapan orang lain yang ternyata tanggal berdiri tepat di depan meja kerjanya.
__ADS_1
"Maafkan aku karena terlambat"
Nadine memejamkan bola matanya dengan perasaan Tidak enak.
ini adalah hari pertama kerja sama mereka dan sialnya suatu kejadian membuat dia terpaksa datang terlambat, seharusnya dia tidak datang diwaktu yang terlewat kan, dimana Azlan sudah lebih dulu berada di ruangan nya.
Tidak tahu apa yang terjadi, sopir nya berkata mobil nya tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan, dia Fikir mobilnya baik-baik saja tidak ada kendala dan tidak ada masalah, dia cukup rajin meminta sopir nya untuk membawa mobil nya ke dealer resmi dan meminta mereka mengecek mesin mobil miliknya secara berkala.
Dari sekedarnya untuk ganti oli atau cek berkala bahkan untuk memeriksa kaki-kakinya.
Tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba mobil milik nya jadi bertingkah.
Azlan yang berdiri memunggungi Nadine langsung memutar tubuhnya, laki-laki berwajah dingin dan datar itu menaikkan ujung alisnya.
Dia langsung melihat kearah jam tangannya.
Tanya Azlan sambil mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekati gadis tersebut.
"Apa ada alasan yang paling tepat yang bisa aku denger kan atas keterlambatan yang terjadi?"
Nadine sejenak menelan salivanya, dia berusaha untuk mundur selangkah karena tiba-tiba saja jarak mereka menjadi begitu dekat.
Meskipun dia cukup tinggi Realita nya tubuh laki-laki tetaplah jauh lebih tinggi dari seorang perempuan bukan?!.
Azlan sedikit menjongkokkan tubuhnya, menatap bola mata Nadine dengan seksama.
__ADS_1
Gadis itu seketika mencoba memundurkan sedikit kepala nya, dia mencoba menahan nafas.
"Aku tahu ini sedikit tidak etis tapi aku tidak bisa memberikan alasannya pasti kenapa aku bisa datang terlambat. Sebab akan jauh lebih tidak etis ketika seseorang yang profesional tiba-tiba membuat sebuah alasan yang sangat tidak masuk akal atas keterlambatannya"
Dan Azlan fikir dia gadis yang cukup pintar merangkai kata-kata tepat untuk tidak membela diri nya sendiri.
biasanya para pegawai yang terlambat mencari 1001 macam alasan agar selamat dari kata terlambat, tapi Nadine jelas cukup unik.
"Anda bisa memberikan hukuman setimpal untuk keterlambatan ini, selama tidak keluar dari Etika kerja dan tata Krama"
lanjut Nadine lagi.
Mendengar ucapan gadis tersebut seketika Azlan menaikkan ujung Alisnya.
Dia langsung membenahi posisi berdiri nya sebab dia yakin betapa sulit nya gadis itu mencoba menahan keseimbangan tubuhnya.
"Baik, temani aku untuk menikmati sarapan pagi"
Ucap Azlan kemudian sambil menyerahkan kunci mobilnya dengan cepat kearah gadis tersebut.
"Ya?"
Nadine jelas terkejut, tangannya menerima kunci tersebut dengan jutaan perasaan bingung.
Sarapan pagi?.
__ADS_1
"Tapi sir.."
Dia mencoba menolak tapi laki-laki itu tahu-tahu sudah beranjak menjauhi dirinya.