
Disisi lain
Mansion utama keluarga Hillatop
Nadine mengintip dengan cepat kearah bawah dari jendela kaca kamarnya saat dia mendengar suara beberapa deru mobil yang datang ke arah kediaman keluarga besar Hillatop.
Gadis itu cukup terkejut dan tidak menyangka Azlan benar-benar bergerak membàwa keluarga nya untuk datang menemui Daddy nya.
seperti janji Azlan sebelumnya Laki-laki itu rupa-rupa nya tidak main-main dengan ucapan nya, dia benar-benar membawa dua orang paling berharga di dalam hidup laki-laki tersebut untuk menemui Daddy nya di akhir Minggu ini
Awalnya dia fikir mungkin Azlan hanya berjanji, apalagi mengingat betapa padatnya jadwal laki-laki tersebut tapi....
bisa Nadine lihat kini bagaimana sosok tersebut turun dari dalam mobil nya, begitu berkharisma dan,
Bisakah dia tidak berdusta?
Wajah itu Begitu Tampan dan membuat mata gadis mana pun akan terpesona melihat wajah dengan lekuk rahang tegas yang Mampu membuat kagum siapapun yang memandang.
"Kakak ku benar-benar datang"
Sebuah bisikan dibalik telinga Nadine membuat gadis itu berusaha untuk mengulum senyum kebahagiaan nya, Najwa memeluk erat tubuh Nadine dari arah belakang.
__ADS_1
"Bukankah kakak ku tampan? yah dia sangat tampan"
Gadis itu tertawa kecil, ikut melirik kearah sosok kakak laki-laki semata wayang nya itu sambil menatap sosok Daddy dan Mommy nya yang mulia melangkah masuk ke kediaman Hillatop tersebut.
Begitu memastikan ketiga orang itu masuk ke dalam mansion utama Hillatop tersebut, Najwa dan Nadine secara perlahan beranjak keluar dari kamar tersebut dan berusaha mendengarkan pembicaraan yang akan terjadi pada dua keluarga besar malam ini.
bisa dibayangkan bagaimana perasaan adik saat ini, jantungnya jelas berdetak begitu kencang, bahkan keringat yang keluar dari tubuhnya terasa panas dingin, belum lagi dia merasa kakinya mengeluarkan getaran hebat saat dia melangkah keluar dan mencoba berdiri di sisi kanan tangga.
Najwa ikut berdiri di sisi kanan Nadine, sesekali gadis itu melirik ke arahnya sambil mengulum kan senyuman nya.
entahlah apa yang mereka lakukan saat ini persis seperti ketika mereka berada di bangku SMA atau bahkan di bangku kuliah, mencoba mengukir pembicaraan teman-teman yang lain atau tidak sengaja mendengarkan para laki-laki bergosip soal gadis yang mereka sukai.
bisa dilihat bagaimana Allzigra dan istrinya menyambut ketiga orang itu, senyuman boleh tulus ditampilkan oleh nyonya Nadya Mommy Nadine.
wanita tua itu bahkan menyalami Mommy Azlan dan memberikan ciuman pipi kiri kanan kepada wanita tua Del Piero di hadapannya itu.
awalnya obrolan ringan terjadi di antara mereka sembari menunggu minuman keluar dari arah dapur yang disuguhkan oleh salah satu pelayan Hillatop.
beberapa obrolan ringan soal pekerjaan atau hal-hal yang belum terdengar serius, Nadine dan Najwa terus mendengarkan sambil mengintip.
dan dalam beberapa waktu berikutnya pada akhirnya satu obrolan serius mulai dibuka oleh tuan Ozvit Del Piero.
__ADS_1
Seketika jantung Nadine kembali berdetak dengan kencang, dia meremas tangannya sambil bola matanya terus menatap ke arah bawah.
Sejenak bola matanya menatap sosok Azlan yang terlihat begitu tenang dan santai, laki-laki itu duduk tepat dihadapan Daddy nya.
"Aku akan langsung bicara soal niat kenapa kami datang kekediaman Hillatop malam ini"
Tuan Ozvit bicara dengan nada tenang dan tegas, menampilkan sebuah keseriusan didalam tiap-tiap Kalimat yang di ucapkan nya.
bola mata laki-laki itu menatap lurus ke arah bola mata Allzigra, dan suasana yang begitu serius terjadi begitu saja.
"Niat kami untuk melamar dan bukan lagi berniat melamar Putri anda Nadine Alexandria untuk putra Kami Azlan Rafif Del Piero"
Ucap Tuan Ozvit Del Piero dengan nada yang begitu tegas dan tidak berbelit-belit.
"Semua permintaan, mahar atau syarat yang akan di ajukan oleh Nadine kami akan mengikuti dan InsyaAllah akan memenuhi semua nya"
Dan bayangkan bagaimana perasaan Nadine di atas sana, dia menoleh kearah Najwa dengan bola mata berkaca-kaca.
Jelas saja dia bahagia tapi...
Ada dua kekhawatiran yang menghantam dirinya, apakah Daddy nya akan memberikan restu, dan bagaimana soal Bill Rowland yang bahkan belum dia tahu pemecahan permasalahan nya.
__ADS_1