Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Pagi yang sedikit membingungkan


__ADS_3

Mansion utama keluarga Hillatop


Kamar utama anak-anak


05.01 AM


Kringggggggg


Nadine mencoba meraba-raba tangan nya ke atas meja nakas yang ada di sisi kanan ranjang tidur nya, masih dengan mata mengantuk dia berusaha meraih jam weker yang ada disana, mencoba meredam suara berisik yang terus terdengar sejak tadi.


"Ng...."


Gadis tersebut masih menggeliat malas di atas kasur, mencoba mematikan jam weker yang Kini ada di tangan nya untuk beberapa waktu kemudian kembali berusaha memejamkan bola matanya.


Sebentar saja, 5 menit boleh kan?!.


Batin gadis itu kemudian kembali mencoba tenggelam kedalam mimpi indah nya.


Tapi ketika dia baru akan kembali terlelap tiba-tiba saja sebuah suara mengejutkan dirinya.


"Sayang bangunlah, bergegas untuk kembali ke kediaman Kak Ahem mu"


Samar-samar dia mendengar suara seseorang yang terdengar dibalik telinga nya.


"Nadine, kamu dengar Mommy nak?"

__ADS_1


Suara tersebut terdengar semakin jelas, Nadine buru-buru membuka bola matanya.


"Mom?"


Dia jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya,dia fikir kenapa Mommy nya bangun sepagi ini.


"Apa ada hal yang buruk terjadi?"


Nadine jelas langsung mencoba Bangun dari tidur nya, gadis itu berusaha duduk sejenak di atas kasur, bertanya sambil menatap wajah Mommy nya untuk beberapa waktu.


"Bereskan barang-barang mu, sekretaris Azlan menunggu di pintu belakang, dia akan mengantar kamu kembali ke kediaman Ahem"


Mendengar ucapan Mommy nya yang cukup tergesa-gesa seketika membuat Nadine semakin mengerutkan keningnya.


"Apa? tunggu dulu, sekretaris Azlan? kak Ahem? ada apa Mom?"


"Semua orang akan menjelaskan nya nanti, bergegas pergi, mandilah di kediaman Ahem, ingat jangan menoleh ke kiri dan ke kanan, para wartawan mulai berdatangan"


Baiklah Nadine fikir dia bisa menanyakan apa yang terjadi nanti pada kak Ahem nya tapi...


"Wartawan?"


Itu terdengar sangat aneh, Nadine turun perlahan dari atas kasur.


"Maksud nya kenapa ada wartawan yang mulai berdatangan?'

__ADS_1


Alih-alih bisa bertanya puas pada sang Mommy nya dan mendapatkan jawaban yang dia inginkan, wanita tua itu malah mendorong tubuh nya agar segera keluar dari kamar tersebut dengan gerakan cepat.


Dia masih mengantuk, sungguh. Semalam dia tidur begitu larut saking ah... entahlah saking tidak terduga nya pernikahan dia dan Bill Rowland dibatalkan dan digantikan dengan pernikahan baru.


Bahkan saking bahagianya jantung nya terus berdetak tidak beraturan hingga berkali-kali dia berusaha memejamkan bola matanya namun terus saja gagal.


Hingga akhirnya entah pukul berapa dia terlelap juga dengan sendirinya.


Nadine melangkah keluar dari kamar tersebut bersama Mommy nya, membiarkan sang Mommy terus bergerak dari belakang nya hingga Bergerak dari samping nya.


"Mom..?"


"Saat matahari terbit semua akan semakin pecah dan kacau, tidak usah ke perusahaan Lebih dulu, Ahem akan mengurus semua nya bersama Azlan, Daddy mu juga akan mengurus semua nya dan mempersiapkan konferensi pers besar-besaran malam ini"


Mommy nya bicara cepat, meraih jaket yang ada di gantungan dekat pintu keluar dapur, wanita yang sering di andalkan di keluarga Hillatop tersebut langsung memasang jaket tersebar ke tubuh Nadine.


"Ya? konferensi pers? Mom?"


Nadine semakin mengerutkan keningnya, seolah-olah satu ucapan yang sama pernah didengar nya.


Azlan pernah mengatakan hal yang sama semalam.


di tengah keadaan bingung nya pintu belakang terbuka, Nadine ingin bertanya namun tiba-tiba bisa dilihat dari kejauhan banyak orang-orang yang mulai berkumpul menembakkan kamera ke arah mansion keluarga mereka tersebut.


Orang-orang itu belum menyadari keberadaan Nadine, mata mereka terlalu fokus mencari sosok semua orang ke arah pintu masuk gerbang utama keluarga Hillatop.

__ADS_1


Ada apa ini?!.


__ADS_2