
Mansion utama Azlan
Teras atas mansion
Ditengah udaranya dingin yang menyapu kulit, Azlan terlihat berdiri di Antara jutaan bintang yang bersinar terang, laki-laki itu sejenak mengulum senyuman nya, cukup geli jika ingat dengan kejadian pada pertemuan perjodohan yang di atur Daddy nya tadi.
Laki-laki itu kemudian meraih kaleng Coca cola, meraih ujung penutup kaleng tersebut kemudian membuka nya dengan cepat.
Seperti biasa dia bukan penikmat rokok atau minuman ber'alkohol, Coca cola menjadi satu-satunya minuman favorit Azlan termasuk sprite dan fanta.
Bagi nya itu merupakan minuman yang cukup layak di konsumsi di udara malam begini.
Dia bukan juga penikmat sejati kopi, sebab dia tidak begitu menyukai kopi. Bagi nya aroma kopi memang tercium begitu khas, namun rasanya cukup membuat dia tidak begitu menyukai nya.
Laki-laki itu setelah menyesap minuman nya lantas langsung meletakkan kaleng Coca cola tersebut keatas sebuah meja kecil yang terletak di sisi kanan.
Dan ditengah kegiatan nya tiba-tiba seorang gadis datang mendekati diri nya.
"Apakah Rencana nya berjalan Sesuai rencana, kak?"
Gadis itu berjalan kemudian berdiri tepat di samping Azlan, dia adalah Najwa sang adik bungsunya.
Azlan terlihat melirik ke arah adiknya Tersebut, kemudian dia menyunggingkan senyuman nya.
Meskipun tersenyum realita nya wajah datar dan cool tersebut tetap tidak menampilkan ekspresi terbaik nya.
Tetap dingin dan penuh misteri.
Dan menurut Najwa, teman-teman nya selalu berkata.
__ADS_1
Ada banyak cewek yang tertarik dengan cowok dingin, cool atau yang punya sikap tenang dan terkesan dingin. Para cewek memasukkan mereka ke dalam kriteria cowok idaman yang pantas sekali untuk didapatkan.
Hal tersebut lantaran mereka punya kelebihan yang mungkin tidak semua cowok miliki. Sisi menarik dalam dirinya menjadi sebuah keistimewaan tersendiri.
Type seperti itu jelas Tidak mudah ditebak dan selalu membuat orang lain penasaran, Terlihat lebih tenang dan dewasa, selalu berfikir simpel, Tidak mudah tergoda cewek lain dan percayalah sebagian dari mereka kadang Diam-diam super perhatian.
"Kau memang luar biasa"
Ucap Azlan atas apa yang adiknya lakukan.
Sengaja mempengaruhi Kembaran Nadine untuk menukar pertemuan.
Itu benar-benar luar biasa.
"Bukankah itu fungsi terbaik seorang saudara kak?"
"Aku memuluskan pertemuan kalian, membuat apa yang seharusnya terhubung menjadi bersatu seperti sedia kala.
Lanjut gadis itu lagi.
Mendengar ucapan Najwa, Azlan hanya menaikkan ujung bibirnya.
"Dan lagi aku dan Freya sudah tahu, tunangan Nadine bukan lah laki-laki baik-baik, dia punya banyak rahasia dan kebohongan yang terus dia tutupi dalam beberapa tahun belakangan, Bahkan dia memanfaatkan Nadine atas apa yang seharusnya di lakukan kakak dan mengaku dialah dewa penyelamat nya, itu membuat kami muak"
Setelah berkata begitu, Najwa mulai mendongakkan kepalanya, dia menatap dalam jutaan bintang yang berhamburan di langit malam Indonesia.
"Selanjutnya apa rencana kakak?"
Tanya Najwa tanpa menoleh sedikit pun kearah kakak laki-lakinya itu.
__ADS_1
"Mungkin sementara melanjutkan kencan sebanyak 3x lebih dulu"
Laki-laki itu menjawab sambil kembali menoleh ke arah adiknya.
Gadis itu terlihat terkekeh.
"Yeah... aku fikir itu jebakan yang terlalu manis"
Najwa bicara sambil menggeleng kan pelan kepalanya.
Tidak habis fikir bagaimana cara kakaknya memberikan jebakan manis pada teman nya tersebut.
"Kau tidak mau mengucapkan terima kasih pada kami?"
Tiba-tiba suara seorang laki-laki menembus dingin nya angin malam.
Azlan terlihat menoleh ke arah belakang dengan gaya santai nya.
seorang laki-laki berjalan mendekati dirinya dan Najwa.
"Tentu saja, Terima kasih atas kerja sama kalian, Ahem"
Ucap Azlan cepat.
Kemudian kedua laki-laki itu saling merangkul untuk merayakan Pertemuan setelah sekian lama tidak pernah lagi saling menyapa karena jarak dan waktu.
*****
Catatan \= Ahem putra pertama Hillatop yang tidak lain kakak laki-laki Nadine dan Freya.
__ADS_1