Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Masih di kencan buta


__ADS_3

Setelah melewati sesi makan bersama, menikmati berbagai macam kuliner baru yang belum pernah Azlan rasakan sebelumnya, pada akhirnya Nadine membawa laki-laki tersebut menuju ke satu tempat yang tidak ada yang pahami.



"Ini Taman Suropati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat"


jelas gadis tersebut sambil melirik ke arah Azlan.


Mereka berdua duduk di sebuah kursi yang memang di beberapa sudut disediakan oleh pihak pemerintah.



bisa laki-laki pilihan ada banyak orang yang duduk nongkrong demi menghabiskan waktu di sana.


bahkan tidak sedikit ada berbagai macam pedagang yang hilir mudik di situ.



Bagi Azlan dunia yang diberikan dan diperlihatkan oleh Nadine benar-benar sesuatu yang baru untuk dirinya.


dia tidak pernah menemukan tempat seperti ini ketika di Prancis.


"Baru sekali ini menemukan tempat seperti ini?"


Tanya Nadine sambil menoleh ke arah Azlan.


Laki-laki itu mengangguk pelan.


"Aku Seolah-oleh masuk ke dunia lain"

__ADS_1


Ucap Azlan pelan.


mendengar ucapan Aslan seketika Nadin terkekeh terkecil.


"Kamu tahu? ini bukan dunia lain atau kehidupan malam yang bagaimana, tapi dunia saat taman menjadi pilihan bersantai dan melepas penat.


"Dikota besar seperti Jakarta, banyak orang-orang yang terlalu fokus dengan pekerjaan mereka dari Senin hingga Sabtu, belum lagi terkadang di hari weekend ada berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan seperti pergi ke tempat keluarga, menghadiri pernikahan keluarga juga teman atau ada kegiatan mendadak dan lain sebagainya hingga akhirnya waktu bersantai atau menghabiskan waktu untuk diri sendiri nyaris terlupakan"


Gadis itu bicara sambil bola matanya sejenak melirik kearah depan.


"Jadi mungkin tempat seperti ini akan jadi tempat yang tepat menghabiskan waktu untuk bersantai sejenak di malam hari"


Dia kemudian menoleh kearah Azlan.


"Tapi percaya lah taman ini cukup Berbeda dengan taman lainnya, di Taman Suropati benar-benar menjadi tempat rehat, olahraga malam atau mencari makanan. Tidak ada kemesuman, lagipula ada pos polisi di taman ini."


Nadine terus bercerita dengan penuh semangat.


Ucap Azlan kemudian terkekeh kecil diikuti oleh Nadine.


"Kamu sering kemari?".


Tanya laki-laki itu kemudian.


"Lumanyan, di kala lelah berkutat seharian dengan pekerjaan aku biasa nya lari ke sini, bahkan ketika aku merasa aku dan Bill tidak menemukan titik permasalahan yang kami hadapi, aku duduk disini bersama Freya atau kak Zoe"


Nadine mulai bercerita, gadis tersebut terlihat menjuntai kan kaki nya ke bawah, sesekali dia memainkan kaki nya sambil menatap kearah depan menikmati indah nya suasana malam.


Mendengar ucapan Nadine, Azlan sejenak diam.

__ADS_1


"Apa dia pernah menyakiti kamu?"


Tanya Azlan sambil berusaha menelisik wajah gadis dihadapannya itu.


"Secara fisik tidak"


Gadis itu menjawab cepat.


"Itu karena kamu seorang ahli anggar, beladiri bahkan mampu mengangkat senjata, jika kamu typekal gadis lemah aku tidak menjamin nya"


Jawab Azlan tiba-tiba.


"Ya?"


mendengar ucapan Azlan jelas saja membuat Nadine mengurutkan keningnya.


Alih-alih menjawab Azlan membuang pandangannya, bola mata nya ini menatap lurus ke depan kemudian dia melanjutkan kembali kata-katanya.


"Dalam satu Minggu kedepan kita akan mendengar satu berita besar yang akan pecah, kamu bisa melihat sisi lain yang belum pernah kamu lihat dari dirinya"


laki-laki itu bicara dengan nada yang begitu mantap, seolah-olah dia begitu yakin sesuatu yang luar biasa akan terjadi dan mengheboh kan jagad raya.


"Kamu bicara apa?"


Gadis itu terus mengerutkan keningnya, cukup merasa heran dengan ucapan yang di sampaikan Azlan.


Laki-laki tersebut memilih tidak menjawab pertanyaan Nadine, dia menoleh kearah gadis tersebut kemudian berkata.


"Aku Fikir ini waktunya kita pulang"

__ADS_1


Setelah berkata begitu Azlan berdiri dari duduknya, dia mengulurkan tangan kanan nya kearah gadis tersebut, menunggu Nadine menyambut uluran tangan nya dan berdiri dari posisi nya serta beranjak pergi bersama dari sana.


__ADS_2