
Del Piero company
09.10 AM
Nadine Secepat kilat berjalan mendekati Azlan, anggap lah dia sudah gila, dia tidak suka marah kepada sembarang orang kecuali saat dia di hina atau di beri prasangka salah.
Dia tidak berniat melampiaskan kemarahannya pada Azlan tapi sepertinya dia tidak bisa menahan keadaan pagi ini.
Semua kondisi membuat keadaan semakin ruwet dan memanas dalam beberapa hari ini.
Azlan bahkan menambah konflik yang panas menjadi semakin memanas.
Brakkkkkkk
dia langsung menghentakkan kedua tangannya ke arah meja Azlan dengan gerakan yang kasar.
"Apa kau sudah gila?"
Mendengar suara meja di pukul dengan keras dan tiba-tiba Nadine bicara ke arahnya dengan suara yang meninggi, Azlan langsung menaikkan pandangannya, dia menatap bola mata gadis yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
Alih-alih marah dengan tindakan Nadine, dia jelas suka pada akhirnya Sifat alami gadis yang dia rindukan itu kembali.
Dulu inilah sikap sesungguhnya Nadine.
Gadis itu saat marah jelas begitu mengerikan, tidak suka di injak dan enggan di anggap remeh oleh siapapun, dia suka sikap bebas Nadine dalam mengekspresikan perasaan nya, gadis itu bahkan suka melakukan hal ekstrim yang bisa memacu adrenalin.
Bahkan Nadine merupakan gadis petarung yang hebat.
Dalam 1 bulan ini dia menunggu gadis itu menampilkan sosok nya yang sebenarnya, sebab saat sosok itu keluar, itu akan mempermudah Dirinya membawa Nadine untuk bergerak bebas dan membuat gebrakan besar untuk menentang pernikahan nya.
__ADS_1
"Soal?"
Azlan bisa-bisa nya bertanya dengan nada yang begitu tenang, laki-laki itu menutup laptop miliknya, kemudian secara perlahan dia berdiri dari posisi duduknya, berjalan menyamping lantas mendekati Nadine.
Mereka kini berdiri saling berhadapan, menatap bola mata masing-masing juga dengan pemikiran masing-masing.
"Kenapa membuat Daddy semakin meradang?"
Tanya Nadine sambil menatap Azlan dengan tatapan tajamnya.
Yah Daddy nya semakin meradang saat Azlan berkata.
"Aku lebih tertarik menikah dengan Nadine bukan dengan Freya, uncle bisa membuat sebuah pertimbangan untuk semua situasi yang dibuat oleh putri uncle sendiri"
"Aku bukan type orang yang suka bernegosiasi tapi aku berusaha memberikan toleransi untuk sebuah kesalahan yang aku anggap fatal"
"Uncle bisa memilih, meneruskan pernikahan dengan mengganti pengantin nya pada Nadine atau mari kita batalkan semua proyek serta kerjasama yang pernah di jalankan antara Del Piero dan Hillatop hingga ke akar-akarnya"
Nadine bertanya dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu ingin membatalkan seluruh proyek nya? baik dengan ku, kak ahem bahkan kerjasama dua perusahaan yang pernah di jalankan di masa lalu dan masih berputar meraih keuntungan didalam perusahaan hingga kini? apa kau sudah gila?"
Bisa dia bayangkan bagaimana kerugian yang akan mereka terima ketika laki-laki itu memutuskan semua proyek dan kerjasama mereka.
Azlan berusaha untuk menekan keadaan dengan cara yang begitu luar biasa.
Dia baru tahu betapa licik nya permainan seorang singa tidur yang di bangunkan secara tiba-tiba.
Dalam seumur hidup nya, baru kali ini dia menghadapi seorang pembisnis dan pengusaha yang begitu pintar membuat trik dan intrik, menekan lawan Secara halus namun mematikan.
__ADS_1
"Aku fikir itu hanya sebuah tawaran negosiasi, jika kalian menolaknya itu bukan masalah, aku tidak begitu merasa dirugikan atas semua kerugian yang akan terjadi, dalam berbisnis jatuh bangun persoalan biasa"
Bisa-bisa nya laki-laki itu tidak mempersoalkan kerugian didalam kerjasama mereka.
"Kamu menekan Daddy, kak ahem dan aku"
Bolehkah Nadine berteriak dan berkata Azlan benar-benar tidak berperasaan?!.
"No, itu bukan tekanan, bukan kah aku sudah bilang? negosiasi! tapi aku meminta dangan cara yang cukup baik, seperti kamu dan Freya yang Menukar pertemuan, kalian bisa menukar pernikahan antara kamu dan Freya juga untuk pernikahan kita, aku ingin kamu yang jadi pengantin perempuan nya, bukan Freya, bukankah permintaan keluarga Del Piero Begitu sederhana?"
Azlan bicara sambil memajukan tubuhnya, dia sengaja merapat kan tubuh nya ke arah Nadine, kemudian dengan gerakan tiba-tiba tangan kanan nya memeluk erat pinggang gadis tersebut.
Seketika Nadine membulatkan bola matanya karena terkejut dengan gerakan Azlan yang tiba-tiba.
"Kau..."
Dia mencoba melepas dirinya dari pelukan laki-laki itu.
"Menukar pengantin bukan masalah, bukankah kalian mirip? aku fikir Bill Rowland tidak benar-benar peduli siapa yang dia nikahi, sedangkan aku begitu peduli soal gadis yang aku cintai dan yang akan aku nikahi"
Laki-laki itu bicara sambil memajukan pandangan nya,dia sengaja Membuat Nadine gelagapan.
Gadis itu mencoba melepas kan pelukan Azlan yang semakin erat dan Seketika Nadine mulai memundurkan kepalanya saat Azlan tahu-tahu mulai merapat kan wajah mereka.
"Kau mau apa?"
Gadis itu buru-buru menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
Seketika dia ingat ciuman tiba-tiba yang diberikan Azlan di atas mobil tempo hari, dia fikir apa laki-laki itu akan melakukan nya lagi.
__ADS_1
"Jangan mendekat"
Nadine kembali bicara, semakin memundurkan kepala nya dan berusaha menahan detak di jantung nya yang tidak ingin berhenti Sejak tadi.