
"Jangan katakan jika kamu pemimpin Del Piero?"
Bisa Azlan dengar pertanyaan gadis dihadapannya itu terdengar penuh ketidakpercayaan.
Seolah-olah gadis itu berfikir jika dia salah menemui orang.
"Persis seperti apa yang kamu fikirkan saat ini"
Azlan menjawab dengan nada begitu Santai, tiba-tiba laki-laki itu bergerak dari posisi nya, memutar dan berjalan menuju kearah meja kerjanya.
Gila.
Nadine mengumpat didalam hati nya, dia fikir bagaimana bisa dia bekerjasama dengan laki-laki yang dia lihat di klub malam tempo hari.
Bahkan lucunya laki-laki itu dan teman-teman nya salah paham soal siapa dia, mereka fikir dia Perempuan malam yang bekerja di club dan laki-laki itu sempat bicara merendah kan dirinya malam itu.
Dan belum lagi ada insiden gaun sobek yang...?!.
Oh my god.
Nadine mencoba menelan Saliva nya.
Entah siapa yang salah dan benar, siapa yang jujur dan berbohong, tapi insiden gaun sobek itu benar-benar membuat dia marah bercampur malu.
Yang benar saja.
Tidak....!.
Kesan pertama Nadine pada laki-laki itu memang sudah tidak menyenangkan.
__ADS_1
Nadine berusaha menghela nafasnya untuk beberapa waktu, kemudian seolah-olah dia kembali tersadar dari pemikiran nya.
Dia menelusuri jejak ruangan tersebut sejenak.
Buru-buru gadis itu membenahi posisi duduknya, masih agak bingung kenapa dia bisa tertidur di atas kursi sofa di ruangan laki-laki tersebut.
Nadine fikir dia sebelumnya tidak pernah memiliki kebiasaan buruk seperti itu sebelumnya.
Apa mungkin karena kurang tidur semalam hingga membuat dia mengantuk di waktu se pagi ini?!.
"Begini tuan"
Ucap Gadis itu kemudian.
Setelah dia berusaha untuk duduk dengan cara yang baik dan benar.
Azlan langsung membalikkan tubuhnya setelah dia meraih sebuah map yang tergeletak di atas meja saat mendengar gadis itu memulai pembicaraan.
Gadis itu tiba-tiba berfikir ini bukan kerjasama yang baik di antara mereka, sejak awal dia tidak menyukai karakter laki-laki dingin dan datar tersebut.
Tidak ada kecocokan yang bisa terjadi di antara mereka menurut Nadine, akan sangat sulit berkolaborasi atau membicarakan bisnis bersama untuk bos yang dia anggap tidak masuk dalam kriteria kerja sama nya.
Azlan terlihat diam, mencoba untuk menaikkan ujung alisnya dalam beberapa waktu.
Dan bola mata laki-laki itu kini menatap lawan bicara nya bak tatapan elang yang menukik begitu tajam.
Mungkin tanpa Nadine sadari tatapan mata yang tajam dari seorang laki-laki menandakan kalau laki-laki tersebut jatuh hati atau tertarik pada sosok yang ia lihat saat ini.
Realita nya Laki-laki itu tidak dapat memalingkan pandangannya dan berusaha memberikan sinyal pada sosok yang ia lihat saat ini kalau dirinya sedang jatuh hati.
__ADS_1
"So...apa yang sebenarnya ingin kamu sampai?"
Tanya Azlan sambil berjalan mendekati gadis tersebut.
"Aku fikir ada kesalahpahaman dalam kerjasama yang dibuat, sejak awal yang aku tahu seharusnya yang mengikat kerja sama dengan Hillatop konstruksion adalah Nona Celine Del Piero, lalu Kenapa yang berdiri di hadapan ku saat ini malah orang asing yang bahkan nama nya tidak terdapat pada berkas-berkas yang aku tanda tangani sebelumnya?"
Nadine jelas keberatan, sebab seingat nya dia menerima kerjasama tersebut dan bersedia menandatangani nya Kemarin karena Paman Del Piero dan Daddy nya berkata Celine lah yang memegang proyek tersebut dan memulai proyek pertama nya bersama Dirinya.
Lalu kenapa yang ada disini sosok asing yang tidak dia kenal?!.
Dia fikir apa laki-laki ini kakak Celine dan Najwa? dia lupa-lupa ingat susunan kekuarga Del Piero dimasa lalu.
Alih-alih menjawab pertanyaan Nadine, Azlan tiba-tiba berkata.
"Kenapa?"
Suara nya terdengar begitu datar.
"Apa kamu takut dengan kemampuan mu sendiri untuk menyelesaikan proyek kerjasama ini?"
Tanya Azlan tiba-tiba.
"Ya?"
Nadine terlihat mengerutkan keningnya.
"Kamu boleh memutuskan untuk mundur saat ini juga, dan jika kamu mundur maka aku anggap kamu merupakan sosok yang tidak profesional dan sangat tidak kompeten untuk di ajak bekerjasama dan di catat pada list terdepan seorang pengusaha dari Hillatop Company"
Lanjut Azlan lagi dengan kata-kata yang terkesan menekan gadis dihadapannya.
__ADS_1
Dia ingin lihat apa jawaban gadis itu berikut nya.