
Begitu pelukan mereka terlepas, mereka kembali melangkah menuju ke depan.
Nadine sejenak menepuk-nepuk pipinya, tidak tahu kenapa rasanya begitu hangat dan memerah.
Tiap kali bersama Azlan, dirinya seolah-olah keluar dari jalur normalnya. Nadine acapkali tidak bisa mengontrol hati nya, bahkan dia sulit sekali bisa menahan detakan jantung nya.
Laki-laki kaku dan datar tersebut rupanya memiliki cara yang begitu hangat untuk membuat dia tersipu-sipu malu bahkan merasa di istimewa kan.
Bahkan mungkin benar sifat itu tidak akan dia temukan dari laki-laki manapun yang pernah mendekati dirinya bahkan Bill Rowland sekalipun.
Azlan terlihat berbeda, begitu unik dengan cara nya sendiri.
Meskipun sulit mengekspresikan perasaan nya, laki-laki tersebut selalu bisa bersikap layak nya singa jantan yang memperlakukan pasangan nya dangan sebaik mungkin.
Azlan yang melihat Nadine menepuk-nepuk pipinya berfikir mungkin gadis itu mulai lelah dan mengantuk.
laki-laki itu kembali mensejajarkan langkah nya, mengikuti gerakan kaki Nadine agar sama persis seperti gerakan kaki nya.
Lagi tangan nya bergesek ke punggung tangan Nadine, dia mencoba mengambil sebuah keberanian, menggerakkan jari telunjuk nya, mencoba menautkan jari nya ke jari Nadine secara perlahan.
Melihat gadis tersebut diam dan tidak menyingkir kan jemarinya, Azlan Secara perlahan menyatukan telapak tangan mereka dengan gerakan yang begitu lembut.
Seulas senyuman mengembang dari balik bibir Nadine.
Dia membiarkan Azlan menggenggam erat telapak tangan nya.
__ADS_1
"Aku akan datang di akhir Minggu"
Azlan kembali mengingat kan Nadine soal kunjungan yang dia janjikan pada keluarga Hillatop.
Mendengar kata akhir Minggu tiba-tiba kekawatiran menghantam diri Nadine.
Dia fikir bagaimana Jika Daddy nya menolak kehadiran Azlan dan menolak permintaan laki-laki tersebut?!.
"Masih memikirkan nya?"
Tanya Azlan tiba-tiba.
"Bukankah aku sudah bilang? cukup duduk manis dan lihat bagaimana aku menyelesaikan semuanya hmmm"
Laki-laki itu selalu percaya diri dengan apa yang akan di capai nya.
Mereka masih melangkah kedepan saling menggenggam telapak tangan, didepan sana dua orang yang berjaga di gerbang depan Mansion Nadine langsung bergerak dengan cepat, salah satu dari mereka langsung membuka kan pintu nya.
Begitu pintu terbuka mereka menundukkan kepala mereka kearah Azlan dan Nadine, membiarkan Azlan ikut mengantar hingga ke depan pintu utama mansion.
Sejenak Azlan langsung melepas kan genggaman nya, bola mata laki-laki tersebut menoleh ke beberapa arah.
Tanpa banyak bicara Azlan menyentuh lembut wajah Nadine kemudian berkata.
"Masuk lah dan Naiklah ke kamar kamu dengan segera hmmm"
__ADS_1
Ucap Azlan pelan.
Mendapatkan permintaan Azlan seketika Nadine mengangguk kan kepala nya.
Pada akhirnya Nadine melesat masuk ke dalam mansion nya dan Azlan memastikan gadis tersebut masuk ke dalam tanpa ada halangan.
Setelah itu Azlan secepat kilat Bergerak menjadi dari sana, keluar dari pintu gerbang dan Berger menuju ke arah dimana mobil nya diparkirkan.
Sejenak keheningan terjadi, laki-laki tersebut terlihat menghentikan langkah nya, Azlan bersikap begitu tenang, mencoba untuk menghela pelan nafasnya.
Pada akhirnya Tiba-tiba Azlan bergerak kearah samping kanan nya dimana terdapat sebuah pohon yang cukup besar, laki-laki tersebut melangkah persis seperti angin, tidak pernah tertebak atau bahkan terduga, bergerak kencang dan...
ssrttttttttt
Brakkkkj
Dia menarik seseorang dari arah pepohonan dan mendorong laki-laki tersebut hingga nyaris tersungkur ke lantai.
"Oh shi..t"
Terdengar umpatan dari sosok yang di tarik dan di dorong oleh Azlan tadi.
Klatakkkkk
Belum juga laki-laki itu kembali mengumpat dan berbalik, seketika dia terkejut saat Azlan tahu-tahu mengacungkan senjata nya kepada laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Kau masih punya nyali untuk mengikuti kami?"
Ucap Azlan kemudian.